Rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2022 Kabupaten Lumajang, di gelar di desa Klanting-Sukodono, Lumajang pada 23-24 Desember 2022.
Gelaran acara dalam kegiatan ini yang melibatkan banyak potensi hebat yang dimiliki di balik keterbatasan, semangat bergerak dan berdaya dalam berkreatifitas di tampilkan dalam gelaran ini.
Ketua panitia, Arifin Thohari , S.Pd.i mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, relawan dan donatur yang turut berpartisipasi menyemarakkan Hari Disabilitas Internasional 2022, semoga mengispirasi semangat dalam berkreatifitas dan kepedulian di tengah masyarakat.
Serangkaian kegiatan HDI tahun 2022 ini terselenggara atas swadaya bersama diantaranya Penanaman, Khitan masal Gratis, Doorprize, Albanjari, Tausyah, Grup musik tuna netra, donor darah, pijat sukarela, serta pemberian reward pada atlet disabilitas yang membawa nama harum Kabupaten Lumajang di kegiatan KEPARPOV, yang menempatkan Kabupaten Lumajang di urutan 6 besar propinsi Jawa Timur.
Agus khasan selaku Ketua National Paralympics committe Indonesia (NPCI) Lumajang mengucapkan Terima Kasih kepada Pemkab Lumajang yang telah memberikan dana pembinaan (hibah) tahun 2022 kepada para atlet, Alhamdulillah hasilnya sudah tampak, ia juga akan bekerja keras agar para atlet bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Merupakan energi, ekspresi dan kreatifitas yang tak terbendung oleh keterbatasan, bisa ditunjukkan oleh penyandang tuna netra, group band Alunan musik inspirasi tuna netra (ALISTA) menunjukkan potensinya tampil menghibur dengan membawakan lagu lugu masa kini, penampilan mereka memukau banyak undangan yang hadir, kompak dan rampak alunan nada yang dimainkan menginspirasi undangan yang hadir, solehadi ketua Persatuan Tuna Netra (PERTUNI) menuturkan persiapan kami cukup singkat hanya 3 kali latihan, Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan dia mengucapkan terima kasih pada para donatur yang memberikan donasi pada kami untuk menyewa alat mulai latihan hingga pementasan.
S Hadi wasito menuturkan kita memang beda tapi kita bisa berdaya, kita bisa mandiri, tetap dukung kami, biar kami buktikan untuk menjadi yang terbaik, dan pentas seni ini yang membuktikan bahwa kita bisa (bundaER)

