HomeJawa TimurBanyuwangiSekolah Rakyat Banyuwangi, Bukti Keseriusan Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Asta Cita Pembangunan...

Sekolah Rakyat Banyuwangi, Bukti Keseriusan Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Asta Cita Pembangunan Sumber Daya Manusia.

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Tiga pekan Sekolah Rakyat di Banyuwangi diresmikan Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP. pada 14 Juli 2025 lalu. Kini, sebanyak 108 siswa yang terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin itu, telah beradaptasi dengan lingkungan baru dan ritme sekolah berbasis asrama.

Sekolah Rakyat merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. program Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), memutus rantai kemiskinan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

“Sekolah Rakyat ini sejalan dengan Asta Cita untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, ini juga merupakan wujud nyata kehadiran negara yang tidak hanya memberi pendidikan gratis, tetapi juga gizi, kesehatan, dan pembinaan karakter,” kata Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi, Chitra Arti Maharani, M.Pd., Kamis (7/8/2025).

Advertisement

Masih Chitra, “Sama halnya dengan program prioritas lain seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Perumahan Rakyat. Seluruh program tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.” Sambungnya.

Pihaknya menyaksikan langsung bagaimana anak-anak yang sebelumnya bahkan sulit memenuhi kebutuhan dasar kini bisa tinggal di asrama, belajar dengan layak, dan bermimpi besar tentang masa depan mereka.

“Perlahan, para siswa sudah menunjukkan perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kemandirian, dan semangat mengikuti kegiatan. Bahkan mereka mulai aktif terlibat dalam berbagai aktivitas di sekitar lingkungan sekolah.” Tandasnya.

Banyuwangi sendiri menjadi satu dari 63 titik yang mengawali peluncuran Sekolah Rakyat, dari target Kementrian Sosial sebanyak 200 Sekolah Rakyat pada tahun 2024.

Berlokasi di Gedung Balai Diklat PNS, di Desa Licin, Kecamatan Banyuwangi, Awal dibuka Sekolah Rakyat Banyuwangi diikuti 125 siswa yang terdiri dari 50 siswa SMA, 50 SMP, dan 25 siswa SD. Khusus jenjang SD, sekolah hanya menerima siswa kelas 4, 5, dan 6.

“Sekolah memiliki lima ruang kelas dan empat unit asrama dengan total kapasitas 126 siswa. Terdapat 21 tenaga pengajar dan 12 wali asrama yang mendampingi siswa selama 24 jam.” Terang Chitra.

Chitra mengatakan, saat ini anak-anak masih dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hingga akhir Agustus. Pembelajaran akademik baru akan dimulai pada awal September.

“Selama sebulan ini kita ajarkan dulu kebiasaan di sini. Mereka juga kita ajari life skill, seperti mencuci, menyapu, hingga membersihkan kamar,” kata Chitra.

Aktivitas mereka, kata Chitra, diawali dari pagi hari. Diawali dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga selama 30 menit. Kemudian persiapan mandi, untuk pukul 06.30 mereka apel pagi, lanjut salat Dhuha.

Pelajaran dimulai tepat pkl 07.00. Kelas 1 sampai 3 SD selesai pukul 12.00, kelas 4 – 6 SD hingga pukul 13.30. SMP dan SMA hingga pukul. 15.00. Setiap pukul 11. 30 mereka istirahat untuk Salat Zuhur lanjut makan siang.

Usai pembelajaran sekolah, para siswa tersebut mengikuti kegiatan ekstra. Seperti ekstra penguatan bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengaji, hingga kepanduan.

“Kalau Sabtu mereka mengikuti ekstra kurikuler pilihan mereka. Ada yang milih silat, tari, juga ada hadrah. Minggu waktunya istirahat dan bersih-bersih asrama serta lingkungan sekitar. Minggu juga jadwal dikunjungi keluarga,” kata Chitra.

“Selain guru pengajar, mereka juga diawasi sembilan wali asuh dan dua wali asram. Anak-anak juga senang dilibatkan berbagai kegiatan luar ruang seperti paskibra, gerak jalan kecamatan, dan jalan sehat desa untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap asupan gizi anak-anak juga diawasi ketat. Makanan disiapkan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack siang dan malam. Semua proses penyajian diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

“Kami memastikan makanan yang diberikan higienis dan kebutuhan gizi anak-anak tercukupi,” sambungnya.

Diwaktu yang sama, Naura Masita siswi kelas 1 SD Sekolah Rakyat tampak berjalan sendiri. Dua tangannya mengenggam gantungan baju. Anak asal Desa Paspan Kecamatan Glagah itu, terlihat ceria sambil berlari kecil membawa baju yang sudah kering usai dijemur.

“Mau ke kamar naruh baju bersih yang sudah dicuci. Belajar cuci sendiri sambil diajari kakak dan Bu Guru,” celoteh Naura.

Tiap hari Naura dibantu kakak asuhnya yang merupakan siswa SMA, belajar mencuci dan menjemur pakaian sendiri.

Tidak hanya Naura, sejumlah siswi lainnya juga terlihat mengambil baju di jemuran yang telah kering, sembari memanfaatkan waktu istirahat sekolah sebelum memulai Salah Zuhur berjemaah dan makan siang bersama.

“Kita ajarkan mereka untuk disiplin, memanfaatkan waktu yang ada. Meski begitu, mereka masih ada waktu untuk bermain,” Tandasnya. (*/Sgt)

RELATED ARTICLES

Most Popular