MALANG RAYA – Presiden RI Joko Widodo meminta PSSI untuk menghentikan Liga 1 pasca haru biru di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (1/10). Selain itu, pihaknya menginstruksikan kepada Kemenpora dan Kapolri untuk menginvestigasi secara menyeluruh.
“Segera investigasi dan benahi apa yang terjadi, tentu harus ada yang bertanggung jawab. Maka kita akan tegakan aturan FIFA ataupun PSSI dan prosedur pengamanan penyelenggaraan,” kata Jokowi.
Ia menyesalkan tragedi yang sering kali mewarnai sepak bola. Ia berharap tragedi kemanusiaan semacam ini tak terulang lagi. Ia meminta harus ada yang bertanggungjawab atas insiden ini dan mempertanggungjawabkan secara hukum.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” Beber Jokowi.
“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaaan seperti ini di masa yang akan datang. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” Pinta Presiden. (red)
JAKARTA – Polri menyatakan langsung bergerak cepat mengerahkan tim DVI dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan rumah sakit setempat untuk mempercepat proses identifikasi koban laga antara Arema Vs Persebaya.
“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu (2/10/2022).
Adapun Tim DVI tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen Nyoman. Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit,” ujar Dedi.
Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022. (Div Humas Polri)
SIDOARJO – Bertempat di Klinik Pratama dr.Andre Yulius gelar 1000 dosis vaksin gratisdi Perum Kahuripan Nirwana blok C no. 2 Sidoarjo. Nampak ribuan orang rela antri untuk mendapatkan vaksin Covid-19 gratis Sabtu (1/10/22).
Gelaran vaksinasi 1000 dosis vaksin dengan mengusung tema “Lindungi diri dan Keluarga dengan Vaksinasi Covid-19”. Atas support dan kerjasama dengan Kemenkes, DPR RI pusat, dan Dinas Kesehatan Propinsi serta Dinas Kesehatan Sidoarjo.
Dikonfirmasi wartawan perwakilan dari Kemenkes Nana, menyampaikan kepada wartawan,Ini salah satu upaya untuk kita endpandemi yang sudah dilakukan vaksinasi V1,V2,V3 dan ini kita membiarkan untuk Boosternya. Supaya kita tahu semua pandemi bisa pergi, WHO juga sudah memberikan sinyalnya bahwa pandemi akan berakhir, walaupun pada kenyataannya belum.
“Karena kita tidak tahu replikasi virus nya, tetapi semoga dengan vaksinasi ini kita semua akan terlindungi. Kita tidak bisa bilang kita terlindungi, kecuali semua orang terlindungi,” tegasnya.
Masih kata Nana, termasuk juga dampaknya pasti untuk peningkatan ekonomi. Dengan adanya vaksinasi ini tingkat sakit dan kematiannya menurun. Bahkan sekarang tingkat kematiannya perhari sudah kurang 20 hari, makanya tadi sudah saya sampaikan bahwa sudah ada sinyal dari WHO untuk berakhirnya pandemi. Karena memang sudah tingkat kematiannya sudah berkurang dari 20 hari atau tidak ada pelonjakan lagi.
Walaupun beberapa kasus baru muncul tapi kan tidak sampai jatuh, karena sudah vaksinasi. Jadi tubuhnya sudah mengenal dan tidak jatuh fatal pada kematian. Bahkan Pak presiden waktu itu mengatakan di ruangan terbuka boleh tidak memakai masker, tetapi tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.
“Harapan kita bisa hidup normal, dan ekonomi bisa menjadi normal dan lebih baik lagi. Dan kesehatan masyarakat bisa menjadi meningkat,” tutupnya.
Bersamaan Dokter Andre Yulius dikonformasi wartawan dilokasi Sabtu (1/10/22) mengatakan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang antusias, bahkan kami beberapa kali membantu untuk mensukseskan, dari dinas kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu dikasih berapapun habis, di kasih 800 dosis habis, di kasih 1000 dosis habis, di kasih 1200 habis, pernah di kasih 5000 habis.
Itu rata-rata rentang waktu 1 sampai 7 hari. Karena memang untuk pagi hari masih banyak orang yang bekerja. Ini kan jam 08.00 wib sampai jam 14.00 wib, itu masih aktif orang kantor bekerja. Tetapi insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama nanti kita bisa membantu program dari pemerintah dari dinas Kabupaten Sidoarjo untuk mensukseskan 1000 dosis vaksin gratis secara terpenuhi.
