Puluhan petani Dusun Wangkit Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Lumajang hari ini bergotong royong bersama memperbaiki saluran air yang mengaliri sawah petani seluas hampir 30 ha di dusun tersebut.
Kegiatan ini sudah berlangsung kesekian kalinya dan menghabiskan murni swadaya masyarakat hampir senilai 50 juta Rupiah yang kami fokuskan pada perbaikan dam kecil yang rusak karena di makan usia, tutur ali misnadi perwakilan warga, masyarakat bahu membahu dengan biaya sendiri bekerja keras untuk perbaikan dan juga mengangkat sedimentasi agar air bisa sampai di lahan seperi yang diharapkan apalagi menjelang musim kemarau seperti sekarang ini.
Kegiatan ini juga kami upayakan sebagai wujud kebersamaan antar petani yang ada, kami pingin menunjukkan bahwa petani kalau bersatu mampu menyelesaikan masalahnya tanpa bergantung pada pihak pemerintah.
Kedepannya kami berharap pada pemerintah Desa sentul untuk proaktif melakukan intervensi terhadap sektor pertanian lewat APBD desa dari sumber anggaran Dana Desa yang sudah ada posnya untuk sektor pertanian.
Dihubungi secara terpisah Iskhak Subagio, SE selaku Ketua HKTI DPC Lumajang menyatakan sudah selayaknya pola pembinaan kelompok tani paradigmanya dirubah, contoh diatas menunjukkan bahwa sesungguhnya petani itu proaktif dalam mengatasi permasalahan tinggal pihak terkait menangkap hal tersebut, kami berharap intervensi dari pemerintah Kabupaten Lumajang lebih di tekankan pada kelompok tani yang proaktif sehingga menjadi pemicu bagi poktan yang tidak aktif agar bergerak meniru yang aktif, istilahnya kita harus memberikan reward lebih pada poktan yang aktif sehingga intervensi program yang dilakukan bisa termanfaatkan maksimal (ER)






