Dampak Korona Dan Pelemahan Ekonomi Global, Presiden Jokowi: Optimis, Fokus Bekerja Dan Manfaatkan Peluang

380 0

Gempur News, Jakarta 10 Maret 2020
“Tantangan yang kita hadapi saat ini betul-betul sangat tidak mudah. Perang dagang belum usai sekarang muncul virus korona yang itu menambah sulitnya ekonomi dunia,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Dampak penyebaran virus korona secara global benar-benar dirasakan oleh seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Namun, Presiden menegaskan kepada jajarannya agar tetap fokus bekerja, menjaga optimisme, memanfaatkan peluang, dan mencari jalan keluar dari setiap kendala yang dihadapi.

“Meskipun ada tekanan yang sangat berat seperti ini, kita harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” ucapnya.

Di tengah situasi saat ini, Presiden menilai diperlukan adanya relaksasi bagi kebijakan impor bahan baku untuk kebutuhan industri. Pasalnya, penyebaran wabah virus korona telah membuat operasional banyak perusahaan menjadi terganggu karena kekurangan bahan baku, baik itu yang didatangkan dari luar maupun yang diproduksi di dalam negeri.

Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan yang hari ini menggelar rapat kerja untuk fokus pada mitigasi dampak pelemahan ekonomi global di tengah wabah virus korona terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, dalam kondisi saat ini, dibutuhkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi stimulus sekaligus untuk merespons perubahan situasi dan ekonomi global belakangan ini.

Kepala Negara melanjutkan, suplai bahan baku yang saat ini tersendat akibat wabah virus korona apabila tak segera direspons dengan baik maka pada akhirnya akan membuat sektor produksi turut terhambat. Hal itu berimplikasi pada meningkatnya harga yang nantinya bakal menaikkan tingkat inflasi.

Padahal, selama beberapa tahun belakangan, pemerintah berhasil menjaga tingkat inflasi berada pada kisaran tiga persen setelah beberapa lama berkutat di angka delapan hingga sembilan persen.

“Jadi rapat kerja pada hari ini itu fokusnya itu saja, bagaimana relaksasi, bagaimana melonggarkan, bagaimana mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit,” imbuhnya. (Jen)

Related Post