“Jadi kita sangat mensupport program pemerintah baik Pusat, Propinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo membantu mensukseskan percepatan vaksin ke seluruh masyarakat E-KTP seluruh Indonesia, dengan khususnya Sidoarjo V1,V2,V3 atau Booster 1 dan V4 Booster 2 khususnya untuk nakes,” jelas dr.Andre Yulius
“Jadi insyaallah semuanya akan terpenuhi dan selesai. Harapannya saya ke depan, kami tetap mendukung dinas Kabupaten Sidoarjo untuk mendistribusikan vaksin secara gratis ke pada masyarakat seluas-luasnya,” tegas dr.Andre.
Sehingga terus ada permintaan kami tetap akan membantu, dan kami membukanya dari pagi sampai malam. Itu yang membuat di tempat kami jumlah pesertanya cukup banyak.
“Karena kami membukanya setiap hari, dari pagi sampai malam. Sehingga membantu percepatan dinas Kabupaten Sidoarjo untuk mensukseskan program vaksin, sehingga seluruh masyarakat bisa memiliki herd immunity kekebalan yang baik juga tubuh sehat maka ekonomi juga kuat dan sehat, bisa berkarya untuk bangsa dan negara,” pungkas Dr. Andre Yulius.
Salah satu peserta yang menerima vaksin, Heri enggan berkata banyak, saya sangat senang ada vaksin gratis, karena selama ini tidak ada informasi tentang vaksin Covid-19. Karena sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan untuk keperluan pengurusan administrasi lain-lain katanya singkat. (Yuli)
CIMAHI – Minggu (02/10/2022) Komite Literasi, Bahasa, Sastra dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (Libastri DKKC) gelar Peringatan Hari Aksara Internasional 2022. Kegiatan yang bertajuk Talkshow Peranan Aksara Daerah Pada Masa Kini dan Lomba Menulis Aksara Buhun, diselanggarakan pada tanggal1 Oktober 2022 di Pendopo DPRD Kota Cimahi. Ketua Komite Libastri DKKC, Hendara Gunawan mengatakan,”Peringatan Hari Aksara Internasional merupakan program tahunan DKKC dalam upaya meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya literasi bagi pemajuan kebudayaan dan Kota Cimahi.
Kesempatan ini untuk pertama kalinya DKKC melakukan diskusi ringan bersama budayawan dan tokoh pendidikan Kota Cimahi Yahya Ganda, Mang Ujang Laip, dan Dahi Juandi. Selain diskusi,digelar pula lomba menulis aksara Sunda Buhun dengan peserta para pelajar SMP se Kota Cimahi, dan pertunjukan seni dengan menghadirkan Jenaka Sunda (Gentra Karamat), Monolog (Achmad Syafei), Rajah (Kasepuhan Bunisari), Pencak Silat (Komite Pencak Silat DKKC), tari dan musik (Komite Musik DKKC).
“Pada saat ini permasalahan tentang keaksaraan di Kota Comahi tidak lagi memberantas buta hurup. Persoalan baca tulis tingkat dasar sudah selesai. Tapi saat ini kita harus mendorang masyarakat kota melek literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan,” ujar Hendra di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (1/10/2022).
Lebih khusus Komite Libastri DKKC mendorong masyarakat Kota Cimahi agar melek literasi budaya terutama budaya daerah.
”Kami ingin mengajak masyarakat tahu dan mau belajar aksara Sunda buhun (kuno) sebagai warisan budaya leluhur kita yang saat ini sudah tidak dikenal, dilupakan, digunakan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,”ungkap Ki Sastro, pangilan akrab Hendra Gunawan.
Senada dengan Ki Sastro, Yahya Ganda diluar diskusi menyampaikan pandangan bahwa sudah saatnya pemerintah Kota Cimahi memperhatikan pemajuan kebudayaan dengan membuat langkah strategis sebagai upaya mewujudkan UUD 1945 pasar 32 dan Undan-Undang No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Jangan sampai pemeritah Kota Cimahi dan anggota DPRDnya ketika ditanya mau dibawa kemana aksara Sunda, berdiam diri tidak bisa menjawab. Padahal jelas undang-undang pemajuan kubudayaan dan Perda Kota Cimahi tentang pemajuan budaya lokal sudah mengamanatkan,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman anggota DPRD dan Pemerintah Kota Cimahi terhadap literasi budaya dan tentang pemajuan kebudayaan daerah masih minim, sehingga ada pertanyaan sepele pun merasa kesulitan menjawabnya. “Meski demikian saya masih besar harapan kebudayaan daerah Kota Cimahi bisa lebih maju, dengan syarat pemerintah termasuk DPRDnya punya rasa kepedulian untuk mejalankan amanat UUD 1945, undang-undang pemajuan kebudayaan dan Perda yang telah dibuatnya,” tandas Yahya.
