CIMAHI – Lagi-lagi.. Masyarakat diresahkan oleh oknum debt collector yang berulah arogan.
Dialami Us (45), warga kota Cimahi, yang tiba-tiba dihentikan oleh debt collector karena motornya dianggap menunggak angsuran.
Sontak saja Us yang merasa sudah melunasi anggsurannya, menolak ketika motornya akan dibawa.
“Jelas saja saya melawan ketika motor akan dibawa. Motor ini sudah saya lunasi sebulan yang lalu,” kata Us, Rabu (10/2/2021).
Lantas Us melanjutkan, adu mulut pun sempat terjadi antara Us dengan debt collector, atau yang biasa disebut mata elang (matel).
Setelah sempat cekcok, yang terjadi di jalan Kolonel Masturi kota Cimahi, menarik perhatian beberapa pengguna jalan lain, akhirnya matel meninggalkan Us bersama motornya.
Masih menurut Us pada Gempur News, kejadian ini bukan yang pertama menimpa dirinya.
“Pada 03 Februari 2021 Hari Rabu sekitar jam 18.45 WIB juga diberhentikan oleh 2 orang matel. Namun setelah saya jelaskan bahwa motor ini sudah lunasi pada bulan januari kemarin, akhirnya mereka pergi. Hari ini untuk yang kedua kalinya saya dikejar dan diberhentikan di jalan Kolonel Masturi dengan alasan yang sama yakni katanya motor saya nunggak pembayaran,” kata Us dengan suara meninggi.
Mengakhiri percakapan, Us berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Namun jika masih terulang, dia akan melaporkan ke Pihak Kepolisian.
“Saya berharap pihak aparat menindak para oknum debt collector yang meresahkan. Mereka (debt collector) banyak yang semena-mena mengejar dan menghentikan konsumen yang menunggak. Padahal untuk menyita barang jaminan urusan perdata kan butuh penetapan pengadilan,” tegasnya.
Ketika di klarifikasi ke kantor pembiayaan yang berlokasi di Baros, yakni tempat Pak Us melakukan peminjaman uang dengan jaminan BPKB disana mendapat jawaban kalau data nasabah yang dikirim ke debt collector berasal dari kantor pusat.
“Datanya lansung dari pusat. Kadang di data juga masuk dari pihak eksternal. Jadi kita nggak tahu bocor darimana datanya?” terang salah satu karyawan pembiayaan tersebut.
Kemudian karyawan tersebut menambahkan, pernah satu kejadian di Soreang oknum matel bersikukuh menarik motor nasabah, padahal instruksi dari Manajemen Perusahaan sudah melarang.
“Akhirnya kami bantu buat rekomendasj laporan ke kantor polisi karena kadang ulah oknum yang diluar juga bandel,” ungkapnya. (Edison)


