BANDUNG Gempurnews.com —
Saya bertemu Abah Deri dalam sebuah acara Peresmian Bale Rancage kampung pojok Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.
Tampak Abah Deri masih sanggup memainkan wayang golek dan juga menirukan suara dalam tokoh pewayangan, walaupun usianya sudah tidak muda lagi atau sudah menjelang senja. Namun, semangatnya masih tetap membara.
Diiringi Nayaga dari mahasiswa ISBI Bandung, Abah Deri menunjukkan kebolehannya mendalang dan masih bisa bersaing dengan dalang yang jauh lebih muda dari dirinya.
Diisela-sela acara tersebut, Abah Deri menceritakan bahwa dirinya mendapat ilmu mendalang dari Gurunya yang beralamat di Lio Genteng Tegalega, berpuluh tahun yang lalu. Tidabk hanya itu, disamping bisa mendalang dan membuat wayang golek, dia juga menguasai “beluk” Seni pantun sunda jaman dulu.
Namun meskipun begitu, dia hanyalah seorang pedagang aromanis keliling, yang menjajakan barang dagangannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. Baginya, menjadi seorang dalang dan pembuat wayang, tidak serta merta bisa mengangkat kehidupannya menjadi lebih baik. Kesenimanan dirinya seolah tak ada yang mau peduli. Untungnya, Abah Deri selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada dirinya, walaupun Kehidupannya sangat sederhana dan juga sebatangkara.
Inilah protret kehidupan Abah Deri, seorang dalang dan Seniman wayang golek yang luput dari perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Cimahi.
Semoga kedepan Abah Deri mendapatkan perhatian yang layak sebagai seorang dalang dan seniman wayang golek, karena sampai usia senja, dirinya masih menekuni seni wayang golek…..walaupun tidak bisa diharapkan…..Pun sapun (Asyaf)







