LUMAJANG – Salah satu tugas dari Perhutani yakni penyelamatan lingkungan, untuk kepentingan tersebut penanaman pohon sebagai pengayaan tanaman mutlak diperlukan, disamping sebagai pencegah longsor, pelestarian sumber mata air dan yang tidak kalah pentingnya sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan bagi semua makhluk hidup.
Sabtu,19 Pebruari 2022, Sekitar 125 personil dari berbagai lembaga dan instansi pemerintah, bersama Perum Perhutani melakukan penanaman pohon bersama di Petak 29 A, RPH Ranuyoso, BKPH Klakah KPH Probolinggo.
Turut andil dalam kegiatan itu diantaranya Cabang Dinas Kehutanan Lumajang, Dinas Pariwisata, DLH, jajaran Forkopimcam Ranuyoso, SDN 1 Ranuyoso, SMP N 1 Ranuyoso, TAGANA Rajawali, LSM Winengku Bumi Nuswantoro, juga diikuti oleh KS KPH Lumajang, Pabin Probolinggo.
Mereka bergerak bersama, menyatukan langkah dan tekad untuk menghijaukan hutan demi kelestarian sumber mata air dan kelestarian lingkungan, 500 bibit berbagai jenis berhasil ditanam di lokasi dengan keluasan 1 hektar tersebut.
Soegiharto Aries Soebagyo, Asisten Perhutani BKPH Klakah, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan rangkaian dari kegiatan yang digelar rutin setiap tahunnya, dengan maksud menyelamatkan sumber mata air juga banyak manfaat lainnya dalam jangka panjang yaitu untuk memenuhi kebutuhan air, oksigen dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Disampaikan juga, sebelumnya sudah ada kesepahaman bersama antara pihaknya dengan Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, untuk menggagas peningkatan manfaat hutan bagi masyarakat sekitar.
Termasuk keterlibatan warga sekitar hutan dan Pokdarwis yang selama ini juga melaksanakan penanaman pohon, hal ini dilakukan sisi pertimbangannya itu untuk pariwisata yang terkoneksi dengan lingkungan serta sosial kemasyarakatan.
Dengan demikian, kata Aries, panggilan akrabnya, ada manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, akan tetapi kelestarian lingkungan tetap terjaga bahkan lebih baik lagi.
Seperti yang dilaksanakan ini, sebanyak 500 bibit, dari berbagai jenis diantaranya pohon nangka, pete, durian, sukun, bendo, mahoni, salam, bambu, cabe puya dan pohon beringin dapat bermanfaat baik untuk kelestarian lingkungan juga manfaat ekonomi bagi warga sekitarnya. Dengan demikian warga masyarakat ikut merasakan manfaat dan mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya.
Disampaikan pula bahwa tanggungjawab lingkungan merupakan tanggung jawab bersama semua elemen termasuk masyarakat.
Pemahaman masyarakat dalam merawat hutan dan pemanfaatannya sangatlah penting, sehingga mereka memiliki pedoman dalam pengelolaannya, dan mematuhi aturan berlaku sehingga mereka mendapatkan manfaat dan hasilnya secara resmi.
Gerakan menanam yang mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang dilaksanakan seperti ini sangatlah baik, akan tetapi merawat dan dan melestarikannya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, tuturnya.
” SALAH SATU INDIKATOR KEBERHASILAN DALAM MELESTARIKAN ALAM ADALAH, SEBERAPA BESAR MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KELESTARIAN ALAM ITU SENDIRI,” Tegas Aries. ( Red)






