Anggota DPRD Barut.  Meminta Pemkab Atasi Mahalnya Harga LPG Rp. 50.000/Tabung.

201 0

BARITO UTARA- Anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri meminta Penjabat (Pj). Bupati Barito Utara, turun tangan mengatasi sulitnya warga mendapatkan elpiji bersubsidi 3 kg di pangkalan dan mahalnya harga jual yang kini tembus harga Rp. 40.000 hingga Rp. 50.000 per tabung.

“Harga jual elpiji bersubsidi 3 kg sudah tidak wajar. Masa elpiji bersubsidi 3 Kg harganya mencapai rp.50 per tabung. Pj. Bupati harus turun tangan dalam menyikapi keluh kesah masyarakat, “kata Tajeri, Kamis tiga hari lalu (18/4/2024).

Dikatakannya, HET yang ditetapkan dan diterbitkan pemerintah daerah harus diberlakukan. Jika Pemkab tidak bisa menerapkannya hapus saja HET itu. Apalagi masalah elpiji ini sudah berlangsung lama, dan belum tuntas sampai detik ini.

“HET nya sudah ditentukan harus ditertibkan, atau kalau memang tidak mampu menertibkan batalkan saja HET tersebut. Jangan sampai HET dipandang sebelah mata oleh para pelaku usaha. Harganya mencapai Rp. 50 per tabung, “kata Tajeri.

Menurutnya, mereka angkat bicara karena kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan hak- hak masyarakat yang seharusnya menikmati elpiji 3 Kg bersubsidi.

Faktanya di Barito Utara terbalik 100 derajat. Apakah pemerintah daerah dalam hal ini sudah ada SATGAS khusus penanganan Elpiji 3 Kg sudah tidak ada lagi atau bubar ?

“Saya sebagai wakil rakyat merasa miris dengan kejadian ini, begitu lama dan seakan-akan dibiarkan begitu saja, peristiwa ini sudah lama berlangsung di Barito Utara. Alih-alih ada perubahan sebaliknya kondisi di lapangan lebih
parah, “ungkapnya.

Tajeri meminta pemerintah daerah dan dinas terkair belajar ke Kabupaten dan Provinsi tetangga Banjarmasin, Kalsel. Dari dulu sampai sekarang elpiji nersubsidi 3 Kg di jual hanya RP  20 per tabung. Silahkan cros cek oleh dinas terkait biar jelas Semoga hati nurani para pemimpin daerah terbuka lebar untuk masalah elpiji bersubsisi 3 Kg.

“Kita wakil rakyat tunggu realisasinya, dan terima kepada masyarakat yang menitipkan amanah kepada saya, mohon maaf atas kekurangan saya sebagai wakil rakyat belum sepenuhnya mampu mengurai benang kusut permasalahan elpiji bersubsidi, “tutupnya melalui sambungan telpon.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani mengatakan, pemerintah terus mengambil langkah kebijakan agar elpiji bersubsidi 3 kg mudah di dapat warga, sekaligus bisa menekan harga tinggi di kios-kios eceran. Sudah ada pertunjuk dari pimpinan untuk melakukan sosialisasi sampai penertiban ke depannya.

“Sosialisasi kepada pedagang kios eceran akan kami lakukan mulai besok. Kegiatan awalnya memberi pemahaman kepada kios- kios eceran terkait bisa tidaknya menjual elpiji bersubsidi 3 kg. Regulasi yang ada penjualan hanya di pangkalan resmi yang di tunjuk pertamina. Memang membatu keberadaan kios menjual elpiji, tetapi kalau harganya mahal ini menjadi persoalan dan keluhan, “kata Dewi Handayani.    (SS) 

Related Post

Rapat Koordinasi Pusdalops Karhutla Barut

Posted by - 27 September 2019 0
  Barito Utara.Gempurnews.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara,menyelenggarakan rapat Koordinasi Pusat pengendalian Operasional (Pusdalops) Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla),untuk…