Ratusan kontraktor Wastafel gelar unjuk rasa

716 0

JEMBER – Ratusan Kontraktor Wastafel menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/2/2022).

Aksi dilakukan, untuk menagih hutang, biaya pekerjaan pengadaan bak cuci tangan, dalam penanganan COVID-19 yang belum dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Jember sejak Tahun 2020.

Terlihat, para pendemo menggelar aksinya, dengan membawa mobil pick Up, Dum Truck, yang mengangkut Wastafel dan juga tandon air dan terlihat pula puluhan banner yang dibawa oleh peserta Aksi.

Salah satunya bertulis ” Dimana Hati Nurani Bpk Bupati, Janji Tinggal Janji,”. Ada lagi ” Gayae Yes, Omongane Jos, Utang Wastafel Ra Bayar. Kemudian ” Pak Bupati Tolong Bayar Uang Proyek Wastawel kami, anak dan Istri kami Membutuhkan,” Dan Bongkar Kasus Jual Beli Jabatan.

Koordinator Aksi, Iswahyudi, memaparkan bahwa, kedatangannya bersama teman-teman untuk menagih biaya pengadaan Wastafel, sebab proyek tersebut sudah selesai pekerjaan.

“Tuntutan kami supaya Pemkab Segera membayar pekerjaan kami, tanpa syarat dari APH, untuk massa yang turun ada 176 kontraktor,” ujarnya saat di konfirmasi.

Karena menurutnya, proyek pekerjaan sudah selesai diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), bahkan Pemeriksaan secara independen oleh Universitas Jember (Unej) dan dari Kepolisian.

“Jadi boleh dikatakan kami ini terdzolimi, karena hak kita setelah selesai pekerjaan, seharusnya diberikan,” kata Iswahyudi.

Iswahyudi menjelaskan memang pekerjaannya masih di era Bupati sebelumnya, tetapi bukan berarti setelah ganti pemimpin baru, pekerjaan kontraktor yang sudah beres, tidak dibayar.

“Sebab, kita tidak melakukan tender dengan Bupati, tetapi memperoleh tender pekerjaan dari Pemkab Jember. Kop suratnya dari Pemkab, dengan demikian dari Pemkab untuk memberikan hak kami, karena semua pejabatnya masih ada disini,” jelasnya

Direktur Perusahaan Shine Megamustawa ini juga menyayangkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2021, untuk bayar proyek Wastafel senilai Rp.28 Miliyar, dialihkan dana Pokir.

“Pokok- pokok pikiran (Pokir) Dewan , yang mana dewan mengusulkan supaya anggaran itu dialihkan, makanya jangan bawa kami ke ranah politik, kami hanya menagih hak-hak kami, sesuai janji politik bupati Hendy,” kata Iswahyudi.

Aksi ini akan terus dilakukan, lanjut Iswahyudi, sampai biaya pekerjaan Wastafel ini terbayar, dan jika tidak ada ketegasan dari Bupati Hendy.

“Kami akan susul dengan aksi lainnya, yang belum bisa kami sampaikan dihadapan publik,” tandasnya,

Sementara hingga berita ini diturunkan, terpantau GempurNews, Bupati Jember Hendy Siswanto atau petugas yang lain dari pendopo Wahyawibawagraha, terkesan tidak ada tanggapan. (Son)

Related Post