Dinas PU Pengairan Banyuwangi Permudah Pengawasan dan Proses Pendataan Melalui Sistem Aplikasi Mawas Diri

476 0

Gempurnews.com, Banyuwangi – Sistem Informasi Pengawasan dan Direksi (Mawas Diri) merupakan sistem aplikasi yang baru-baru ini dikembangkan Dinas PU Pengairan Banyuwangi guna mempermudah pengawasan kerja dan mempercepat proses pendataannya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi DR. Ir. H. Guntur Priambodo, MM melalui Kasubbag Penyusunan Program Dinas PU Pengairan Banyuwangi Rakhmat Sandi Putra, ST.

Kepada awak media Sandi menuturkan tujuan utama pengembangan aplikasi adalah sebagai transformasi digital guna mempermudah dan mempercapat proses pendataan dan pengawasan, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan 390 DI (Daerah Irigasi) yang menjadi kewenangan Pemkab Banyuwangi.

“Sesuai Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2015, ada 390 DI yang menjadi kewenangan Kabupaten Banyuwangi, kemudian ada 364 mata air, ada 35 DAS (Daerah Aliran Sungai) juga, dengan luas itu agar kita bisa lebih mudah pengawasan dan lebih cepat dalam pendataannya, utamanya dalam pekerjaan fisik, maka kita buatlah aplikasi internal yang kita namai Mawas Diri (Sistem Informasi Pengawasan dan Direksi)”. Pungkasnya Rabu (6/10/2021).

Pada kesempatan itu Sandi juga membandingkan, adanya transfortasi digital dengan proses manual yang diterapkan sebelumnya, menurutnya dengan adanya aplikasi bisa memberikan data lebih cepat dengan proses sistematis dan akuntabel.

“Untuk proses dilapangan dulu kan pakai buku direksi, kita print kita tulis satu persatu, lalu yang dilapangan juga harus datang ke PPTK untuk melaporkan, sekarang lewat aplikasi itu bisa lebih mudah, seperti pelaksana CV maupun Konsultan bisa sewaktu-waktu melakukan pelaporan tanpa harus melalui proses yang rumit, bahkan segala perintah apapun ada diaplikasi itu.” Jelasnya.

Selain itu menurutnya, aplikasi dapat membuka ruang pengawasan yang lebih terbuka. Meski akses yang diberikan hanya untuk kalangan internal maupun pihak-pihak terkait.

“Dengan adanya aplikasi ini pengawasan bisa lebih terbuka, seperti pak Kadis, bisa tiap waktu memantau pekerjaan dilapangan tanpa harus turun atau bertanya pada pengawas maupun kabid yang bersangkutan, bahkan kadang terkait keuangan saya selaku Kasubbag Penyusunan Program pasti dimintai Pemda, BPKAD atau Bidang Pembangunan terkait sudah berapa proyek yang dilaksanakan atau sudah berapa paket yang dicairkan, jadi semua bisa dilihat diaplikasi itu.” Papar sandi kepada awak media Gempurnews.

Sandi juga menambahkan, Fitur ArcGIS juga disematkan dalam aplikasi Mawas Diri, sehingga dapat memudahkan PPTK menemukan titik koordinat yang akurat mengingat banyaknya lokasi salauran yang terletak diwilayah pedalaman.

Kedepan pihaknya akan terus berupaya mengupdate aplikasi dengan berbagai fitur yang lebih lengkap, bahkan segala aset irigasi diharap dapat masuk kedalam aplikasi.

“Aplikasi inikan baru dimulai tahun ini, bahkan dalam uji cobanya banyak yang tidak berjalan, mengingat banyak pihak, seperti pengawas yang masih gaptek, kedepan saya berupaya aplikasi ini akan selalu update, saya berharap nantik aset-aset juga dapat kita masukan, jadi ketika kita diminta persentase jaringan yang sudah diperbaiki tidak lagi repot manual, kita klik kita zoom sudah tau panjangnya perprogram berapa.” Imbuhnya. (Sgt)

Related Post