CANDIPURO — Kepala Desa Sumbermujur, Safi’i nampak sibuk melakukan persiapan penataan desanya menjelang pelaksanaan lomba proklim tingkat nasional yang akan digelar pada Sabtu (12/09/2020).
Persiapan tersebut meliputi gerakan partisipasi aktif masyarakat dan seluruh perangkat desa Sumbermujur untuk membangun desanya yang jadi kebanggaan bersama.
Pembangunan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim melalui pelaksanaan Program Kampung Iklim sesuai program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang
“Desa Sumbermujur ini sudah memiliki kegiatan peningkatan SDM melalui program paket B dan C bagi kaum lansia,” kata Safi’i kepada media ini, Rabu (09/09/2020).
Dikatakannya pula bahwa Desa Sumbermujur telah melakukan peningkatan ketahanan pangan melalui budidaya pertanian dan perkebunan strowberry di Kebun Seket.
“Selain itu kami juga melakukan pengelolaan sampah dengan membentuk bank sampah yang dijalankan oleh pemuda pelopor lingkungan,” imbuh Safi’i sambil membersihkan kolam di tempat wisata hutan bambu.
Lebih lanjut Safi’i juga mengatakan bahwa desanya sudah melakukan kegiatan bersih bersih lingkungan, mulai dari persiapan kebersihan sampah dengan bank sampahnya, pemasangan banner dan perbaikan beberapa titik di lokasi wisata dan membersiihkan lokasi bengkel deaa.
Lomba proklim memiliki beberapa aspek yang dinilai, antara lain kebersihan lingkungan, pemanfaatan air hujan, pengolahan sampah, pelestarian mata air, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, penghematan air, adanya resapan air, dan adanya inovasi pembuatan energi baru terbarukan.
Lomba ini diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dengan harapan ada banyak kampung iklim dengan kegiatan serta keadaan yang sama sehingga dapat semakin membantu memecahkan masalah terkait lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Safi’i menyatakan harapannya agar Desa Sumbermujur dapat menjadi juara lomba proklim tahun ini, dalam artian, Kepala Desa ingin mewujudkan keinginannya menjadi juara yang berkelanjutan. “Bukan hanya juara dalam lomba saja, tetapi tetap menjaga kampung iklim secara berkelanjutan” pungkasnya.
Reporter. : Markasan
Editor. : Masduki


