Gempurnews.com | Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi luncurkan program Wis Esa Sik Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) sebagai upaya pemanfaatan Sumber Air menjadi wisata edukasi mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan alam.
Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, yang berada di kaki Gunung Ijen, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 75 siswa SDIT Al Uswah 2 ikut dalam pelaksanaan perdana. Anak-anak diajak belajar langsung di kawasan sumber mata air bersejarah tersebut, tidak hanya sekedar berwisata, mereka juga mendapat pengalaman edukatif mengenai proses pengelolaan air bersih. Mulai dari memahami sumber mata air, vegetasi penyangga lingkungan, sistem distribusi air, hingga manfaat air bagi masyarakat.
Menurut Ipuk, program lintas instansi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan lingkungan hidup kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan yang lebih menyenangkan dan relevan dengan generasi saat ini.
“Anak-anak tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga mengenal lingkungan dan tempat tinggalnya. Selama ini mereka mungkin belajar dari buku tentang asal air, tapi lewat kegiatan ini mereka bisa melihat langsung bagaimana prosesnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan tersebut.
Dia menilai pembelajaran berbasis wisata edukasi mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melihat langsung sumber mata air dan ekosistem di sekitarnya, anak-anak diharapkan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sumber Gedor menjadi sumber mata air bersejarah, Sumber air ini menjadi salah satu sumber daya air utama yang dimanfaatkan oleh PUDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.
Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927. Jadi bisa disebut ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.
Kawasan ini berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi nan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk. Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan ini berada di lereng Gunung Ijen.
PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan ini. Sistem pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat.
Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Sumber air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.
PUDAM pun mulai membuka kawasan ini untuk wisata edukasi. Siswa bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.
“Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat. Ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan yang melingkupinya. Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini adalah bisa dibilang semcam cagar budaya,” tandanya.
Ditambahkan Dirut PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, air di Sumber Gedor sangat jernih. “Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh. Ini sudah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” kata dia.
Menurut Abdurrahman di tempat ini anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka. Bahkan siswa bisa meminum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.
“Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” kata dia.
Siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar sumber Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri, dan banyak lainnya.
Ke depan, program tersebut akan melibatkan siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP dengan pengaturan dari Dinas Pendidikan Banyuwangi. Materi edukasi juga diperkuat melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.
Dinas Kesehatan akan memberikan edukasi tentang pentingnya air sehat bagi kehidupan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan keterkaitan vegetasi dengan keberlangsungan sumber mata air. Selain itu, pelibatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga diarahkan untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi terbatas. (*/Sgt)
