Cimahi,Sabtu(14/10/2023)
Viralnya Diksi Pencopotan Pj.Walikota Cimahi mendapat sorotan dari berbagai pihak,Dari sekian tokoh Masyarakat Kota Cimahi,Dedi Raharja Salah satu diantaranya,
“Dipastikan Kepala Daerah/ Gubernur/ Bupati/ Walikota tidak bisa mengendalikan inflasi, Sekalipun seorang presiden.
Ini terbukti, semenjak tahun 1980-an hingga sekarang di Negara kita terus terjadi inflasi,dari harga bahan bakar Premium Rp 150 per liter dan Solar Rp 52,5.per liter, dari harga beras berkisar antara Rp 230 hingga Rp 340,Hal Ini merupakan bukti konkrit. dari tahun ke tahun naik dan naik.”Ungkapnya.
Kemudian Dedi Raharja melanjutkan keterangannya,
“Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tidak bisa hanya berdasarkan laporan dari staffnya saja,namun harus melakukan cek and ricek langsung,sebab terjadinya kenaikan harga beras tersebut salah satu faktornya adalah dipicu oleh kenaikan Bahan Bakar Minyak(BBM) ,baik itu Pertalite, Pertamax atau Biodiesel,
@pertamax.Sementara harga beras dari Rp. 12.500 menjadi Rp 13.300 ini otomatis pelaku pasar akan menaikan juga harga dagangnya,belum lagi harga pupuk, harga gabah pengendalinya bukan di kepala daerah/ walikota.”Tambahnya.
“Harus dipahami Kota Cimahi adalah tujuan atau pangsa pasar, semua bahan pokok yang ada di pasar- pasar Cimahi tidak ada hasil produksi sendiri di Kota Cimahi,semua bahan pokok itu berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Cianjur, Subang bahkan dari Jawa Tengah,apabila cara mengendalikan harga hanya dengan operasi pasar tidak akan menimbulkan harga bahan pokok akan turun,terutama beras.
Satu hal yang saya sesalkan Menteri Dalam Negeri ini adalah,Beliau tidak melihat kinerja penjabat walikota cimahi secara menyeluruh, wajib hukumnya bagi seorang menteri dalam negeri menegur langsung, memanggil atau berkomunikasi lewat telpon atau semua saluran yang tersedia, karena seorang walikota sebagai kepanjangan tangan menteri dalam negeri (berdasarkan surat penugasan langsung dari menteri dalam negeri),Seyogyanya
Harus melihat faktor- faktor yang lain,Jika hanya dengan alasan Inflasi di kota Cimahi apakah juga berdampak terhadap masyarakat Cimahi.
Putusan pergantian Penjabat walikota menurut saya harus di kaji ulang, dan saya tidak yakin dengan menempatkan orang baru sebagai Penjabat Walikota Cimahi nanti akan bisa mengendalikan inflasi (yang menjadi alasan pencopotan jabatan Penjabat Walikota sekarang).
Saya hanya meyakini, pergantian Penjabat Walikota Cimahi nanti terindikasi hanyalah titipan promosi eselon atau fragmatis.”Pungkas Dedi
Sumber:Dedi Raharja
Achmad $






