Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Dalam Upaya Pulihkan Kesehatan Lahan

391 0

LUMAJANG — Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas), petani se Kabupaten Lumajang, aktifis dan facebookers, mengikuti acara sosialisasi wawasan kebangsaan, Minggu (22/5/2022).

Kegiatan tersebut bertempat di Warung Apung Pondok Asri Sukodono, dengan mengusung tema “Hasil Panen Produk Pertanian Sehat Melalui Pola Produk Menunjang Kesehatan Masyarakat”

Sosialisasi wawasan kebangsaan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan kesehatan lahan di Lumajang, oleh sebab banyaknya pemupukan lahan yang menggunakan pupuk non organik dan bahan kimia.

“Memang, mengurus soal pertanian tidak boleh tidak serius. Artinya tidak boleh ada ego sektoral. Misalnya hanya diurus oleh Dinas Pertanian saja. Tidak mungkin bisa berjalan maksimal,” papar moderator sosialisasi, Iskak Subagyo saat menyampaikan pengantar diskusi.

Menurutnya, pola petani masih menggunakan pola yang lama dan enggan menggunakan pola yang baru, termasuk penggunaan pupuk organik. Dikatakannya, produk pertanian yang menggunakan pola organik, paling tidak dapat menjadi penunjang kesehatan.

Hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari, SH MH, menyampaikan persoalan kesehatan pangan. Dalam kaitan itu, anggota DPRD Jatim dari Komisi E tersebut merasa memiliki tanggung jawab terkait hal itu.

“Masak setiap kali saya reses yang dikeluhkan cuma soal pupuk langkalah, pupuk mahalah.Apa tidak ada penyelesaiannya? Tanah kita ini subur lho, masak beras masih impor. Mungkin nantinya, gagasan gagasan terkait dengan pertanian dan pupuk akan muncul dari Lumajang ini,” kata Hari Putri.

Sementara Moh Arif Bidiman selaku Sub Koordinator Dinas Pertanian Lumajang menyampaikan bahwa aturan terkait hal itu sudah tertuang dalam Permentan Tahun 2013 tentang sistem pola pertanian organik. Untuk di Kabupaten Lumajang juga sudah tertuang dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022.

“Kebijakan Pemkab Lumajang sudah menetapkan agar petani kembali secara pelan-pelan memakai pola sistem organik. Menggunakan potensi alami yang tersedia,” bebernya.

Selain itu, Arif juga mengatalan jika pertanian sekarang masih konvensional, masih lebih banyak mengandalkan unsur hara, dari pabrikan, kimia, tanpa ada proses yang lain. (tim)

Related Post