GEMPURNEWS, BANYUWANGI – Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi DR. Ir. H. Guntur Priambodo, MM melalui Sekretarisnya, Riza Al Fahrobi, S.T, M.Sc menerangkan lima program yang menjadi fokus pembangunan Dinas PU Pengairan Banyuwangi pada tahun 2022.
Fokus pertamanya akan memprioritaskan penguatan pelayanan irigasi dengan pembangunan bangunan dan jaringan irigasi serta penggunaan lainnya.
“Pertama fokus kita adalah penguatan pelayanan irigasi dengan pembangunan bangunan dan jaringan. Harapannya dengan pemenuhan infrastruktur sumber daya air (SDA) ini, dapat mendukung sektor pertanian. ” jelas Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, Rabu (16/2/2022).
Selain itu penyediaan air baku air bersih untuk masyarakat menjadi fokus kedua Dinas PU Pengairan, menurutnya komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan angka stunting di kabupaten Banyuwangi.
“Ini terkait dengan peran serta kami dalam penanganan stunting dengan menyediakan akses air bersih,” ungkapnya.
Ketiga, Riza juga memaparkan pentingnya pengendalian daya rusak air dengan peningkatan kapasitas dan daya tampung sungai dan saluran serta mitigasi pembangunan tangkis sungai.
” Pemantapan irigasi ini ya tujuannya sebagai pencegahan banjir, karena diakui atau tidak efek curah hujan ekstrim ditahun lalu bahkan sampai hari ini belum terlihat penurunan intensitasnya, hal ini membuat kami harus lebih fokus untuk memantabkan irigasi ditahun ini.” Paparnya.
Selanjutnya konservasi yang berbasis edukasi dan pariwisata juga dilakukan Dinas Pengairan dengan penataan pengelolaan sempadan, serta melindungi sumber mata air.
Dalam hal ini riza mencontohkan beberapa pembangunan dam-dam yang memiliki nilai seni guna mendongkrak pariwisata Banyuwangi, bahkan beberapa festival yang digelar Dinas PU Pengairan guna mendukung Banyuwangi Festival.
“Untuk konservasi yang berbasis edukasi dan pariwisata, kita bangun dam-dam yang memiliki nilai seni, intinya untuk mendukung pariwisata, bahkan dalam mendukung Banyuwangi Festival kita punya beberapa festival, dua diantaranya seperti Oling Rifer Food dan Bubak Bumi.” pungkasnya.
Terakhir, Pemberdayaan masyarakat baik melalui organisasi Hippa dan Hippam serta secara langsung mengedukasi masyarakat dianggap sangat penting mengingat peran Hippa dan Hippam untuk bersama-sama menjaga dan memelihara saluran irigasi.
“Bagaimana pun masyarakat harus diberdayakan, seperti yang baru-baru kita jalankan terkait Kerjasama Operasional (KSO), didalamnya antara hippa dengan pengairan berkolaborasi dalam menjaga dan memelihara saluran irigasi.” Tambahnya. (*/Siget)






