HomeJawa TimurBanyuwangiKondisi Memanas, Pernyataan Kontroversi Salah Satu Anggota DPRD Banyuwangi Mendapat Respon Keras...

Kondisi Memanas, Pernyataan Kontroversi Salah Satu Anggota DPRD Banyuwangi Mendapat Respon Keras Seluruh Kades Di Banyuwangi

Gempurnews.com | Banyuwangi – Diduga sedang mencari sensasi, Pernyataan kontroversial salah satu anggota DPRD Banyuwangi berbuntut panjang. Ratusan kepala desa (kades) beserta perangkat desa dari seluruh penjuru Banyuwangi bersiap untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan gedung DPRD, yang rencananya akan digelar minggu depan.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas tuduhan yang dilontarkan Suwito, salah satu Anggota DPRD Banyuwangi, yang juga merupakan ketua Fraksi Partai Gerindra, ia menyebut 80% kades di Banyuwangi melakukan pemotongan dana bantuan sosial (bansos).

Pernyataan Suwito tersebut viral melalui unggahan video di akun Instagram @timesbanyuwangi. Dalam video tersebut Suwito menyinggung adanya praktek penyetoran sebagian dana Bansos yang diterima warga kepada pihak desa.

Advertisement

“Orang-orang tadi yang sudah mengambil uang kan disuruh bawa 600 ribu ke desa itu, wajib setor, kalau nggak disetor besok tidak akan dapat bantuan jadi orang yang sudah ambil tadi mungkin mau beli telur mungkin beli vitamin beli apa kan bingung Jadi orang itu nangis ke rumahlah,” ujar Suwito.

Dalam video tersebut. Ia juga menambahkan bahwa dirinya bersama Camat dan Dinas Sosial Singonjuruh mengetahui adanya praktik pengambilan BPNT dan PKH yang mengharuskan penerima menyisakan sebagian dana di ATM.

Andrik Tri Waluyo, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Banyuwangi, dengan nada berapi-api mengecam pernyataan Suwito. Andri menyayangkan tuduhan yang dianggap prematur dan berpotensi merusak citra pelayanan desa, baginya pernyataan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik seluruh kades, tetapi juga meresahkan masyarakat.

“Kami, seluruh kepala desa se-Kabupaten Banyuwangi, tidak terima dengan pernyataan oknum anggota DPRD Suwito itu. Dia menyampaikan 80% kades Banyuwangi telah melakukan pemotongan bansos. Perlu diingat, di Banyuwangi ini memang hanya 80% yang merupakan desa, sisanya kelurahan. Atas pernyataan yang tidak berdasar itu, kami kades se-Banyuwangi akan melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Banyuwangi,” tegas Andri saat ditemui awak media, Kamis (13/11/2025).

Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar yang pernah terjadi di Banyuwangi. Para kades menuntut Suwito untuk segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang dianggap telah mencemarkan nama baik mereka.

Meski begitu, kesalahan satu anggota tersebut, tidak serta merta mengurangi rasa hormat Andri pada lembaga Legislatif. Bahkan dirinya masih terus melakukan komunikasi dengan bebrapa Anggota dewan lainnya.

“Saya sebut ini oknum, sama halnya yang seharusnya ia sampaikan, bilamana ada satu dua temuan yang berkaitan dengan desa, kan bisa langsung mengkonfirmasi, meng-audensi satu dua pihak tanpa harus menyatakan pernyataan yang seakan semua kepala desa melakukan hal yang sama, dan itupun harus dibuktikan,” Terang Andri dengan penuh geram.

Lanjutnya, “Dan perlu diingat, jauh sebelum saya menjadi kepala desa, saya sudah mengenal satu persatu anggota dewan dan sebagian besar dari mereka berhubungan baik dengan saya, ini tadi saja banyak teman-teman dewan yang menghubungi saya termasuk Ketua Dewan dan Ketua Komisi 4 yang menaungi Suwito,” terangnya.

Andre juga menyampaikan, semua Anggota Dewan yang menghubunginya mencoba untuk memediasi dan mencoba untuk meredam polemik yang terjadi. Namun Andre tegas pada pendiriannya bersama anggotanya, Kepala Desa se-kabupaten Banyuwangi pihaknya berkomitmen untuk tidak berhenti berjuang sampai yang bersangkutan mau menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa se-kabupaten Banyuwangi.

“Ini soal harga diri, tidak ada kata mundur bagi kami, meski saya mengenal baik beberpa anggota dewan, saya menghargai mereka dan saya berharap mereka bisa menghargai saya, sekali lagi saya nyatakan, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada lembaga legislatif yang menaunginya, namun ini berkaitan dengan invidu atau oknum yang mencoba menghancurkan citra kami dan saya rasa tindakan ini juga mencoreng nama baik lembaga DPRD Banyuwangi.” Tandasnya. (*/)

RELATED ARTICLES

Most Popular