Home Blog Page 1287

Hindari Macet Proyek Flyover JPL 64 Krian, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Dishub Sidoarjo

0

SIDOARJO – Pembangunan Flyover JPL 64 Krian sudah dimulai konstruksinya. Rekayasa arus lalu lintas jalan Kyai Mojo dan jalan M. Yamin yang menjadi titik lokasi pembangunan tengah dilakukan Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo. Oleh karenanya masyarakat diharap menghindari ruas jalan tersebut. Saat ini Jl Kyai Mojo ditutup separuh dan diberlakukan satu arah. Kendaraan yang datang dari arah Wonoayu diarahkan ke jalur alternatif Jl. Mpu Gandring.

Bupati Ahmad Muhdlor sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan Sidoarjo untuk menempatkan petugas guna mengatur dan memecah kemacetan. Ia juga minta adanya pemasangan rambu-rambu peringatan dibeberapa titik jalur utama yang biasa dilalui kendaraan. Terutama di pertigaan jalan. Rambu yang dipasang bertuliskan, Dilarang Melintas, Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Jalur Alternatif, dan rambu lainnya sebagai penunjuk arah.

“Bagi masyarakat yang ingin melintas di Jl. Kyai Mojo dapat memilih jalur lain. Sementara ini masih ditutup separuh dan diberlakukan satu arah. Ada banyak jalur alternatif yang dapat dilewati,” ujar Gus Muhdlor. Rabu, (21/9/2022).

Putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti penujuk arah papan rambu-rambu yang dipasang Dishub. Karena jalur tersebut merupakan jalan alternatif yang disiapkan Dishub.

“Kami himbau kepada masyarakat mohon mengikuti papan rambu-rambu penunjukan arah yang ada. Gunakan jalur alternatif untuk kelancaran arus lalu lintas,” imbuhnya.

Jalur alternatif yang disiapkan Dishub Sidoarjo diantaranya; bagi kendaraan yang datang dari timur bisa melewati jalur alternatif Jl. Setiabudi, Jl. Basuki Rahmat, Jl. KH Dewantara dan Jl. Mpu Gandring.

Kemudian kendaraan yang datang dari arah utara bisa melewati jalur alternatif Jl. By Pass Krian, Jl. Mayjen Yuwono, Jl. Wahidin, Jl. KH Dewantara kemudian Jl. Mpu Gandring.

Sedangkan yang dari arah barat bisa melewati jalur alternatif Jl. Imam Bonjol, Jl. KH. Dewantara dan Jl. Mpu Gandring.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sidoarjo, Dwitjahjo Mardisunu mengatakan, rekayasa arus lalu lintas dilakukan untuk memperlancar pengerjaan Flyover JPL 64 Krian. Pengalihan arus melihat tahapan pengerjaan pembangunan.

“Pengalihan arus saat masa konstruksi tahap 1 dan 2 pembangunan Flyover JPL 64 berbeda. Selain itu pengaturan pergerakan kendaraan juga mempertimbangkan jam-jam tertentu,” terang Sunu.

Selain penempatan petugas, lanjut Sunu, “pemasangan rambu-rambu peringatan adanya konstruksi proyek juga sudah terpasang ditiap pertigaan jalan alternatif,” pungkasnya. (Kominfo/Yl)

Editor : dhw_robhin

Bersama Media, Polres Kediri Sampaikan Wawasan Kebangsaan

0

KEDIRI – Berbagai upaya dilakukan Polres Kediri dalam menyampaikan pesan agar sampai ke masyarakat luas. Seperti yang dilakukan Kasihumas Polres Kediri, IPTU Uji Langgeng, dengan cara menyambangi Radio Republik Indonesia (RRI) Kediri Jalan Pb. Sudirman Kabupaten Kediri, pada Selasa (20/09/2022).

Giat sambang tersebut dalam rangka memberi penyuluhan kepada masyarakat mengenai wawasan kebangsaan melalui talkshow yang mengudara langsung dan dapat didengar oleh masyarakat pada frekuensi 100.2 MHz.

Penyuluhan dilakukan melalui sebuah talkshow di radio karena penyebaran informasinya dinilai akan lebih efisien, menarik, menjangkau masyarakat luas, dan dapat dinikmati masyarakat di manapun berada.

Dalam talkshow ini, IPTU Uji Langgeng sebagai pemateri dipandu oleh salah seorang penyiar radio RRI menyampaikan tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara untuk bela negara , serta mampu mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 serta memahami Bhenika Tunggal Ika sebagai bangsa yang majemuk dan mengutamakan rasa kesatuan dan persatuan bangsa sebagai harga yang tak tergoyahkan.

