Wabah PMK, Pengusaha Ternak Terancam Gulung Tikar

467 0

SURABAYA – Pengusaha ternak pengepul serta pengusaha daging olahan terancam gulung tikar. Pasalnya, sektor usaha mereka praktis berhenti karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu disampaikan Isa Anshori Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Indonesia, Senin (16/5/2022)

Isa menambahkan, kebijakan karantina kandang dan tertutupnya jalur distribusi ternak antar daerah/wilayah, menjadikan ketersediaan daging dan hewan ternak yang sehat terancam berkurang.

“Dampaknya harga ternak dan daging semakin mahal, dan pada gilirannya masyarakat kebingungan,. menyebabkan daging dari Pemotongan ternak suspect PMK berpotensi terus beredar di provinsi asal,” ujarnya.

Persoalannya kemudian peternak berusaha menyelamatkan masing-masing pendapatannya, walaupun terjual murah dan jangka waktu yang cepat.

Disebutkannya konsumen daging tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi hotel, restoran, rumah sakit serta pedagang makanan berbahan pokok daging juga terancam tidak bisa mendapatkan daging.

“Yang mereka butuhkan karena populasi ternak yang sehat semakin berkurang karena wabah PMK ini,” jelasnya

Isa Anshori menegaskan kondisi tersebut harus mendapat solusi sesegera mungkin. Karena jika berharap wabah PMK hilang, tentu butuh waktu yang tidak sebentar karena sangat berpotensi terus meluas beserta penyelesaiannya dengan jumlah ternak yang begitu banyaknya.

“Kebijakan karantina dan pembatasan jalur distribusi daging dan hewan ternak harus dikaji ulang, tanpa mengurangi urgensi penanganan wabah PMK itu sendiri,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Peternakan, Balai Karantina dan pihak terkait lainnya harus segera mengeluarkan kebijakan yang padu, agar kepentingan dan kebutuhan semua pihak bisa terpenuhi.

“Kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan daging dan hewan ternak yang sehat, aman dan harga yang terjangkau harus menjadi perhatian utama. Apalagi menghadapi Iduladha dan Nataru nanti, pasti kebutuhan ternak kurban dan ternak sehat akan melonjak tentunya dengan segala konsekuensinya,” tegas Isa Anshori. (red)

Related Post