Cimahi,Rabu(19/08/2026)
Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong perlindungan pekerja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dalam program perlindungan serta pemberdayaan ekonomi.
Komitmen itu ditunjukkan dalam kegiatan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) sekaligus penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Cimahi, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asisten III Pemkot Cimahi, jajaran BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan perbankan, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana mengapresiasi dukungan BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai konsisten memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya.
Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan tidak boleh dipandang sebatas kewajiban administratif.
Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menghadapi risiko saat bekerja.
“Pada kesempatan ini saya merasa bangga karena kita menyaksikan bersama penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pekerja,” ujar Ngatiyana.
Santunan Rp147 Juta untuk Keluarga Anggota Linmas
Salah satu manfaat program tersebut diterima keluarga seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Keluarga almarhum menerima santunan kematian sebesar Rp40 juta, sementara putrinya memperoleh manfaat beasiswa pendidikan sekitar Rp105 juta. Secara keseluruhan, manfaat yang disalurkan mencapai sekitar Rp147 juta.
“Beliau merupakan anggota Linmas yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas. Karena sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, maka hak perlindungannya dapat diberikan kepada keluarga,” jelas Ngatiyana kepada awak media.
Ia menegaskan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Linmas, ketua RW, serta kelompok pekerja lainnya merupakan bagian dari perhatian dan tanggung jawab Pemerintah Kota Cimahi.
Dengan adanya jaminan tersebut, pemerintah berharap keluarga pekerja tidak menghadapi beban ekonomi yang semakin berat ketika musibah terjadi.
Tak Hanya Santunan, Masyarakat Didorong Mandiri
Selain memberikan perlindungan sosial, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Melalui program pemberdayaan ekonomi, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Ngatiyana menilai pendampingan menjadi faktor penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan.
“Pemberdayaan ekonomi ini penting agar masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik. Termasuk berbagai program ekonomi kerakyatan dan perumahan yang nantinya dapat membantu meringankan beban masyarakat,” katanya.
Menurutnya, bantuan akan memberikan dampak lebih besar apabila disertai pembinaan dan pendampingan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus menjaga keberlanjutan usaha dan pengelolaan ekonomi keluarga.
Pekerja Korban PHK Ikut Mendapat Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan program yang menyasar pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pemkot Cimahi berharap sinergi lintas lembaga dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi agar memiliki kesempatan untuk kembali bangkit dan memperoleh sumber penghasilan.
“Semoga apa yang dipaparkan dan diberikan hari ini, termasuk bantuan tabungan dan program pemberdayaan ekonomi, dapat memberikan semangat serta membuka masa depan yang baru bagi masyarakat Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.
Pemkot Cimahi juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan pihak perbankan atas dukungan yang diberikan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan santunan. Pemerintah ingin kerja sama itu berkembang menjadi program berkelanjutan yang mampu memperluas perlindungan pekerja, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan membuka akses kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cimahi.
Achmad Syafei/Yopi