Kita seharusnya bersyukur dan bangga menjadi warga negara bangsa Indonesia, beraneka suku bangsa, agama bisa hidup berdampingan rukun damai saling menghargai menghormati dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Kegiatan dengan tema serupa sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin kedepannya. Dikarenakan pemahaman akan wawasan kebangsaan sangat penting untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” ujar IPTU Uji Langgeng. (Humas)

Bapenda BondowosoTerus Melakukan Monitoring Dan Evaluasi PBB 2022

0

BONDOWOSO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso saat ini terus melakukan monitoring dan Evaluasi (Monev) Pajak Bumi Bangunan (PBB). bertempat di Desa Jebung Lor Kecamatan Tlogosari, rabu (21/09 2022).

Diungkapkan Kepala Bapenda Bondowoso Dodik Siregar, Bahwa kegiatan Monitoring tersebut merupakan langkah untuk mengetahui kendala-kendala yang di hadapi dalam proses pembayaran PBB.
“Monitoring dan Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi Desa dalam pembayaran PBB, sehinga diharapkan melalui monitoring tersebut kendala yang di hadapi dapat terpecahkan,” Kata Dodik.

Ditambahkan Kepala Bapenda Dodik Siregar, kegiatan monev ini dilakukan dalam upaya mengakselerasi realisasi pendapatan daerah dari sektor PBB.

“Melalui kegiatan Monev ini, Bapenda nantinya bisa secara langsung melakukan klarifikasi dan verifikasi terkait realisasi serta kendala yang dihadapi dalam proses pembayaran PBB wilayah bersangkutan,” jelasnya.
Adapun Monitoring dan Evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang di ikuti Kepala Desa (Kades) se- Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso berjalan humanis dan lancar.(dar)

Editor : dhw_robhin

Wabup Sidoarjo Menerima Kunjungan Kerja Danrem 084 Bhaskara Jaya

0

SIDOARJO – Wakil bupati Sidoarjo H.Subandi SH beserta Jajaran Forkopimda Sidoarjo menerima kunjungan Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Terry Tresna Purnama beserta jajarannya, di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (20/9).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi Terry yang baru ditugaskan sebagai Danrem Bhaskara Jaya.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas sebagai Danrem 084/BJ. Wabup Subandi menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Forkopimda terus menjalin sinergitas demi menciptakan kondisi Kabupaten Sidoarjo yang aman dan konsusif.

“Alhamdulillah kami dijajaran Pemerintah dan juga Forkopimda Kabupaten Sidoarjo tak pernah putus komunikasi. Begitupun sinergitas juga selalu kami bangun demi menciptakan Sidoarjo yang aman dan kondusif,” kata Wabup Subandi.

Perwira Tinggi (Pati) TNI AD itu disambut oleh Wakil Bupati Sidoarjo H.Subandi SH, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Masarum Djatilaksono, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Achmad Muhdhor, SH. MH,Kepala  Pengadilan Negeri Sidoarjo Sutarjo. S.H, M.H. dan Jajaran OPD.

Wabup Subandi mengatakan pertemuan dengan Danrem Bhaskara Jaya berlangsung gayeng dan familiar.

“Tadi beliau didampingi oleh Kodim Sidoarjo pertemuan berlangsung gayeng familiar. Saya ucapkan selamat datang di Kabupaten Sidoarjo, selamat bertugas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan senang hati akan meningkatkan sinergitas dengan jajaran Forkopimda terutama jajaran Korem Bhaskara,” kata Subandi.

Subandi menjelaskan selama 2 tahun Pandemi COVID-19, pihaknya merasakan andil kinerja lapangan prajurit TNI dan Polri dalam mengatasi pandemi COVID cukup besar. Subandi menegaskan pihaknya bersama Forkopimda bahu membahu bersama meningkatkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi setelah masa krisis pandemi dan penanganan stunting di Kabupaten Sidoarjo.

“Kita Jajaran Forkopimda saling mendukung Program-program Pemerintah untuk memulihkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Penurunan Stunting di Kabupaten Sidoarjo,” tutur Subandi

Sementara itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mengatakan, kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hanya sebatas silaturahmi. Sebab, dirinya baru sepekan ditugaskan sebagai Danrem Bhaskara Jaya.

“Kita sebagai orang baru ya, saya baru satu Minggu di Korem ini. Tentunya sebagai warga barulah di sini, saya silaturahmi dengan Jajaran Forkopimda Sidoarjo,” ungkap Terry.

Melihat kompaknya Wakil Bupati Sidoarjo dan Forkopimda tersebut, Danrem 084/BJ nampak memberikan apresiasi yang luar biasa. Menurutnya, sinergitas serta kerja sama antara Korem 084/BJ dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selama ini cukup baik dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. Ia sebagai Danrem 084/BJ baru, mengaku siap untuk melanjutkan sinergitas dan perjuangan yang sudah lama terbangun. Sebab, baru 1 bulan lebih 3 minggu dirinya menjabat sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya.

