SURABAYA – Hujan deras selama beberapa hari terakhir menyebabkan terminal Purabaya Surabaya dipenuhi banyak genangan air yang tak kunjung surut.
Akibat genangan ini tidak sedikit penumpang bus yang hendak menuju selasar bus terpeleset dan jatuh dalam drainase yang tertutup genangan air.
Kepala Terminal Purabaya Akhmad Badik mengaku genangan air yang tak kunjung surut itu akibat sampah yang dibuang awak bus ke saluran air, sehingga menyumbat air yang seharusnya mengalir ke sungai buntu.
“Air menggenang sehingga menyumbat aliran ke sungai jadi buntu. Banyak sampah yang dibuang ke saluran. Tidak sedikit penumpang yang menuju selasar bus jatuh dalam drainase yang tertutup genangan,” ujar Badik kepada wartawan, Sabtu (4/1/2025).
Untuk mengantisipasi penumpang agar tidak kembali terjatuh, pengelola terminal Purabaya melakukan pengalihan arus penumpang menuju bus dengan melakukan penutupan jalur rawan banjir.
“Terlebih jumlah penumpang di puncak arus balik libur Nataru akan terjadi pada Minggu malam besok,” kata Badik menambahkan.
Hingga Sabtu petang, tercatat sudah ada 1.300 penumpang yang masuk ke terminal Purabaya Surabaya. Diperkirakan, puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5 Januari 2025, dengan total jumlah penumpang 40 ribu penumpang. (tim)

