BONDOWOSO, GEMPUR NEWS – Bupati Bondowoso Drs.Kh Salwa Arifin meresmikan BUMDESA BERSAMA Tenggarang mandiri LKD sekaligus penyantunan anak yatim dan kurang mampu bertempat di pendopo Kecamatam Tenggarang Rabu (20/9/2023).
Bupati Bondowoso Drs.Kh Salwa Arifin menyampaikan Syukur alhamndulilah kepada Alloh Swt dengan di resmikanya BUMDESA BERSAMA bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini betul-betul punya peran penting dan terasa manfaatnya kepada masyarakat bisa menumbuhkan ekonomi perekonomian bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati.
Bupati juga berharap dengan di diresmikan Bumdesa Bersama tersebut bisa menjadi percontohan sebagai bumdes terhadap daerah-daerah yang lain.

“Terima kasih atas terbentuknya Bundes ini mudah-mudahan ini bisa membawa peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Tenggarang.”himbaunya.
Dengan berdirinya Bumdesma tersebut bisa di kerjakan oleh masyarakat dan menjadi tempat untuk meningkatkan perekonomian program lokal bagi masyarakat Kecamatan Tenggarang.
Di samping itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Bondowoso, Ahmad mengatakan bahwa ada kewajiban PNPM Mandiri itu untuk bertransformasi menjadi bumdesma dan sesuai dengan data yang kami miliki.
“Di Kabupaten Bondowoso ini dari sekian banyak yang ada itu yang sudah transformasi sebanyak 18 menjadi puskesma selebihnya sebanyak 4 masih dalam proses
untuk melakukan transformasi,”jelasnya.
Harapannya dengan transformasi SBMPTN menjadi bumdesma sesuai dengan harapan Bapak Bupati.
“Ini dapat mendukung perekonomian di masyarakat terutama di masyarakat pedesaan,”ungkap Ahmad.
Menurut ahmad hal tersebut tidak akan mengganggu terhadap jenis usaha yang ada di bumdes. Justru ini akan memberikan dampak yang positif,” ungkapnya.
Di tempat yang sama Camat tenggarang Rifki Haryady mengatakan untuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya akan diverifikasi oleh kemendes setelah selesai ada verifikasi atau revisi nanti diteruskan Kemenkumham.
“Kesulitan kita memang posisinya ini kan Transformasi dari sp pnpm di mana ada proses pengalihan aset pengalihan SDM,” terangya.
Jelas Camat, sesuai ketentuannya semua aset harus dijadikan sebagai asetnya nanti proses yang kedua pengelola PNPM juga otomatis sebagai pengelola di usaha-usaha yang sudah ada.
Dana bergulir ke masyarakat atau pinjaman itu tetap kita teruskan karena kemarin di Tahun 2022 nilai aset kita 2,2 m yang bergulir di masyarakat. Dan rapat usaha yang akan dirintis itu di percetakan dan ATK jadi jual beli ATK, mudah- mudahan lancar dan produktif.” pungkasnya.
(Dar)
Editor : dhw_robhin






