PASURUAN – Seperti tahun-tahun sebelumnya di penjuru dunia seluruh umat Islam merayakan peristiwa besar (Isra’ Mi’raj) dengan berbagai caranya. Seperti halnya di SMK Negeri Rembang Kabupaten Pasuruan, acara peringatan isra’ mi’raj juga diadakan.
Bertempat di halaman sekolah pada hari Jumat 17 Februari 2023 / 27 Rajab 1444 H, acara peringatan isra’ mi’raj berlangsung dengan penuh hikmat dan antusiasme para siswa-siswi serta guru dan karyawan sekolah yang hadir.
Acara diawali dengan pembacaan doa oleh keluarga besar SMKN 1 Rembang yang dipimpin oleh Evi Ristiana Andayani, M.Pd itu.
Dalam sambutannya, Evi menyampaikan, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa isra mi’raj ini.
“Dengan acara peringatan tersebut, diharapkan siswa-siswi SMKN Rembang menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius dalam menyebarkan kebaikan. Dan SMK Negeri Rembang sebagai Instansi Pendidikan, akan konsisten dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sekolah, guna mencetak generasi tangguh, berakhlak mulia, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” kata Evi.
Sementara itu, sebelum menyampaikan tauziahnya, Ummi Qurrota Ayunin memimpin seluruh keluarga besar SMKN Rembang melantunkan Sholawat Nabi.
Lalu, dalam tauziahnya, Ummi mengisahkan tentang perjalanan malam Rosulallah SAW saat isro’ mi’raj.
“Pada intinya kita sebagai umat Islam harus percaya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Walaupun secara logika sangat sulit diterima,” jelasnya.
Masih dalam tauziahnya, Ummi juga menerangkan, Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta.
“Pengertian Isra’ sendiri adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqso, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha atau langit ke tujuh,” paparnya.
Bagi umat Islam, lanjutnya, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.
“Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk memperingati, mengenang, dan mengagungkan peristiwa Isra Mi’raj yang merupakan bersejarah bersejarah sepanjang peradaban kehidupan manusia,” pungkasnya. (qomar)
Editor : dhw_robhin

