HomeJawa TimurPasuruanBeda Versi, Merasa Di "Sudutkan" Jadi Aktor Carok Di Alastlogo, Keluarga Barham...

Beda Versi, Merasa Di “Sudutkan” Jadi Aktor Carok Di Alastlogo, Keluarga Barham Tak Terima

PASURUAN – Beberapa waktu lalu, masyarakat dibuat gempar dengan adanya kejadian carok yang terjadi di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Imbasnya tiga warga Alastlogo yakni Supardi, Barham serta Sugiantoro dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka yang mereka alami.

Setelah ramai di beberapa pemberitaan, terungkap bahwa kejadian carok sendiri berawal dari salah satu keluarga Barham di ejek dan di provokasi oleh Supardi di persimpangan jalan Desa.

Hal tersebut seperti apa yang disampaikan oleh salah satu korban yakni Sugiantoro, dirinya yang berusaha melerai perkelahian antara Barham dan Supardi malah ikut jadi korban setelah clurit supardi menancap dipundaknya saat melerai carok tersebut.

Advertisement

Sugiantoro menuturkan bahwa kejadian sendiri bermula saat barham mendengar bahwa salah satu keluarganya di hadang dan di provokasi oleh Supardi di persimpangan Desa.

“Saat itu saya diberitahu oleh salah satu keluarga bahwa salah satu keluarganya di hadang dan di provokasi oleh Supardi dengan cara menantang, dan dirinya tak menghiraukan hal tersebut,” beber Sugiantoro.

“Barham yang juga mendengar kejadian tersebut tidak terima dengan perlakuan Supardi yang menghadang dan provokasi salah satu keluarganya tersebut langsung mendatangi Supardi.”

“Betul saja, saat saya datang mereka sudah duel dengan membawa sajam berupa clurit, saya yang berusaha melerai untuk menyelamatkan Barham juga kena sabetan celurit di bagian belakang pundak saya,” papar Sugiantoro.

Sementara itu, Keron yang juga salah satu keluarga dari Barham serta Sugiantoro pada awak media menyampaikan “banyak di pemberitaan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, maka dari itu karena keluarga saya juga jadi korban maka kami dari pihak keluarga juga akan melaporkan balik Supardi,” papar Keron.

“Semua berawal dari hadangan dan provokasi Supardi, dan Sugiantoro berniat melerai tanpa membawa sajam/apapun. Tapi di pemberitaan disampaikan bahwa mereka berdua mengeroyok Supardi, itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.”

“Perlu diketahui bahwa Supardi bawa clurit juga, tidak seperti di beritakan bahwa Supardi mengambil/merebut clurit dari Sugiantoro,” beber Keron panggilan akrab Khoiron

Sementara itu, Kapolsek Lekok AKP Agung Sudjatmiko saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi pesan whatsApp menyampaikan hasil penyelidikan awal, motif perkelahian tersebut diduga dipicu dendam saat pemilihan kepala desa di Alastlogo.

“Diduga dipicu karena ada dendam lama saat terjadi pilkades beberapa waktu lalu,” ujar Kapolsek Agung. (Tofa)

Editor : dhw_robhin

RELATED ARTICLES

Most Popular