BANYUWANGI —-
Di tengah sawah menghijau, diatas pematang dekat gubuk-gubuk dan halaman sebuah restoran Kemarang, puluhan penari gandrung Banyuwangi tengah melenggak lenggokkan tubuhnya yang indah, dipersembahkan untuk wisatawan, sekaligus menjadi pelestarian seni dan budaya yang anti mainstream.
Tarian Jejer Gandrung yang dibawakan penari penari itu, membuat kagum para turis dan pengunjung Restoran Kemarang. Pasalnya, meski dengan ruang gerak penari yang sempit, yakni diatas pematang, namun tidak membatasi olah gerak mereka mengikuti irama musik Gandrung yang mengiringinya.
Kesenian tradisional di Waroeng Kemarang ini, merupakan upaya komitmen awal melestarikan kesenian daerah yang hidup subur di Banyuwangi.
Ide Jejer Gandrung Tengah Sawah ini digagas Wowok Merianto, owner Waroeng Kemarang Banyuwangi.
Wowok mengaku ajang ini kerjasama dengan para guru tari dari sejumlah sekolah. Sehingga tidak ada kesulitan saat menyampaikan gagasan itu. Para guru tari langsung bisa menerjemahkan dan tidak membutuhkan waktu lama untuk latihan.
“Kita sengaja memilih Tari Jejer Gandrung untuk dipentaskan di pematang sawah, karena sebagai bentuk tari penyambutan tamu. Tari ini sangat populer dan banyak dihafal oleh anak-anak sekolah. Tidak heran, dalam waktu singkat mereka segera menyesuaikan diri dan bisa tampil maksimal,” tambah Wowok.
“Kreativitas mengemas Gandrung Tengah Sawah ini, agar semakin menarik bagi turis nasional maupun internasional datang ke Banyuwangi. Juga untuk menyatukan Gandrung dengan alam dan udara segar, kebetulan sawah masih terbentang di lokasi Waroeng Kamarang. Bahkan saat pementasan berlangsung, aktivitas petani mencabuti gulma (matun) tetap kita biarkan,” tambah pengusaha asli Banyuwangi ini.
Sementara itu, salah atu budayawan dan pelukis Banyuwangi, S Yadi K mengaku takjub dengan pagelaran ini. Gandrung yang memiliki peminat banyak di Banyuwangi ini dikemas dalam pagelaran yang menyatu dengan alam.
“Terus terang, saya salut dengan kreasi baru pentas Gandrung di tengah sawah. Kita bisa leluasa melihat gemulai tarian Gandrung, sambil menikmati ide Jejer Gandrung Tengah Sawah,
angin persawawan. Salut juga kepada penata tarinya,” tambahnya. (duk/bam)