Disisi lain Mang Ujang Laip menyatakan, bahwa budaya Indonesia terutama di perkotaan sudah tersisihkah oleh budaya asing. Anak-anak muda kita lebih bangga menggeluti budaya Korea dan melupakan budaya daerah karena lemahnya pendidikan budaya. “Jepang, Korea, Cina, India dan beberapa negara di dunia sangat bangga dengan aksara kunonya. Aksara menjadi bagian kehidupan mereka di segala bidang. Di kita aksara daerah (kuno) tidak jadi apa-apa. Jangankan dipelajari lebih mendalam, dimanfaatkan untuk nama jalan saja tidak. Dalam upaya melestarikan aksara Sunda buhun Mang Ujang Laip berharap agar pemerintah kota mengupayakan nama-nama jalan di Kota Cimahi selain menggunakan aksara latin juga disertakan aksara Sunda buhun di bawahnya sebagaimana telah dilakukan dibeberapa daearah di Jawa Barat dan Provinsi lain. Agar generasi muda kita lebih ngenal budayanya, lebih khusus mengenal aksara daerah Mang Ujang berharap Dinas Pendidikan Kota Cimahi lebih berperan dan mendorong sekolah-sekolah terutama Sekolah Dasar dan Menengah Pertama agar menyediakan waktu khusus bagi peserta didik berlajar aksara daerah.
“Saya ingin dimasa mendatang bukan saja aksara daerah semakin dikenal oleh masyarakat, tapi dari kota cimahi bisa lahir para ilmuwan yang dapat mengkaji tentang sejarah dan segala isi yang terdapat dalam naskah-naskah kuno. Setidaknya ketika anak-anak kita berkunjung ke museum atau ke Batu Tulis tidak hanya selfie, tapi bisa membaca apa yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya.
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri undangan acara peresmian Kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Oktober 2022.
“Mungkin yang pertama saya ucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada kami dan suatu kehormatan kami mendapatkan kesempatan untuk bersama-sama meresmikan gedung baru. Kalau kita sudah bicara Pancasila walaupun kita berbeda-beda tapi kita tetap satu dan satu di dalam ideologi Pancasila,” kata Sigit mengawali sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengingatkan kepada seluruh pihak terkait soal Bangsa Indonesia yang akan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.
Menurut Sigit, semua pihak harus memiliki rasa semangat dan kepentingan bersama dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Dalam hal ini, Sigit menegaskan soal menjaga dan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Sigit menuturkan, pelaksanaan Pemilu 2024 harus dapat lebih baik dibandingkan pada tahun 2019 lalu. Pasalnya, untuk pelaksanaan Pemilu selanjutnya, tidak boleh ada lagi polarisasi maupun isu politik identitas.
“Saya hanya mengingatkan bahwa yang namanya persatuan dan kesatuan kita adalah sila ketiga dari Pancasila. Jadi ketika kita bicara politik bangsa, maka politik yang harus kita sampaikan kepada masyarakat adalah politik dan ideologi Pancasila. jadi itu yang saya pesankan,” ujar Sigit.
Oleh karenanya, Sigit berharap, siapapun yang nantinya akan menjadi calon Presiden di Pemilu 2024 harus mampu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Serta, menyampaikan gagasan serta visi dan misi Indonesia maju.
“Dengan demikian kita bisa menghindari perpecahan, kita bisa menghindari terjadinya polarisasi. Karena kedepan yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan,” ucap Sigit.
Lebih dalam, Sigit menekankan, seluruh elemen bangsa harus menjaga Pancasila dan tujuan nasional demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Karena itu, Sigit menyebut, diperlukan adanya sinergitas dan soliditas seluruh elemen bangsa guna mencapai cita-cita tersebut.
“Sekali lagi, karena kita boleh apa saja, agama kita boleh apa saja, bicara Pancasila maka kita bicara ideologi negara maka kita semua menjadi satu karena Pancasila. Dan kita semua sudah membuktikan bahwa itu adalah dasar negara yang harus selalu kita pertahankan sampai kapanpun,” tutup Sigit.
