Tujuh puluh delapan tahun sudah negeri kita merdeka dengan semangat bersama untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai penyangga tatanan negara indonesia diharapkan Petani mampu menjadi menyokong tiang agung negara Indonesia.
problematika sektor pertanian tiap tahun makin berat seiring dengan perkembangan dan arah politik pertanian yang ada.
Menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan bahan kimia yang masiv di sektor ini membuat ekosistem pertanian pertanian menjadi tidak seimbang sehingga berakibat endemi organisme pengganggu tanaman terus terjadi, di Kabupaten Lumajang saat ini serangan hama tungro, tikus, wereng coklat, penggerek batang dan organisme lain masih marak terjadi.
Tergantung nya petani terhadap pupuk subsidi merupakan masalah tersendiri yang cukup pelik, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir masih dijumpai kasus pelanggaran penyaluran subsidi pupuk oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sepertinya para oknum tersebut tidak memiliki efek jera walaupun Bupati dan Kapolres Lumajang secara tegas menyampaikan agar tidak main main lagi diatas penderitaan para petani namun dilapangan masih banyak keluhan dari para petani.
Sedimentasi dan pencemaran sampah di saluran irigasi berakibat pada turunnya kesuburan tanah dan mengurangi produktivitas para petani, perlu kebijakan yang lebih komprehensif dalam perlindungan para petani, regulasi berupa perda dan perbub untuk perkuatan perlindungan petani.
Jebolnya dam gambiran yang hampir 3 (tiga) tahun belum tertangani dengan baik juga merugikan petani milyaran rupiah, langkah cerdas diperlukan untuk mengelola sektor ini.
Dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) juga mutlak diperlukan untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah pada petani, di struktur APBD Lumajang saat ini masih minim dana yang dikucurkan ke sektor pertanian, jika tidak ada Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT), APBD propinsi dan APBN maka kegiatan pemberdayaan petani akan terhenti.
Regenerasi buruh di sektor pertanian juga masalah tersendiri karena tidak semua jenis pekerjaan sektor pertanian yang dimekanisasi, generasi muda kita tidak ada yang tertarik bekerja di sektor pertanian, paradigma bahwa petani itu tergambar susah dan masa depannya tidak jelas, padahal sebenarnya dengan pola tata kelola yang cerdas hal itu tidak akan terjadi.
Menurut Iskhak Subagio Ketua DPC HKTI Lumajang menambahkan bahwa di Lumajang perlu kebijakan yang jelas tentang arah pembangunan sektor pertanian ini, arah pembinaan kelompok tani lebih ditujukan kepada kelompok tani yang aktif saja ini ditujukan untuk menimbulkan persaingan yang masiv antar kelompok tani tujuan akhirnya adalah kelompok tani akan aktif dan dinamis (ER)

