HomeJawa TimurPemanfaatan Sumber Daya Yang Baik Menjadikan Kuliner Khas Banyuwangi Jadi Menu Baru...

Pemanfaatan Sumber Daya Yang Baik Menjadikan Kuliner Khas Banyuwangi Jadi Menu Baru di Kereta Api

Gempurnews.com | Banyuwangi – Baru-baru ini menu khas Banyuwangi menembus market bisnis Perkeretaapian. Bermitra dengan pelaku UMKM lokal, KAI services menyediakan beberapa pilihan menu khas Banyuwangi yang bisa dinikmati penumpang kereta api.

Hal ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam pengelolaan sumber daya yang baik, sehingga dapat memastikan bisnis makanan dan minuman yang ada di Kabupaten Banyuwangi mampu bersaing dan memberikan kualitas terbaik bagi konsumen.

Dukung Pemkab Banyuwangi dalam memanfaatkan sumber daya yang baik, mencakup 6 elemen utama (6M) dalam manajemen usaha UMKM, Man (Manusia), Money (Uang), Material (Bahan Baku), Machine (Mesin), Method (Metode), Market (Pasar).

Advertisement

Pemkab Banyuwangi telah memberikan banyak dukungan terhadap UMKM, seperti peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Program Inkubasi Jagoan Banyuwangi, Program kompetisi dan pembinaan khusus bagi anak muda untuk memulai atau mengembangkan usaha rintisan (startup) di bidang bisnis, digital, dan pertanian agar bisa scale up.

Selain itu Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) membuka Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) & Pusat Layanan Kemasan menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha untuk pelatihan manajemen, pemasaran digital, hingga desain kemasan produk agar lebih bernilai.

Pemkab Banyuwangi juga memiliki sederet program pendukung bagi UMKM dalam pemenuhan sumber daya permodalan melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat), dukungan Material melalui program Warung Naik Kelas (WENAK), dan layanan perijinan melalui Si Kedip Wangi (Siaga Keliling Dampingi UMKM).

Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan, dua UMKM yang bekerja sama dengan KAI Services untuk menyediakan menu khas Banyuwangi adalah Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan.

Warung Mbok Wah adalah salah satu tempat makan yang terkenal dengan Nasi Tempong. Nasi tempong adalah menu khas Banyuwangi yang menyajikan lalapan dengan sambel ekstra pedas, tiga menu Warung Mbok Wah yang bisa dinikmati di kereta api, yakni nasi tempong ayam, udang, dan telur.

Sementara beberapa menu yang disediakan oleh Srengenge Wetan adalah ayam lodoh, nasi bakar, plencing ayam, dan nasi tempong ayam.

“Seluruh kuliner ini bisa dinikamati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi,” kata dia, Jumat (29/5/2026).

Beberapa kereta api relasi Banyuwangi adalah KA Sangkuriang (Bandung-Ketapang), KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen-Ketapang), KA Wijaya Kusuma (Cilacap-Ketapang), dan KA Logawa (Purwokerto-Banyuwangi).
Region Head Regional 9 Jember KAI Services Yullyandra Mursyal menambahkan, sajian menu khas Banyuwangi itu telah hadir di restorasi kereta api sejak bulan Mei 2026.

Meski tergolong baru, kata dia, menu-menu tersebut digemari oleh para penumpang. Setiap harinya, rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi terjual habis dalam satu pemberangkatan kereta.

“Menu ini dimasak langsung oleh mitra. Jadi dari segi rasa, tidak perlu diragukan. Oleh mitra, menu ini dikirim ke kami dari stasiun untuk dijual di restorasi,” kata dia.

Pihaknya berharap, menu khas Banyuwangi yang dijual di kereta api bisa menjadi salah satu pilihan menarik bagi penumpang. Hal tersebut juga merupakan salah satu upaya KAI Services dalam menghadirkan kekayaan kuliner nusantara di dalam kereta. (*)

RELATED ARTICLES

Most Popular