Lumajang – Bersama Jajaran Forkopimcam, Kapolsek Randuagung Polres Lumajang Iptu Darmanto mendampingi giat penilaian lomba pawon urip, di Dusun Langsepan Desa / Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).
Penilaian saat itu dilakukan oleh tim penilai dari Kabupaten Lumajang. Selain Jajaran Forkopimcam, hadir dalam kegiatan saat itu, Pemdes Randuagung berikut aparatur dan perangkatnya serta anggota PKK hingga Gerbangmas setempat.
Kapolsek Randuagung Iptu Darmanto berkata, lomba pawon urip merupakan salah satu metode peningkatan ekonomi kreatif dalam skup kecil, setingkat keluarga. Digagas sehingga bisa memperkuat sendi ketahanan pangan, serta kekompakan antar warga dilingkungan termaksud.
“Pendampingan ini kami lakukan selain memastikan rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan aman lancar, juga sebagai bentuk dukungan polri pada setiap program – program pemerintah,” kata Iptu Darmanto.
Diwaktu yang sama, Iptu Darmanto menyampaikan juga berlangsung perlombaan ‘bank sampah’. Pengolahan limbah menjadi barang bermanfaat. Lokasi berlangsungnya kegiatan merupakan tempat yang sama, dipergunakan sebagai lokasi ajang perlombaan siskamling diwaktu sebelumnya.
“Dalam pengamanan kami melibatkan sejumlah pihak kami bersinergi sehingga dari awal kegiatan sampai dengan akhir berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H menjadi salah satu pemateri di acara ‘Dingklik Kreatif’ di Dusun Pasinan Desa Karangbendo Kecamatan Tekung Lumajang, Sabtu (1/10/2022).
Acara yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila itu, melibatkan Dinas Pariwisata Lumajang, tokoh pemuda, tokoh agama. Dihadiri jajaran Forkopimcam Tekung dan pemerintahan desa setempat.
Pengamalan nilai – nilai Pancasila, menjadi pokok bahasan. Diawal pembuka, AKBP Dewa menyampaikan dasar diadakannya kegiatan yakni diskusi mengenai wawasan kebangsaan.
Dijelaskan, Dingklik merupakan filosofi bahasa jawa yang memiliki makna kursi. Sementara Kreatif merupakan sumber kekuatan dari lahirnya inovasi. Sehingga Dingklik Kreatif menggambarkan sebuah pertemuan, duduk berdiskusi bersama, melibatkan pihak – pihak yang memiliki kemampuan berfikir, diharapkan akan lahir sebuah inovasi ke depannya.
“Kita diskusi dengan adik – adik, dengan masyarakat, diskusi kebangsaan tentang Pancasila. Bagaimana nilai – nilai Pancasila itu sendiri kupas agar dipahami. Kemudian bagaimana kita mengimplikasikan dalam kehidupan sehari – hari,” kata Kapolres Lumajang.
Dari serangkaian penyampaian, Kapolres menggali upaya, sedianya pemuda di Kabupaten Lumajang tetap menjaga nilai – nilai Pancasila. Kemudian menerapkan dalam kehidupan sehari – hari baik mulai dari pemikiran, perkataan dan perbuatan harus bersendikan Pancasila.
“Karena Pancasila sebagai pedoman hidup. Dengan mengamalkan nilai – nilai tentu akan bisa menghindari diri hal – hal negatif,” imbuh Kapolres.
Mulai dari anak – anak, dan kaum Pemuda, ditegaskan nantinya akan menjadi pewaris dan tulang punggung bangsa. “Mulai sekarang, mereka harus terus menjaga itu ( pengalaman nilai – nilai Pancasila -red ) agar NKRI tetap berdiri,” tukasnya.
Senada dengan Kapolres Lumajang, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli menyampaikan apresiasi akan terlaksananya acara tersebut. Menurutnya, merupakan gagasan baik dan diharapkan, akan bisa memberikan tambahan pemahaman.
“Dari sudut pandang pariwisata, tentu dalam pengembangan perlu keterlibatan dan gagasan berikut peranserta para pemuda. Pemuda yang sehat dan kreativitasnya tinggi,” ucap dia.
