SITUBONDO Gempurnews.com —
Ada kuliner khas yang dijual di pinggiran pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, yaitu satet to’ot alias sate yang diolah dari lutut ayam.
Sate To’ot berasal dari Bahasa Madura, to’ot berati lutut ayam. Ya, sate ini memang diolah dari bahan dasar lutut ayam, yang memiliki tekstur kenyal.
Proses pengolahan sate to’ot sendiri tak jauh beda dengan sate ayam biasa. Satu yang membedakan adalah prosesnya, karena butuh waktu pembakaran, sedikit lebih lama lantaran to’ot terdiri dari potongan tulang muda.
Sate to’ot siap disantap setelah dibakar dan dicampuran dengan bumbu kacang, kecap, sambal. Makanan ini sangat nikmat dimakan dengan lontong.
Tekstur lutut ayam yang gurih dan kenyal, menciptakan sensasi keunikan rasa tersendiri. Maka tak heran, jika sebagian pembeli akhirnya ketagihan, meski awalnya hanya sebatas penasaran ingin mencobanya.
Dengan harga cukup Rp. 15.000 per porsi, pedagang bisa menghabiskan hingga 500 tusuk sate to’ot per hari. Bagi pembeli, menikmati sate to’ot terasa semakin nikmat, dengan suguhan indahnya panorama Laut Utara Pulau Jawa itu. (Styo)


