PENANANDATANGANAN MOU ANTARA UNIVERSITAS JENDERAL AHMAD YANI (UNJANI) DENGAN APJI DPD JAWA BARAT

512 0

CIMAHI – Bertempat di Fakultas Kedokteran UNJANI, Cimahi, Rabu (5/10/2022) diselenggarakan acara penandatanganan MoU antara Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dengan APJI DPD Jawa Barat. Hadir mewakili Rektor Unjani, Wakil Rektor III dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. Sutrisno, dr., S.H., MARS., MH.Kes., FISQua., dan para pejabat Fakultas Kedokteran. Selain itu hadir juga Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) DPD Jawa Barat yang juga Direktur Utama PT BPR Kertaraharja Ir. H. Aep Hendar Cahyad dan Komisaris Utama PT BPR Kertaraharja Uben Yunara.

Dr. Tezza menyampaikan selain penandatanganan MoU antara Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dengan APJI DPD Jawa Barat, ada juga Penandatanganan MoA antara Dekan Fakultas Kedokteran dengan APJI DPD Jawa Barat. Sebagai tindak lanjut dari MoU dan MoA tersebut diadakan kegiatan sosialisasi kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pengusaha jasa boga yang menjadi anggota APJI. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Fakultas Kedokteran terhadap masyarakat khususnya APJI. Ini juga sebagai trigger untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya dimana kami berkomitmen tidak hanya berkontribusi untuk masyarakat Cimahi namun Jawa Barat pada umumnya, ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Tezza menyampaikan kegiatan sosialisasi kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pengusaha jasa boga anggota APJI yang menghadirkan 2 narasumber yaitu Sri Quintina I, dr., M.Kes., Sp.KKLP dan RR. Desire Nataliningrum, dr., MKK., Sp.OK dihadiri sebanyak 134 anggota APJI dan 17 pengurus. Mereka berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Sumedang.

Ir. R. Renni EM Tirtokoesoemo MP, Ketua Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kualitas SDM APJI DPD Jawa Barat sangat senang dengan adanya kerjasama ini karena ini sebagai awal pembuka jalan untuk berkolaborasi dengan pihak lain melalui akademi (kampus), dimana akademi ini berhubungan dengan departemen-departemen seperti kesehatan, industri, perdagangan dan sebagainya. Akademi juga mempunyai fasilitas, keilmuan, dan sistem. Dengan begitu para UMKM khususnya jasa boga bisa terbantu untuk terangkat, dibantu untuk dimapping, dilihat potensi dan kelemahannya, dibantu dibuatkan sistem koordinasi antar departemennya supaya bisa bersatu dengan yang lain bersama-sama meningkatkan usaha. Bukan hanya usaha bisnis tapi juga secara personal development (mindset) bahwa berbisnis itu bukan mau menang sendiri tapi bagaimana bekerjasama saling menguatkan menumbuhkan dan berkolaborasi menjadi suatu ekosistem untuk maju bersama.

(Andri)
Editor : dhw_robhin

Related Post