
Inovasi GERDAL Tikus Poktan Karya Bhakti
Menjelang peringatan Hari Tani Nasional (HARTANAS) Tanggal 24 Oktober 2025 Kelompok Tani (POKTAN) Karya Bhakti Desa Kedung Rejo Kecamatan Rowo kangkung melakukan Gerakan Pengendalian (GERDAL) mandiri untuk mengendalikan musuh besar para petani yaitu Hama Tikus.
Dwita selaku petugas POPT setempat memberikan keterangan bahwa kita tidak boleh lengah untuk mengendalikan hama tikus ini karena potensi pembiakannya relatif cepat, dari pengamatan kami sepasang tikus jika tidak dikendalikan potensinya bisa ribuan ekor, makanya perlu diadakan GERDAL terus menerus, bisa dilihat hari ini walaupun hari libur karena hari minggu (22/9/2025) kita sebagai petugas yang ada dilapangan terus mengawal agar para petani sukses panennya.
Sementara itu koordinator POPT Lumajang, Waspodo menyampaikan pentingnya pengamatan terus menerus agar petani tidak kecolongan, kami hadir berbagi ilmu dan berbagi pengalaman agar petani bisa menyelesaikan permasalahannya secara cepat, mudah dan murah, ini terlihat hari ini dimana petani memaksimalkan sarana pompa air, jaring ikan dan pentungan untuk mengendalikan tikus, langkah ini diambil karena di lingkungan ini populasinya burung hantunya tinggi, jika dengan metode pengobatan, karena di khawatirkan tikus yang terkena obat, bangkai tikusnya dimakan burung hantu akibatnya predator alami tikusnya ikut mati, itulah ide dasar adanya gerdal “glonggongan” ramah lingkungan ini muncul, simpelnya lubang aktif yang di glonggong air makan semua tikus yang ada disarangnya akan keluar, di luar lubang jaring ikan sudah disiapkan sebagai perangkat, saat banyak yang terperangkap itulah petani melakukan eksekusi dengan pentungan.
Iskhak Subagio, Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasiona Propinsi Jawa Timur mengatakan bahwa inovasi gerdal tikus ramah lingkungan ini wajib di support saya yakin tiap poktan yang ada di Kabupaten Lumajang memiliki pompa air, dan melakukan gerdal ini relatif mudah murah dan efektif buktinya hasil tangkapannya sebanyak 163 ekor dari 2 lubang aktif dengan panjang pematang 10 meter, sangat efektif dan ekosistem tetap terjaga, gerdal ini juga di lakukan pada lahan yang belum tertanami padi, tujuannya agar saat sudah ditanami nanti petani minimal sudah lega karena potensi serangan tikusnya sudah dikendalikan pungkasnya (mandaER)









