Pasuruan – Akibat ulah Sulaiman yang sering bikin masalah hingga menyebabkan konflik yang kian memanas di Ponpes Al-Ikhlas, berlokasi di Ketapan RT.02 RW.08, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Akibatnya, Sulaiman yang dituding ingin merebut kepengurusan ponpes dilaporkan ke polisi oleh Pembina Ponpes Al-Ikhlas Abdullah.
Abdullah terpaksa melaporkan adik dari pengasuh ponpes tersebut lantaran diduga melakukan pemalsuan kop surat milik ponpes.
Menurut Abdullah, saat didampingi pengacara Dedy Efriadi, SH., persoalan itu muncul ketika Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas KH. Mukhlas Syarif meninggal dunia, 14 April 2023 lalu.
Sejak sepeninggal almarhum, imbuhnya, Sulaiman dinilai “menguasai” ponpes itu. Bahkan, Sulaiman membuat banner yang bertulisan ndalem pengasuh KH. M. Sulaiman SHI, MPDI yang berada di wilayah ponpes Al-Ikhlas.
“Padahal tempat tinggal Sulaiman berada di RT 02 RW 09,” tukasnya.
Masih menurutnya, seluruh pengurus yayasan ponpes tersebut menyebutkan jika seharusnya istri dari alm.H. Mukhlas Syarif, yakni Hj. Nova Auliyatul Faizah adalah sebagai ketua yayasan.
Namun, Sulaiman dinilai telah bertindak seolah-olah menjadi pengasuh. Ia juga mengambil alih kepemimpinan pondok. Bahkan, berani menempati Guest House yang ada di Ponpes itu.
“Padahal yang bersangkutan dulunya hanya diminta untuk membantu di ponpes ini. Tapi, ketika Gus Mukhlas Syarif meninggal, seolah-olah mengambil alih semuanya,” ujarnya.
Menurut Abdullah, gelagat buruk Sulaiman itu telah muncul sejak Gus Mukhlas Syarif sakit.
Bahkan Sulaiman disebut sempat membeberkan kalau dirinyalah yang nantinya akan menjadi pewaris dan penerus pondok pesantren setempat, bila Gus Mukhlas telah wafat.
Namun, pernyataan Sulaiman itu sempat dibantah mendiang Gus Mukhlas. Bahkan Gus Mukhlas Syarif sempat marah lantaran ia memandang pewaris dari Ponpes itu adalah istri dan anaknya.
Diungkapkan Abdullah, salah satu keluarga dan pengurus (yang tidak mau di sebut namanya) pernah melaporkan ke Gus Mukhlas Syarif bahwasannya di Al-Ikhlas bakal itu ada dua kepemimpinan.
Padahal sebelumnya, Gus Mukhlas Syarif pernah menegaskan jika yang menjadi pengasuh sekaligus pemilik ponpes Al Ikhlas adalah dirinya, dan bukan Sulaiman.
Bahkan pada waktu itu, terang Abdullah, kemarahan Gus Mukhlas Syarif membuat Sulaiman hampir diusir.
Lalu, sepeninggal Gus Mukhlas Syarif, kekhawatiran terhadap ukah Sulaiman terjadi. Disebutkannya, Sulaiman menguasai dan mengambil kurang lebih 50 stempel ponpes tanpa izin dari pengurus yayasan maupun pengurus pondok pesantren.
Sementara itu, Anang Makruf selaku pengawas yayasan mengatakan, sejak berdirinya yayasan Al-Ikhlas selalu mengikuti dan mendampingi Gus Muklas Syarif pada awal mendirikan sampai meninggal dunia.
“Saya tahu siapa pendirinya dan pemilikan tanah semuanya yakni milik Gus Muklas Syarif selaku pemilik tanah,” katanya.r
Ditambahkan Anang, pihaknya (Sulaiman) juga pernahilh berusaha mengubah akta pengurusan yayasan, meski akhirnya gagal dilakukan.
“Saat itu, seluruh pengurus yayasan menolak dengan langkah sulaiman tersebut, bahkan juga ingin merubah dan mengganti Nadhir Akta Waqaf tanah menjadi namanya (Sulaiman), yang oleh Gus Mukhlas Syarif di Waqaf kan untuk Pendidikan pondok pesantren dan masjid,” terangnya.
Bahkan, Sulaiman dituding merekrut “preman bertato” untuk dijadikan petugas keamanan di wilayah ponpes setempat. Hal ini, yang akhirnya memicu persoalan. Karena ditengarai, perekrutan itu memakai kop surat palsu yang mengakibatkan penganiayaan dan pengancaman terhadap security dan pengurus pondok pesantren.
“Dia bukan pengasuh yayasan. Tapi, memanfaatkan kop surat yayasan dan menandatanganinya. Itu yang membuat kami melakukan pelaporan,” terang Abdullah.
Abdullah mengaku, saat ini pihaknya melaporkan dugaan pemalsuan surat yang dilakukan Sulaiman. Laporan itu, dilayangkannya Rabu (27/12) ke Mapolres Pasuruan. Kami harap, pihak kepolisian memproses perkara ini.
Abdullah memaparkan, bahwa Sulaiman bukan pendiri asli, dan tidak punya warisan disitu. Itu murni Ponpes atau yayasan Gus Muklas Syarif dengan istrinya. Satu lembar pun Sulaiman tidak ada bukti atas namanya, dan bukan ahli waris dari orang tuanya.
“Salah besar kalau Sulaiman mengatakan sebagai pengasuh apalagi pengurus yayasan. Dari dulu Sulaiman itu sudah tidak di aktifkan atau di keluarkan oleh Gus Mukhlas Syarif,” jelasnya.
Abdullah menerangkan, bagi orang yang tidak mengetahui asal usul dengan Sulaiman seakan-akan betul. Namun, semuanya tidak benar .
“Kalau kemana-mana mengaku sebagai pengasuh padahal dia tidak pernah diangkat sebagai pengasuh oleh pengurus yayasan” lanjutnya.
Ainul Yaqin sebagai seksi pendidikan di ponpes Al-Ikhlas mengatakan “pendidikan yang ada di ponpes Al-Ikhlas kondusif, aman dan lancar bahkan guru dan para santri tambah semangat, tidak terpengaruh , tetap exsis karena management tertata dengan rapih dan jelas sesuai dengan arahan KH.Machrus Ali sebagai Pengasuh untuk meneruskan dan menjalankan amanah serta perjuangan dari Gus Mukhlas Syarif.”
Pembina Ponpes Al-Ikhlas Abdullah menambahkan juga, karena dilaporkan ini, Sulaiman hampir delapan bulan membuat masalah, sudah di tegur dan di nasehati bahkan gurunya sendiri memberi nasihat tetap sulaiman membuat masalah dan semakin melampaui batas. Sehingga kita melaporkan kepada pihak yang berwajib. (qomar)






