Desa Pesucen Bangkit, Tingkatkan Kemandirian Warga Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat

54 0

Banyuwangi – Gempurnews.com. Minimnya kesadaran masyarakat dalam memaksimalkan peluang ekonomi yang ada, hingga kurangnya produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan waktu yang ada, membuat Pemerintah Desa Pesucen kecamatan Kalipuro terus berupaya untuk meningkatkan kemandirian warga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Program Pelatihan Usaha hingga Program Bantuan Ketahanan Pangan, menjadi program andalan pemerintah desa dibawah kepemimpinan Sirojudin, selaku Kepala Desa Pesucen.

“Sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, bahwa Dana Desa (DD) itu untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Cuman, kita memang mengalami sedikit kendala, terkait kesadaran masyarakat terutama masalah UMKM, saya sudah berupaya keras mensosialisasikan kepada masyarakat, cuman masih sangat rendah responnya, karena apa, ngapunten kebanyakan masyarakat ini sudah terbiasa dengan bantuan sosial dalam bentuk tunai, sehingga sulit untuk menanamkan kesadaran pada mereka akan pentingnya berwirausaha, mengembangkan potensi dirinya guna meningkatkan sumber perekonomiannya.” Terangnya Rabu (20/11/2024).

Dalam kesempatan itu dirinya juga menyampaikan apa yang menjadi harapannya, “Saya berharap, di tahun-tahun awal pemerintahan saya, saya ingin menciptakan usaha-usaha yang sebanyak-banyaknya, saya ingin menciptakan tenaga-tenaga terampil, sehingga apa yang diberikan pemerintah desa ini benar-benar bermanfaat dan berkembang.” Ujarnya penuh harap.

Masih Sirojudin, “Kepada warga saya sering menanyakan apa sih yang mereka inginkan, usaha apa, minimal yang bisa menopang ekonomi mereka dan berkelanjutan, biar kita nanti yang mendatangkan mentor dari luar untuk memberikan bimbingan dan pelatihan kepada mereka, baru kalau skill mereka berkembang kita berikan bantuan barang atau alat yang mereka butuhkan, kalau sekarang langsung saya kasih bantuan tanpa bekal keterampilan, yang ada usaha mereka hanya copy paste atau meniru usaha-usaha yang sudah ada, dan akhirnya justru merusak pasar.” Tandasnya

Menguatkan pernyataannya dirinya mencontohkan Pelatihan Kerajinan Kayu yang tengah dilaksanakan, pelatihan ini merupakan kerja sama pemerintah desa dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kab.Banyuwangi, sekitar 25 anak dari tiga dusun menjalani pelatihan selama tiga hari untuk membuat berbagai macam kerajinan kayu, seperti figura, vas bunga, rak pensil, kaligrafi dan hiasan lainnya.

“Kami harapkan dari mereka nantik bisa terbentuk pokmas yang bergerak dibidang kerajinan, mungkin kita bisa bantu apa yang dibutuhkan nantinya, bahkan sampai pemasaran pun nanti akan kita bantu carikan, kita juga siap menampung hasil mereka untuk nantiknya kita gunakan sebagai sovenir atau cindera mata yang akan kita berikan kepada tamu-tamu kedinasan sebagai bagian dari promosi bahwa ini loh hasil karya kami, ini lo produksi yang ada didesa kami.” Paparnya.

Tidak hanya pelatihan kerajinan kayu, Sirojudin juga memaparkan beberapa pelatihan yang telah berjalan, seperti Pelatihan Budidaya Magot, Pelatihan barista hingga Pembuatan Tote bag, yang juga merupakan bagian dari dukungan pemerintah desa terhadap pengendalian sampah pelastik.

“Kita punya Barista yang sampai direkrut salah satu hotel bintang lima di Surabaya, kita juga pernah memberikan pelatihan budidaya Magot, sampai kita fasilitasi alatnya, karena magot ini juga berhubungan dengan ternak unggas, seperti ayam dan lele, ada pula pelatihan jualan online seperti tiktok, shopee, lazada, kita bimbing mereka agar apa, agar pasar mereka tidak hanya berputar dilokalan saja namu bisa sampai keluar daerah. Kedepan saya juga ingin memberikan pelatihan bahkan membuat perusahaan paving, mengingat kebutuhan paving setiap tahun selalu ada.” Pungkasnya.

Selain itu dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pemerintah desa melalui BUMDES telah membudidayakan ternak unggas, “Kemudian terkait ketahanan pangan, sebenarnya banyak juga permintaan terkait ternak unggas, budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dsb. Sementara yang kita jalankan yaitu ternak unggas yang kita percayakan kepada BUMDES, mengingat sudah saya coba tawarkan kepada masyarakat namun belum begitu ada respon, kedepan saya mentargetkan bila sudah terkumpul banyak, minimal lima, akan saya distribusikan kepada pak RT secara bergiliran, intinya biar dikembangbiakkan, nanti hasilnya kita juga punya pengepul ayam kampung yang seharinya membutuhkan sekitar satu ton ayam untuk dikirm keluar daerah.” Imbunya.(*/Sgt)

Related Post