“Saya berterima kasih kepada segenap pejabat Forkopimda Kabupaten Sidoarjo yang telah bersama-sama saling bergandengan tangan dan memantapkan komitmen untuk membangun Sidoarjo yang aman dan kondusif. Korem 084/Bhaskara Jaya akan senantiasa mendukung dan membantu tercapainya sasaran pembangunan di daerah, baik dalam aspek keamanan maupun kesejahteraan,” katanya.

Dirinya melanjutkan, Danrem 084/Bhaskara Jaya mengucapkan terimakasih atas suksesnya kegiatan TMMD serta siap mendukung penuh Kabupaten Sidoarjo dalam penangan Stunting dan Ketahanan pangan.

“Kedepannya kami mendukung penanganan stunting dan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang berada di satuan jajaran Korem 084/BJ di Kabupaten Sidoarjo,”pungkas Danrem 084/BJ. Bob (Kominfo/Yl)

Editor : dhw_robhin

Cetak Atlet Daerah, Polres Lamongan Gelar Turnamen Pencak Silat

0

LAMONGAN – Polres Lamongan menggelar turnamen Pencak Silat merebutkan Kapolres Cup 2022 di Gedung Olah Raga Lamongan, yang dibuka langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareska S.I.K., M.Si, kemarin Selasa (20/9/2022).

Turnamen tersebut untuk memfasilitasi dan menyalurkan hobi para atlet pencak silat dalam mengukir prestasi olah raga beladiri.

Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareska S.I.K., M.Si , menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan positif ini dan memberikan arahan.

” Pencak Silat adalah warisan budaya sehingga kita harus melestarikan budaya tersebut, jangan sampai hilang termakan waktu,” kata AKBP Yakhob.

Dijelaskannya, diselenggarakannya kegiatan positif ini bertujuan untuk meningkatkan potensi minat dan bakat generasi muda, menjunjung tinggi sportivitas serta mengantisipasi terjadinya gesekan maka Polres Lamongan menginisiasi Turnamen tersebut.

” Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sekaligus meningkatkan nilai nilai luhur dalam pencak silat yaitu aspek mental spiritual, aspek seni budaya, bela diri dan olah raga,” tambahnya.

Selain menyalurkan hobi dan bakat, Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareska berharap melalui turnamen ini dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi serta memperkokoh persatuan dan persaudaraan di antara perguruan silat terutama di Kabupaten Lamongan.

” Untuk Pemenang dalam turnamen ini selanjutnya akan dikirim ke Polda dalam rangka Turnamen Pencak Silat Kapolda Cup.” tutup AKBP Yakhob sekaligus Pemukulan Gong bersama Ketua IPSI sebagai tanda dimulainya Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup. (Humas)

Pewarta : Qomar
Editor : dhw_robhin

Cimahi Open Dialog #3,Upaya Kolaborasi Memajukan Kebudayaan Kota Cimahi

0

CIMAHI – (Rabu,21/09/2022)
Cimahi Open Dialog (COD) Episode 3 menyuguhkan tema Menakar Implementasi amanat Undang-Undang (UU) No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi No. 9 Tahun 2018 tentang Pemajuan Budaya Lokal dengan para pembicara dari organisasi kebudayaan, akademisi, pemerintah, dan DPRD Kota Cimahi. Kegiatan yang digagas LSM Kompas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi ini digelar, Selasa 20 September 2022 pukul 13.00-17.00 wib. di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jl. Jl. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Hermana HMT memberi catatan khusus, bahwa implementasi UU No. 5 Tahun 2017 tenteng Pemajuan Kebudayaan, Perda Kota Cimahi No. 9 Tahun 2018 tentan Pemajuan Budaya Lokal, dan Perda No. 10 tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2019-2025 belum optimal.

“Mengenai turunan UU pemajuan kebudayaan, setiap Kabupaten/Kota wajib menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Sejak tahun 2018 Kota Cimahi termasuk yang sudah menyusun PPKD, namun PPKD sampai saat ini belum disahkan oleh Walikota sehingga PPKD terkatung-katung dan tidak menjadi landasan pemajuan kebudayaan daerah yang sah. Demikian pula Perda pemajuan budaya lokal Kota Cimahi belum dibuatkan kebijakan turunannya dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwal),” ujar Hermana.

Menurutnya PPKD itu penting sebagai acuan Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di bidang kebudayaan.
“Karena PPKD memuat data autentik potensi pelaku dan jenis budaya yang berkembang di daerah dari masa lalu sampai saat ini. Deri situ pemangku kebijakan dapat menetapkan mulai dari mana dan objek budaya mana saja menjadi prioritas awal dan selanjutnya harus dilakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan,” jelasnya.

