HomeJawa TimurBote'an Makmur Solusi Ketahanan Pangan Petani

Bote’an Makmur Solusi Ketahanan Pangan Petani

Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa hama tikus dan wereng yang menyerang para petani di Desa Jarit Kecamatan Candipuro membuat pusing para petani, dampak yang cukup nyata yaitu banyak lahan sawah yang dibiarkan terbengkalai oleh petani, dan karena itu ekonomi petanipun jadi terganggu, hal ini di sebabkan oleh hilangnya penghasilan petani.

Solusi yang di gagas komunitas petani “Wani Gosong” dengan subuah kegiatan yang bertajuk “bote’an makmur”, konsep ini berasal dari pemikiran sederhana yaitu pemangkasan biaya belanja rutin keluarga.
Aplikasi nyata yang dilakukan komunitas ini adalah membagikan bibit sayuran seperti sawi, kangkung, genjer, bayam, lombok dan tomat kepada ibu ibu disekitar dusun bulak klakah.
Gerakan selanjutnya yaitu menanam bibit tersebut di sekitar pekarangan rumah atau di polibag, untuk perawatan dan pemupukan komunitas ini mengumpulkan air bekas cucian beras “leri” untuk difermentasi menjadi pupuk organik ramah lingkungan, tegas basuki salah satu tim penggerak komunitas ini.

Selanjutnya proses pembuatan pupuk dilakukan dengan metode sederhana menggunakan bakteri khusus dengan jangka waktu tertentu, ujar ali sujarwo pembina komunitas ini, kami berusaha dengan dana yang terbatas petani bisa menyelesaikan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.
Kedepan kami akan memproduksi secara masal pupuk formulasi kami agar petani mempunyai alternatif mengatasi ketergantungan pupuk kimia, tentunya kami terus dalam bimbingan dan arahan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lumajang sebagai mentor kami selama ini.

Advertisement

Sementara ibu semi pemilik lahan sawi seluas 5m × 10m yang mengaplikasi pupuk organik yang dipanen hari ini menjelaskan hasil Rp. 600.000,- dikurangi biaya bibit dan lain lain senilai Rp. 175.000,- jadi masih untung Rp.425.000,- Alhamdulillah dalam jangka waktu 18 hari dengan menggunakan pupuk organik bisa panen lebih cepat 7 hari, karena jika menggunakan pupuk kimia panennya kisaran umur 20 – 25 hari, lumayanlah bisa nyumbang pendapatan keluarga dari pemanfaatan lahan yang tidur dihalam kami selama ini.(ER)

RELATED ARTICLES

Most Popular