Diwaktu yang sama, Noval perwakilan dari GP Ansor setempat senada mengajak khalayak untuk mempertahankan tradisi, budaya dan pengamalan nilai Pancasila.
“Kita ini punya tradisi yang luar biasa, kita memiliki budaya yang tinggi, harus kita pertahankan. Harus kita benar – benar jaga, karena itu adalah benteng kita semua,” pungkasnya.
MALANG RAYA – Kerusuhan terjadi setelah laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dalam laga itu, tim tuan rumah dibekuk tim tamu dengan skor tipis 2-3.
Begitu wasit meniup peluit panjang, para Aremania –sebutan supporter Arema- berbondong-bondong turun ke lapangan karena tak terima tim kesayangan mereka kalah. Mereka membuat kericuhan di dalam stadion sehingga membuat suasana tidak kondusif.
Informasi Yang Diterima tim Redaksi, terdapat dua supporter Arema FC yang dipastikan meninggal dunia di tempat. Hal itu diketahui dari atribut klub yang digunakan kedua korban tersebut.
Supporter Masuk Lapangan Akan tetapi, belum diketahui identitas dari kedua korban itu. Yang jelas, mereka sudah ditemukan tak bernyawa ketika berusaha ditolong oleh rekan-rekan media yang bertugas meliput Jalan nya pertandingan.
Terpantau para supporter saling pukul satu sama lain dengan berbagai benda yang mereka bawa. Para petugas keamanan pun kerepotan untuk mengatasi kericuhan tersebut.
Selepas laga usai, para pemain dan tIm ofisial Persebaya pun langsung di evakuasi oleh petugas keamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka dibawa menggunakan kendaraan barracuda sehingga aman dari penyerangan supporter tim tuan rumah.
SUMBER : disadur dari MNC portal Indonesia & berbagai sumber EDITOR : dhw_robhin
Lumajang-Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, S.I.K., M.H., menjadi pemimpin pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari Selasa 01 Oktober 2022.
Upacara yang diikuti anggota polres Lumajang dilaksanakan halaman Mapolres Lumajang
Tampak pada pelaksanaan kegiatan tersebut pejabat utama Polres Lumajang di antaranya Wakapolres Lumajang Kompol Andi Febriyanto Ali, S.E, Para Kabag, Para Kasat, Para Kapolsek Jajaran serta Para Bintara peserta Upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Pelaksanaan upacara yang berjalan dengan penuh hikmat tersebut juga bertujuan untuk memupuk rasa kesatuan serta persatuan antara sesame personil Polri Khususnya personil Polres Lumajang juga untuk menciptakan rasa nasionalisme terhadap seluruh peserta upacara.
Dalam sambutan, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, S.I.K., M.H menyampaikan menjaga tegaknya Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari adalah sebagai pelindung pengayom masyarakat dan pelayanan masyarakat.
“Harapan saya di hari Kesaktian Pancasila ini memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya berharap ini tidak hanya sekedar seremonial tapi melaksanakan untuk mengamalkan dalam sejarah.
“Mudah mudahan kedepan Pancasila tegak dan berdiri di dalam kesatuan republik Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubsipenmas Polres Lumajang Aipda Eko Budi Laksono menyampaikan sebagai anggota Polri kita wajib menanamkan nila – nilai Pancasila bukan hanya dalam kehidupan sehari – hari akan tetapi juga dalam pelaksanaan tugas kedepan.
“Sehingga dalam pelaksanaan tugas kedepan kita tidak akan mengalami kendala,” pungkasnya.
Lumajang – Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 70 Ketua Cabang Bhayangkari Lumajang Ny. Indah Dewa Putu memberikan baksos kepada anak penderita jantung dan ini bertepatan dengan Hari Jantung Dunia. Giat ini sebagai bentuk perhatian dan kehadiran Bhayangkari terhadap warga yang membutuhkan.
Pihaknya berharap dengan adanya penyerahan bakti sosial ini bisa meringankan beban mereka. Serta mengembalikan keceriaan dari anak-anak tersebut.
“Saya harap dengan bakti sosial ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif” kata Ny. Indah Dewa Putu
Selain itu anak-anak juga mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Acara berlangsung dengan lancar serta menerapkan protokol kesehatan di Kantor Bhayangkari Jalan Panjaitan Kecamatan Lumajang.
“Terimakasih Ibu-ibu Bhayangkari Lumajang yang telah membantu kami” ujar salah satu anak-anak penerima Baksos (HMS/red).