
Program Ketahanan Pangan, Desa Purwodadi Sukses Kembangkan Penggemukan Ayam dan Pertanian Jagung
Gempurnews.com | Banyuwangi – Ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas utama Pemerintah Desa Purwodadi. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Purwodadi telah berhasil mengembangkan Penggemukan Ayam dan Produksi Pertanian Jagung. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan desa dalam memperkuat sektor pangan lokal.
Program ketahanan pangan sendiri merupakan program yang digagas pemerintah pusat, mewajibkan setiap desa mengalokasikan minimal 20% dari total Dana Desa (DD) untuk memperkuat kemandirian pangan lokal, stabilitas gizi, dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pembentukan cadangan pangan.
Kepala Desa Purwodadi, Drs, Suyanto menyampaikan, pihaknya telah berhasil mengembangkan dua sektor sekaligus, pertanian dan peternakan.
“Dibidang ketahanan pangan, sejak 2025 kami telah mengembangkan program penggemukan ayam dan penanaman jagung, Alhamdulillah keduanya bisa dibilang sukses meski hasilnya tidak begitu besar mengingat kita sendirikan masih merintis, masih proses belajar, yang terpenting kita masih bisa mendapatkan untung tidak sampai merugi.” Kata Suyanto, Senin (8/6/2026).
Meski terbilang masih baru, dengan tenaga kerja yang masih baru dalam bidang peternakan, program penggemukan ayam yang dimulai dari 500 ekor kini telah berkembang menjadi 600 ekor.
“Dengan anggaran yang terbatas memang tidak memungkinkan kita merekrut tenaga kerja yang sudah profesional, yang penting punya pengalaman atau setidaknya pernah belajar ditempat lain. Namun jika melihat dari proses yang berjalan kita sudah beberapa kali panen dan patut disyukuri dari awalnya 500 ekor kini sudah ada 600 ekor.” Terangnya.
Sementara itu dibidang pertanian, penanaman Jagung juga telah menghasilkan panen yang signifikan, dengan lahan berkisar seperempat hektare telah berhasil memproduksi 2,7 Ton jagung ose (jagung pipilan kering).
“Meski kita memiliki keterbatasan lahan, alhamdulillah bisa menghasilkan jagung dengan kualitas baik, bahakan mencapai standarnya bila satu hektare biasanya menghasilkan 6 sampai 10 Ton jagung ose, kita dengan lahan seperempat lebih sewolon bisa menghasilkan 2,7 Ton jagung ose atau jangung yang telah diproses menjadi pipilan kering, selain itu dengan adanya program ini kita bisa memberikan tambahan suplai bagi pedagang sekitar dan penyerapan tenaga kerja lokal.” Tandasnya.
Kedepan dari Alokasi Dana Desa T.A 2026 pihaknya akan mengembangkan Program Penggemukan Sapi, “Jadi untuk penyertaan modal dari desa untuk BUMDes tahun anggaran 2026, untuk ketahanan pangan kita alokasikan untuk penggemukan sapi, jadi nantinya program ketahanan pangan ada tiga.” Terangnya.
Masih Suyanto, “Ya harapannya, kedepan program ketahanan pangan ini dapat terus berlanjut sehingga bisa meningkatkan produktifitas BUMDes sekaligus bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu program ini juga sebagai wujud dukungan pemerintah desa pada program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yaitu Swasembada Pangan.” Imbunya. (*/S)









