HomeNusantaraKalimantanPolres Barut Gelar Kegiatan Gebyar Poayandu Persisi, Dalam rangka Penurunan Stunting

Polres Barut Gelar Kegiatan Gebyar Poayandu Persisi, Dalam rangka Penurunan Stunting

BARITO UTARA- Penjabat (Pj). Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis menghadiri kegiatan Gebyar Posyandu Persisi dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Barito Utara ( Kalteng), yang telah di gelar Polres Barito Utara bertempat di Mapolres Barito Utara, Rabu (8/5/2024).

Pada Pergelaran Gebyar Posyandu Persisi tersebut, dihadiri Penjabat (Pj). Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, Kapolres Barito Utara, AKBP. Gede Eka Yudharma, SH. MAP, Pejabat Utama Polres Barut, Bayangkari Cabang Barut, Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf. Agussalim Tuo, SH. M. IP, Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh, Sugianur, SH. MH, Perwakilan IDI, Kadisdalduk KB dan P3A Barut, Silas Patiung, SKM, unsur FKPD dan kepala perangkat daerah serta Warga Muara Teweh, saat cek kesehatan sebanyak 120 orang.

Dalam sambutannya, Kapolres Barito Utara, AKBP. Gede Eka Yudharma, SIK., MAP menyampaikan bahwa persoalan stunting adalah persoalan masa depan, mengingat anak-anak adalah generasi penerus untuk mencapai visi Indonesia emas tahun 2045.

Advertisement

“Hari ini kita melaksanakan Gebyar Posyandu Presisi dalam rangka percepatan penurunan stunting khususnya di wilayah Barito Utara. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, batita, lansia, dan remaja serta memberikan edukasi pra nikah kepada masyarakat, “ungkap Kapolres Barito Utara.

“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya, “ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, jumlah kasus stunting di wilayah ini mencapai 481 kasus. Meskipun demikian Prevalensi stunting di Barut tergolong rendah, yakni 15. 3 % persen di tahun 2023, dan berada di urutan 3 terendah di Kalteng.

Penjabat (Pj). Bupati Barito Uara, Drs. Muhlis dalam sambutannya menyampaikan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan, perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan, oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

“Dikatakannya, stunting merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan secara tepat dan menyeluruh, karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan, bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri namun juga akan berdampak pada keluarga serta bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kelangsungan pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang.

Permasalahan stunting di Indonesia, saat ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional, dalam Rencana Pembangunan Ketentuan Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada RPJMN ini pemerintah menetapkan target penurunan angka prevalensi stunting dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14% persen pada tahun 2024, “ungkap Pj. Bupati Muhlis.

“Alhamdulillah berkat keras kita bersama lintas sektor yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting, Kabupaten Barito Utara pada tahun 2023 prevelansi stunting diangka 15,3 persen. Saya yakin dan percaya jika kita terus semangat bersatu padu serta bekerja lebih keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan terpenting kerja ikhlas maka pada tahun 2024 ini prevelansi stunting di Kabupaten Barito Utara dapat turun sesuai dengan target nasional, “kata Pj. Bupati.

Pj. Bupati juga berharap melaui kegiatan Gebyar Posyandu ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Barito Utara,  dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Barito Utara dalam menurunkan prevelansi stunting.

“Harapan kita bersama melalui kegiatan Gebyar Posyandu ini juga akan menghasilkan beberapa output yang baik seperti meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran posyandu dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pencegahan stunting, “imbuhnya.

Selain itu jelas Pj. Bupati dapat memberikan informasi penting kepada orang tua tentang pola makan yang sehat, dan bergizi bagi anak-anak mereka melalui penyuluhan gizi. Memberikan kesempatan kepada orang tua, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada anak-anak mereka, termasuk pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak.  (SS)

RELATED ARTICLES

Most Popular