Cimahi,Kamis(29/02/2024)
Bandwagon effect adalah istilah yang sangat pas untuk menggambarkan kondisi Bangsa Indonesia saat ini.
Mengapa demikian?
Berdasarkan amatan, generasi muda Indonesia memiliki kecenderungan menjadi pengikut trend. Hal ini dapat dilihat dari gaya hidup sosialnya.
Bandwagon effect sering kali kita lihat dari bagaimana cara berpakaian, interaksi media sosial, penyaluran hobi bahkan cara menyikapi hal-hal yang berbau politik seperti pelibatan dalam pemilu.
Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia belum memiliki kepercayaan diri yang kuat, teguh pendirian dalam mempertahankan ide untuk menjadi penggagas yang kokoh.
Sikap ini dapat disebut sebagai sikap yang angin-anginan, karena pendirian akan mudah berubah seiring situasi dan kondisi ramai pada suasana di lingkungan sosialnya.
Sikap ikut-ikutan ini bisa berpengaruh juga pada pilihan politik. Semisal, bila di tanggal 14 Februari 2024 lalu saat hari pemilihan suara, mereka memilih kandidat A dan ternyata saat ini kalah, maka serta merta mereka beralih dukungan ingin menjadi bagian dari kandidat yang menang.
Tidak menutup kemungkinan pada beberapa kasus, semisal bila diselenggarakan pemungutan suara ulang di beberapa daerah, situasi ini sangat mungkin tidak cukup menguntungkan bagi para kandidat yang telah dinyatakan kalah sebelumnya. Sebaliknya, akan sangat menguntungkan bagi kandidat yang telah dinyatakan menang, karena kemungkinan akan terjadi eksodus suara.
Peralihan dukungan ini sangat mungkin terjadi, karena memang karakter masyarakat kita telah terjangkit Bandwagon Effect.
Bila mereka awalnya memilih kandidat yang saat ini dinyatakan kalah, maka saat diselenggarakan pemilihan suara ulang kemungkinan besar akan berbalik dukungan kepada kandidat yang sebelumnya telah dinyatakan menang secara nasional.
Sungguh tragis memang …
Jadi bila melihat karakter masyarakat saat ini, sungguh suatu hal yang sia-sia dilakukan pemungutan suara ulang.
Termasuk semisal suatu saat nanti ketika terjadi demonstrasi besar-besaran untuk menyikapi permasalahan yang ada, kaum yang terjangkit “bandwagon effect” ini akan turut serta pula ambil bagian.
Karena, pemikiran mereka adalah hanya ingin menjadi bagian dari keramaian yang ada, meskipun tidak memahami maksud dan tujuan dari apa yang mereka lakukan.
Oleh:Fajar Budhi Wibowo,M.Si.,M.Hum.
Koordinator Umun LSM KOMPAS(Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi)
Achmad $






