HomeJawa TimurBanyuwangiKomite SMAN 1 Muncar Siap Kawal Pembelajaran Tatap Muka

Komite SMAN 1 Muncar Siap Kawal Pembelajaran Tatap Muka

Banyuwangi – Komite Sekolah SMAN 1 Muncar, Suyoto MS menegaskan, pihaknya akan fokus mengawal jalannya pembelajaran tatap muka yang berlangsung sejak Senin (1/2/2021).

“Kami dari pihak komite telah menegaskan kepada pihak sekolah agar benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, seperti 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Bahkan dari pihak komite kita telah membentuk jadwal piket khusus untuk mengawal jalannya pembelajaran yang berlangsung, mulai anak-anak masuk lingkungan sekolah sampai keluar dari lingkungan sekolah.” terang Suyoto, saat ditemui di kantornya.

Suyoto juga menegaskan kepada anggota-anggotanya yang bertugas melakukan pengawasan, untuk tidak segan-segan menegur siapapun yang melanggar prokes.

Advertisement

“Saya benar-benar berharap kepada pihak komite yang bertugas untuk tidak segan-segan menegur atau melakukan tindakan bilamana terjadi pelanggaran. Bahkan kalau perlu dipulangkan, bagi mereka yang tidak mematuhi prokes seperti tidak memakai masker, atau suhu badan diatas rata-rata. Hal ini berlaku bagi siswa-siswa, dewan guru dan segenap tamu yang hadir ke sekolah tidak terkecuali anggota jurnalis dan LSM,” Suyoto menambahkan.

Kepada awak media dua anggota komite yang bertugas, Sutris dan Suroso juga memaparkan perihal harapan komite selaku wakil wali murid terhadap adanya pembelajaran tatap muka yang telah dihentikan hampir setahun lamanya.

“Memang pembelajaran sistem tatap muka ini telah diharapkan orang tua wali murid sejak lama. Pasalnya mereka mencemaskan nasib anak-anaknya dimasa depan,” terang Sutris.

Dia mengatakan, tidak dipungkiri selama kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring, kenakalan remaja tidak bisa dibendung.

“Terlebih karena kesibukan orang tua dan tidak adanya pendampingan dan pengawalan langsung membuat anak-anak tidak terkontrol dengan baik. Bahkan waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk belajar, mereka habiskan untuk bermain-main. Lebih-lebih adanya pertanfingan game yang tumbuh ibarat jamur di musim penghujan,” imbuh Suroso.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan, pembelajaran tatap muka sudah dinantikan dan disiapkan sejak jauh hari. Hal ini disampaikan Waka Humas SMAN 1 Muncar, Rahmat Hariadi di sela acara workshop dewan guru.

“Terkait kesiapan, pihak sekolah sudah jauh-jauh hari mempersiapkan dan melengkapi apa yang dibutuhkan saat pembelajaran tatap muka mulai diberlakukan. Bahkan satu minggu yang lalu ketika SMAN1 Genteng dan beberapa sekolah sudah dibuka, kami sebenarnya sudah siap, hanya kami menantikan keputusan dinas pendidikan,” jelas Rahmat.

Kepada awak media, Rahmat juga memaparkan beberapa aturan-aturan yang harus dipenuhi pihak penyelenggara uji coba pembelajaran tatap muka, termasuk aturan lamanya jam belajar dan jumlah maksimal siswa yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kami tentunya mematuhi beberapa aturan yang tertuang disurat keputusan Dinas Pendidikan Cabang Banyuwangi, diantaranya seperti batas jumlah sisiwa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka maksimal 25%, itupun prioritasnya untuk siswa kelas XII. Selain itu dalam surat juga diatur jumlah perkelasnya Maksimal 18 anak dan jam belajar mengajar nya pun dibatasi 3 jam. Diutamakan mata pelajaran yang tidak bisa diajarkan melalui daring, seperti praktik,” pungkasnya.

Selain itu Rahmat juga menuturkan, perihal batas masa uji coba pembelajaran yang hanya berlangsung untuk dua minggu kedepan. Selanjutnya pihak sekolah akan menantikan keputusan Dinas Pendidikan Cabang Banyuwangi. (*/Sgt).

RELATED ARTICLES

Most Popular