PASRUJAMBE– Pemerintahan Desa Pasrujambe berkeinginan mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di wilayah Desanya. Salah satunya adalah lokasi Kedung Guo yang menyimpan sejuta pemandangan alam menawan.
Kepala Desa Pasrujambe, Sugianto berkomitmen akan menyulap lokasi Kedung Guo menjadi tempat wisata Desa yang tak kalah dengan wisata lainnya.
Sugianto mengatakan bahwa dengan terbangunnya tempat wisata di Desanya, dirinya yakin dapat memberikan kekuatan untuk perekonomian Desa.
Sebagai Kepala Desa, Sugianto memiliki tanggung jawab besar dalam persoalan Pemerintahan Desa, termasuk tanggung jawab begaimana menghadapi kondisi dimana masa wabah Covid 19 tengah melanda.
“Alkhamdulillah di Pasrujambe ini tidak ada yang terpapar covid,” kata Sugianto saat ditanya media ini terkait penyebaran corona yang menyerang di beberapa wilayah, Kamis (10/9/2020).
Lebih lanjut Sugianto mengungkapkan ditengah Covid, Desa Pasrujambe sejak mulai beredarnya wabah itu, sudah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan.
“Kami sudah lakukan penyemprotan ditempat tempat fasilitas umum (fasum) yang ada di Desa Pasrujambe dan juga dirumah rumah warga,” kata dia.
Dia menambahkan, penyemprotan juga dilakukan ditempat tempat ibadah juga di pasar desa. Disamping itu pihaknya kemudian sudah melakukan pembagian 5000 masker dan pembelian Alat Pelindung Diri (APD).
Atas kesiagaannya itu maka wajar jika Desa Pasrujambe kemarin itu terpilih menjadi Kampung Tangguh untuk Kecamatan Pasrujambe. Hal itu ia sampaikan sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Terkait pelaksanaan program pembangunan desanya, Sugianto menjalankan sesuai dengan arahan, bahwasanya DD tahun ini hanya di fungsikan untuk penanganan covid.
Namun demikian dirinya juga mengaku telah memanfaatkan BLT DD digunakan untuk kegiatan padat karya.
“Untuk BLT DD nya kita maksimalkan seratus persen dan itu sudah kita bayarkan dari enam ratus ribu tiga bulan yang pertama kemudian tiga ratus ribu tiga bulan yang kedua sudah kita bayarkan semua”. Ujarnya.
Disampaikan pula bahwa pelaksanaan pembangunan Padat Karya Dana Desa, digunakan untuk membuat jalan sepanjang 850 meter , akses jalan menuju ke tempat wisata yang akan dibangun yaitu di kedung Guwo.
“Kemarin kita sudah membuka akses jalan itu, jalan persawahan dan perkebunan kita ambil lebar 2 meter. Ini nanti yang kita jadikan akses untuk menuju wisata,” tutur Sugianto.
Ditanya siapa pelaksana kerjanya, Sugianto menjelaskan semua pekerja adalah semua warga terutama yang paling terdampak dengan covid 19.
“Kami menyadari, dengan adanya covid 19, banyak warga saya diantaranya penjual cilot, pedagang pedagang keliling yang tidak dapat berjualan, Sekolah sekolah tutup, sehingga mereka tidak bisa bekerja, dari situlah mereka kita ajak bekerja kemudian kita ongkosi secara langsung. Paling tidak hal ini sedikit meringankan beban kepada warga terdampak covid 19 teraebut,” jelasnya.
Saat ini Pemerintahan Desa Pasrujambe sudah merancang dan membuat proposal pembangunan jalan menuju wisata tersebut akan di rabat beton atau dipaving.
Kemudian, Kades Sugianto berharap, ke depan Desa Pasrujambe ini akan menjadi desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Diakuinya, Desa Pasrujambe memang alamnya sangat luar biasa. “Kita tinggal membuat edukasi edukasi. Insyaalloh kedepan Pasrujambe sukses juga menjadi desa wisata”. Pungkasnya (tim)






