
Tanggap Darurat Putusnya Jembatan Sungai Lembu. Dinas PU CKPP Banyuwangi Lakukan Langkah Cepat Membangun Jembatan Darurat Dengan Sistem Knockdown
Banyuwangi – Gempurnews.com. Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi, lakukan langkah cepat sebagai bentuk tanggap darurat putusnya Jembatan Sungai lembu, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran.
Sebelumnya pada Selasa (15/07/2025) jembatan berusia 45 Tahun di Dusun Sungai lembu, Desa Sumberagung mengalami retakan parah yang berujung ambrol. Musibah ini tentunya membutuhkan tindakan cepat sebagai bentuk tanggap darurat menyikapi terputusnya akses masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP melakukan langkah cepat dengan memasang Jembatan Knockdown agar akses tetap bisa berjalan dengan baik. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dinas PU CKPP Kab. Banyuwangi, Ebta Adharisandi, ST., M.Si. Selasa (22/07/2025).
“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP khususnya Bidang Binamarga telah melakukan upaya tanggap darurat atas putusnya jembatan Sungai lembu di kecamatan Pesanggaran, langkah cepat ini dilakukan dengan pembangunan jembatan darurat dengan sistem Knockdown, jembatan darurat ini dibangun sembari menunggu rekonstruksi jembatan utama, yang kini masih dalam proses perencanaan, dimungkinkan jembatan utama sendiri akan di anggarkan di Tahun 2026.” Terangnya.
Masih Ebta, “Jembatan Darurat knock down yang juga dikenal sebagai jembatan Bailey, adalah jembatan sementara yang dirancang untuk pemasangan cepat dan mudah. Sistem knockdown memungkinkan pemasangan jembatan dalam waktu singkat, menjadi solusi ideal untuk situasi darurat sehingga cocok untuk penanganan bencana. Sementara yang sudah kita dikerjakan, memiliki bentangan 20 meter dengan lebar 1,5 meter, yang diperuntukkan untuk akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua.” Paparnya.
Dalam kesempatan itu Ebta juga memastikan, pembangunan jembatan darurat yang diperuntukkan kendaraan roda empat akan segera dilaksanakan selambat-lambatnya pekan depan.
“Kita masih dalam proses pembangunan jembatan baja yang diperuntukkan kendaraan roda empat, nantinya jembatan ini akan memiliki bentang 30 meter lebar 2 meter.” Pungkasnya.
Harapannya dengan pembangunan dua jembatan darurat ini dapat kembali menyambungkan akses masyarakat yang sempat terputus.
“Ada dua desa, tiga perkebunan yang terdampak bahkan sempat terisolasi, mengingat jembatan ini satu-satunya akses menuju wilayah sekitar. Tentunya bila tidak segera ditangani ini akan berdampak pada sektor ekonomi utamanya kebutuhan logistik. Namun hari ini dengan terbangunnya jembatan darurat yang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, setidaknya bisa menghubungkan akses masyarakat, sehingga perekonomian bisa berjalan, terlebih bila nantinya jembatan darurat yang diperuntukkan kendaraan roda empat sudah terbangun.” Tandasnya. (*/Sgt)









