
SMPN 6 Kota Blitar Gelar MPLS Tahun Ajaran 2026 – 2027
BLITAR – Memasuki jenjang pendidikan yang baru merupakan langkah penting dalam perjalanan setiap murid. Lingkungan yang baru, teman-teman baru, guru baru, hingga budaya sekolah yang berbeda menjadi pengalaman yang akan membentuk kesan pertama mereka terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hadir sebagai gerbang awal yang membantu murid beradaptasi dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, aman, dan menyenangkan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi murid baru dan untuk tahun ajaran 2026 – 2027 SMPN 6 Kota Blitar sebagai satuan pendidikan melaksanakan MPLS yang telah dimulai pembukaannya pada Senin ( 13/7 ) dan akan dilaksanakan selama lima hari dalam kegiatan sebelum hari efektif kegiatan belajar mengajar.
Melalui kegiatan ini, murid dikenalkan dengan warga sekolah, lingkungan belajar, kurikulum, tata tertib, budaya sekolah, serta berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Blitar, Juli Setyanto, S.Pd, M.Pd kepada awak media.
” Pada tahun 2026, pelaksanaan MPLS si SMPN 6 Kota Blitar mengusung semangat MPLS Ramah, yaitu pendekatan pengenalan lingkungan sekolah yang berpusat pada murid dengan menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. MPLS Ramah menempatkan setiap murid sebagai individu yang harus dihormati, dimuliakan, dan dipenuhi hak-haknya sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi semua, terangnya.
Kasek SMPN 6 Kota Blitar menambahkan ” Tujuan utama MPLS Ramah adalah membantu murid mengenali potensi dirinya, mengenal warga sekolah, memahami lingkungan dan budaya sekolah, serta menumbuhkan karakter positif yang menjadi bekal dalam proses belajar. Selain itu, MPLS Ramah juga bertujuan menciptakan suasana sekolah yang bebas dari perundungan, perpeloncoan, diskriminasi, maupun bentuk kekerasan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik merasa diterima, dihargai, percaya diri, dan termotivasi untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. Melalui MPLS Ramah 2026, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan fisik, tetapi juga membangun budaya positif yang dilandasi semangat gotong royong, saling menghormati, kepedulian, inklusivitas, serta kolaborasi antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua, ” tambahnya.
Dengan demikian, hari-hari pertama di sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia. MPLS Ramah bukan hanya tentang mengenal sekolah, tetapi juga tentang menghadirkan hari pertama yang penuh harapan. Sebab, setiap murid berhak memulai perjalanan pendidikannya dengan rasa aman, nyaman, diterima, dan bahagia. (Rls/San)










