GEMPURNEWS, Malang – Kasus pencabulan terhadap anak seolah tidak pernah berakhir. Diberbagai tempat masih saja terjadi, termasuk yang saat ini terjadi di Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
Dua kakak beradik, S (16) dan A (13) menjadi korban pencabulan oleh seseorang yang diduga masih satu kampung dengan para korban.
Ibu korban yang ditemui awak media, Jumat (6/10/2023) menceritakan jika kakak beradik ini menjadi korban pencabulan dan diketahui saat anak-anaknya mengalami sakit pada bagian alat vitalnya.
“Kalau anak saya yang kecil ini, saya melihat kok kondisi lemas dan demam waktu itu, terus dia nunjukin di bagian itu, setelah saya lihat kok bengkak,” ucapnya dengan menangis.
Lanjutnya,” sementara kalau yang kakaknya sampai saat ini diam saja dan terlihat depresi, susah diajak ngomong.”
Menurut orang tua korban, permaslaahan ini sudah dilaporkan ke PPA Polres Malang dan sedang menunggu perkembangan prosesnya.
“Sudah saya laporkan mas ke PPA Polres Malang, katanya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, Cuma gak tahu kenapa kok lama prosesnya,” ujar ayah korban.
Penyidik Unit PPA Polres Malang, Aipda Rendi mengatakan kepada awak media jika proses masih dalam tahap penyelidikan mas.
Masih dalam proses penyelidikan mas, sambil menunggu visum dari rumah sakit yang belum keluar,” katanya.
Lanjut Rendi,” bahwa kasus yang menimpa kedua korban ini juga menjadi prioritas penanganan, kami karena salah satu korban memang ada keterbatasan, jadi agak susah komunikasi, dan sulit tuk memberikan keterangan
Sementara itu, Hendro aktivis sosial dari Kromengan yang cukup kritis terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti ini membuka suara.
“Pelecehan seksual dan pencabulan di Kromengan banyak, kasusnya tidak hanya ini saja, menurut monitor saya dan teman-teman ada 2 korban pencabulan lain,” cetusnya.
Lanjut Hendro,” kasus yang dilaporkan, tinggal kita menunggu penanganan yang dilakukan Polisi, terutama bagi kasus kakak beradik ini, perlu ada yang tergerak menjadi pendamping hukumnya, kasihan mereka.”
Salah satu warga masyarakat yang juga tetangga korban yang tidak berkenan namanya disebut bersuara dengan keras.
“Kami berharap ini segera ditangani oleh pihak berwajib, jangan dibiarkan saja, kasihan korban, apalagi yang kecil itu, sudah kondisi disabilitas jadi korban pria bejat itu, dan ini bahaya bagi kami di lingkungan yang mempunyai anak-anak kecil,” ungkapnya dengan kesal.
Repoter midianto






