Wereng sebagai salah satu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah semua organisme yang dapat merusak, menganggu kehidupan atau menyebabkan kematian pada tanaman, termasuk di dalamnya adalah hama, penyakit, gulma, dan virus, menyadari akan hal tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pasrujambe menggelar kegiatan Gerakan Pengendalian (GERDAL) terhadap serangan wereng coklat seluas 40 Ha di wilayah kelompok tani Kertojoyo 1 sampai 5 Desa Kertosari Kecamatan Pasrujambe.
Dalam sambutannya Muhammad saiful selaku Camat Pasrujambe menjelaskan tentang pentingnya tanam serentak dan pola tanam yang berseling yaitu padi padi polowijo, dengan tanam serempak membuat mudah pengendalian hama dan penyakit dan untuk pola tanam bisa bermanfaat untuk mengistirahatkan tanah sehingga kesuburan tanah bisa dipertanggungjawabkan.
Hal senada juga disampaikan oleh H. Bambang Wignyo Kades Kertosari, ia akan mensupport dana desa untuk kepentingan petani di desanya, kami berharap adanya kesadaran petani untuk memanfaatkan kotoran kambing yang melimpah untuk meningkatkan kesuburan tanah di wilayahnya.
Tampak hadir dalam ceremoni kegiatan ini camat pasrujambe Danramil Pasrujambe, petugas POPT, Kordinator PPL dan para PPL, Kepala Desa Kertosari dan jajarannya serta seluruh ketua kelompok tani beserta anggotanya
Iskhak Subagio, SE Ketua DPC HKTI LUMAJANG yang hadir dalam kegiatan ini menyerukan agar petani cepat melaporkan kejadian seperti ini, karena kecepatan penanganan ini akan melokalisir penyebaran OPT wereng coklat sehingga petani tidak menderita kerugian yang besar, dan mencegah perluasan sebarannya. (ER)






