Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Diperingati Dengan Upacara dan Tabur Bunga

262 0

CIMAHI – Selasa (21/02/2023)
Berlokasi di pelataran kantor RW 10 Kampung Cirendeu,Kelurahan Leuwigajah,Kecamatan Cimahi Selatan digelar Upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dengan tujuan untuk memperingati peristiwa Longsornya timbunan sampah yang terjadi di Cireundeu dan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 157 Orang dan melenyapkan beberapa kampung diantaranya Cilimus,pasir Aki dan Gunung Kunci yang tertimbun oleh longsoran sampah.

Dalam kegiatan peringatan HPSN dan Tabur Bunga di Tempat Kejadian Longsor,Kang Rahmat Leuweung dan Anggota Dewan Komisi 2 Provinsi Jawabarat Memberikan tanggapan terkait Acara tersebut.
Kang Rahmat Leuweung mengemukakan Keprihatinan nya terkait masih kurang kesadaran pemerintah dalam hal penetapan kawasan menjadi tempat pembuangan Sampah.
“Tema HPSN Harinini adalah sebuah upaya lewat peristiwa ini agar seyogyanya manusia menjadi sadar(eling) tentang tragedi Leuwigajah ini yang telah memakan korban 157 orang,itu bukan bilangan yang sedikit selanjutnya ini merupakan Tragedi lingkungan dan Isu lingkungan,yang mana Negara dalam hal ini gagal dalam mengelola kawasan,Kawasan yang dulunya merupakan sawah produktif dengan hasil panen tiga kali dalam setahun menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya menjadi tercatat secara Nasional sebagai Peringatan Hari Sampah Nasional(HPSN).Saat hal ini terjadi kami sempat cek terkait AMDALnya ternyata tidak keluar,artinya jika kembali ke belakang di tinjau dari sisi regulasi kawasan yang dijadikan tempat pembuangan sampah ini ternyata lemah,namun pemerintah tetap memaksakannya.Dari sisi Tradisi ada hal yang dilanggar karena kawasan yang dianggap Sakral tetap dipaksakan menjadi tempat pembuangan sampah,padahal wilayah ini merupakan teachment area atau tangkapan air terbukti dengan adanya mata air Cilimus,Namun ini sudah terjadi,maka Fokusnya adalah bagaimana semua menyadari am menjadi sebuah pelajaran tentang tragedi ini,kawasan yang bukan peruntukannya dipaksakan menjadi tempat pembuangan sampah maka sebuah tragedi yang memilukan terjadi.Saya berharap pemerintah berhati-hati dalam menetapkan sebuah kawasan,karena harus betul-betul melalui kajian mendetail dan mendalam,juga harus menghormati juga sisi keyakinan dan ada yang ada di lingkungan tersebut agar tidak terulang lagi seperti peristiwa 18 tahun yang lalu yakni Tragedi Longsor nya sampah yang diabadikan oleh pemerintah pusat sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).”Ungkap Pemerhati Lingkungan Rahmat Leuweung.

Anggota Dewan Propinsi Jawabarat dari Komisi 2 Yunandar yang kebetulan hadir dalam acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Cireundeu Menyampaikan tanggapannya terkait kegiatan tersebut,
“Hari ini kita memperingati HPSN yang merupakan sebuah momentum untuk mengingat bahwa saat ini manusia tidak mungkin hidup tanpa Sampah.Kita harus membangun kesadaran tentang sampah,apakah akan dibuang,dimanfaatkan atau bahkan bisa bernilai ekonomis.Saya berharap Kampung adat Cireundeu ini maju kedepan dan memberikan contoh yang bisa memanfaatkan sampah dan menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi.Saya berharap pemerintah hadir disini dan bekerjasama dengan masyarakat,karena sesungguhnya yang memiliki negara ini Rakyat atau Masyarakat bukan Pemerintah.Dalam hal ini pemerintah biasa melaksanakan Open Dumping atau ditumpuk saja sampai suatu saat ada kejadian baru diantisipasi.Namun hal yang cukup disayangkan leading Sektor yang membidangi persampahan Kabarnya tidak hadir dalam kegiatan hari ini,namun tadi saya lihat ada Pak Lurah Leuwigajah juga dari ASN pemerintah Kota Cimahi juga anak-anak sekolah,hal ini cukup bagus untuk Edukasi.Pemerintah Jawa barat melalui RPJP memiliki rencana Green Provin,Green City lalu Green Village dan semua berujung pada Green Economic dalam skala internasional,Semua diharapkan kembali ke Alam dalam sebuah ekosistem yang dilestarikan.Hari ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk memikirkan ulang apa yang sudah kita lakukan kebelakang dan apa yang akan kita lakukan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.”PunhkasYunandar dari Komisi 2 DPRD Propinsi Jawabarat.

(Achmad $)
Editor : dhw_robhin

Related Post