HomeJawa TimurKlenik Dibalik Terjangan Banjir Bondoyudo Tenggelamkan Bumi Arya Wiraraja

Klenik Dibalik Terjangan Banjir Bondoyudo Tenggelamkan Bumi Arya Wiraraja

LUMAJANG — Bencana banjir dari aliran sungai Bondoyudo menerjang pemukiman warga yang berada di area Perumahan Biting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/02/2021).

Tak ada yang menyangka luapan air sungai Bondoyudo tersebut akan menerjang wilayah situs Biting yang diduga peninggalan masa Hindu, Buddha dan Mataram Islam.

Waridi (84) warga Lumajang yang lagi melihat lihat tumpukan lumpur sisa banjir di dekat makam, menyebut banjir kali ini sangat aneh dan mengagetkan.

Advertisement

“Aneh dan sangat mengagetkan. Tak pernah daerah sini diterjang banjir sedemikian dahsyatnya. Pertanda apa ini?” kata Waridi kepada media ini.

“Mungkin dengan kejadian ini mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan kearifan lokal, disini kan ada situs biting mas,” tutur dia sambil menyandarkan sepeda ontelnya di tembok makam, Selasa (02/03/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun, wilayah ini terdapat Situs Biting berada di kawasan seluas 135 hektar, yang semula merupakan lahan milik penduduk. Sekitar 12,5 hektar dikuasai Perum Perumnas dan telah dibangun 459 rumah di atas lahan 10 hektar.

Arkeolog dan sejarawan Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, menduga Situs Biting berasal dari dua masa pemerintahan: masa Hindu-Buddha hingga Mataram Islam. Sesuai dengan bahasa lokal, biting berarti benteng. Di areal seluas 2-4 hektar terlihat struktur bata membentuk benteng.

Ada beberapa kemungkinan sejarah terkait dengan Situs Biting, antara lain peninggalan Arya Wiraraja, tokoh pengatur strategi yang diberi kekuasaan Raden Wijaya—Raja Majapahit—di wilayah Jawa bagian timur, yaitu Lamajang (sekarang Lumajang) pada masa awal pemerintahan Majapahit atau era pemerintahan Hindu-Buddha (abad ke-14).

”Dilihat dari bangunan dan kisah sejarah masa lalunya, diduga Situs Biting itu wilayah kedaton atau kerajaan dari Arya Wiraraja, apalagi dikelilingi benteng yang menjaga istana itu,” ujarnya. (tim).

RELATED ARTICLES

Most Popular