HomeJawa TimurBanyuwangiKomisi II DPRD Banyuwangi ,Wisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi...

Komisi II DPRD Banyuwangi ,Wisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

Gempurnews, Banyuwangi – Wisata pantai Bedul atau biasa disebut dengan wisata mangrove Blok Bedul di Dusun Bloksolo Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi, telah di kenal memiliki keindahan alam yang patut dibanggakan. 

Wisata hutan mangrove ini juga menjadi habitat aneka satwa seperti monyet,biawak,burung bangau,elang laut. Bahkan pada bulan-bulan tertentu menjadi tempat migrasi burung dari negara Australia seperti burung cekakak suci,burung kirik-kirik laut,trinil pantai dan trinil semak. 

Dan sejak tahun 2009 lalu wisata pantai ini dikembangkan, namun sayang akhir-akhir ini tempat wisata ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah daerah.

Advertisement

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Hj.Mafrochatin Ni’mah setelah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi wisata mangrove tersebut, Rabu, 23 Maret 2022.

Hj.Ni’mah panggilan akrab Ketua Komisi II ini mengatakan, wisata hutan mangrove Bedul saat ini kurang mendapat perhatian dan Pemerintah daerah. Banyak sarana prasarananya sudah mulai rusak dan terbengkalai karena kurangnya anggaran perawatan.

“ Jembatan bambu sebagai akses penghubung jalan ke hutan mangrove kondisinya sudah miring dan rapuh sehingga membahayakan pengunjung atau wisatawan , “ ucap Hj.Ni’mah

Hj.Ni’mah menyebut kondisi jembatan tersebut memang sangat terkenal,padahal wisata mangrove tersebut sebelumnya sering dikunjungi oleh warga luar daerah baik untuk berwisata maupun untuk penelitian. Sehingga jka hal tersebut dibiarkan akan membawa citra buruk wisata mangrove Bedul.

“Kita berharap kepada Pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperhatikan, jika potensi wisata mangrove ini dibiarkan begitu saja , “ tulisnya.

Menurut dia, kehadiran pemerintah kabupaten maupun provinsi ikut terlibat mengembangkan objek wisata ini sangat dibutuhkan, karena masih perlu pembenahan sarana dan prasarana agar wisatawan berkunjung dapat terfasilitasi dengan baik.

“Jika hanya mengharapkan swadaya masyarakat setempat mungkin tidak akan cukup, maka kehadiran pemerintah sangat penting,” tegas Politisi Partai kebangkitan Bangsa dari Dapil Banyuwangi I ini.

Kehadiran wisata alam hutan mangrove ini diharapkan dapat berkontribusi kembali dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi, sehingga perlu intervensi pemerintah daerah.

hal tersebut kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.M.Yanuarto Bramuda melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa hutan mangrove yang tumbuh di lahan seluas hampir 2.300 hektar merupakan Kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Semoga berharap kepada masyarakat sekitar untuk mengambil inisiatif untuk bekerja sama kembali mengelola ekowisata hutan mangrove tersebut dengan pihak yang memiliki kewenangan yakni Balai Taman Nasional Alas Purwo.

“Pantai Bedul itu masuk Taman Nasional dan Perhutani, sehingga kelompok masyarakat lokal yang harus Kerjasama dengan mereka untuk pengembangannya,” pesan Bramuda.(Sgt)

RELATED ARTICLES

Most Popular