Tandasnya, jika setiap kebijakan yang dibuat dijalankan dengan baik maka bisa menghasilkan program yang matang, sumber daya budaya yang mumpuni, layak, berdaya guna, dan membangun citra daerah yang baik.
“Sampai saat ini kebudayaan masih dianggap beban dalam pembangunan dan penganggaran pemerintah daerah. Kebudayaan tidak dipandang sebagai investasi masa kini dan mendatang. Penting bersama, budaya selain mewujud dalam bentuk peradaban suatu daerah dan bangsanya, juga media pergaulan atar wilayah dan negara-negara diberbagai belahan dunia, dan sebagai aset dalam meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Hal penting lainnya dalam mewujudkan pemajuan kebudayaan daerah adalah got royong, kolaborasi, dan koordinasi antara pemangku kebijakan, pelaku budaya, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Sebagai contoh lakukan sinkronisasi program Disdik dan Disbudparpora Kota Cimahi dengan program Kemdikbud Ristek juga Kemenparekraf. Tangkap program kementerian dan provinsi untuk daerah, sehingga dapat meringankan beban anggaran daerah dengan penyerapan anggaran yang disediakan untuk kementerian dan provinsi tersebut,” tulisnya.

Lanjutnya, gagas kegiatan khusus sejenis Festival atau Pekan Kebudayaan Daerah sebagai ajang evaluasi, publikasi, promosi, bahkan ‘menjual’ potensi kebudayaan pada masyarakat dunia yang lebih luas. Tentu saja harus dibarengi dengan penyediaan tempat yang layak untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
“Pemerintah mesti menjamin tersedianya pusat kebudayaan daerah, dan memperbanyak literasi budaya daerah,” pungkas Hermana.

Achmad $
Sumber:(HumasDKKC)

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pengeroyokan Di Jombang, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan

0

JOMBANG – Dua orang pria di Jombang, Jawa Timur ini tidak menduga jika akan diringkus polisi setelah hampir dua bulan berkeliaran bebas usai melakukan tindak pidana pengeroyokan.

Kedua pria itu adalah STJ (49) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto dan SG, (49) warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Keduanya ditangkap anggota unit reskrim Polsek Jombang di rumahnya masing masing tanpa perlawanan. Keduanya kini mendekam di sel tahanan.

“Kedua pelaku kita tangkap 13 September lalu,” kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat melalui Kasi humas IPTU Qoyum Mahmudi kepada wartawan, Selasa (20/9/2022).

Mereka berdua dilaporkan melakukan tindak pidana pengeroyokan pada 31 Juli 2021 lalu. Korbannya adalah Hadisono (54) warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang.

Saat itu, korban Hadisono tengah datang ke warung di halaman Dekopinda Jombang, Jl KH Hasyim Asyari, Kaliwungu, Jombang Kota. Korban datang ke warung untuk ngopi.

“Saat itu, dia (korban) melihat dua pelaku ini bersama temannya sedang karaoke ditemani seorang wanita pemandu,” ujar IPTU Qoyum.

Aksi tersebut kemudian sempat direkam oleh Hadisono. Merasa privasinya terganggu, kedua pelaku dan dua orang lain menghampirinya. Ia menanyakan maksud Hadisono merekam aksi mereka yang sedang nyanyi karaoke.

“Korban sempat mengelak, para pelaku juga kembali ke tempatnya dan meneruskan bernyanyi,” kata IPTU Qoyum.

Setelah bernyanyi, kedua pelaku kembali mendatangi korban. Mereka, menyeret korban dengan menarik bajunya lalu menghajar Hadisono hingga babak belur.

Hadisono dikeroyok dengan pukulan tangan, tendangan hingga pukulan batu.Aksi pelaku akhirnya berhenti setelah dilerai oleh warga.

“Korban mengalami luka pada kepala, wajah dan tangan akibat pengeroyokan itu,” ujar mantan Waka Polsek Kabuh ini.

Kasusnya baru terungkap beberapa hari lalu setelah polisi mengendus keberadaan kedua pelaku di Jombang. Keduanya pun dibekuk dan dibawa ke Mapolsek Jombang Kota.

Petugas juga mengamankan baju korban yang ada bercak darah dan juga hasil visum korban dari rumah sakit sebagai barang bukti.

“Kedua pelaku telah ditetapkan tersangka dan disangkakan dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” pungkasnya. (Humas)

Pewarta : Qomar
Editor : dhw_robhin

Polres Lumajang Berhasil Ungkap Judi Online

0

Lumajang, www.gempurnews.com –Polsek Kota Polres Lumajang berhasil mengamankan 5 pelaku judi online.5 orang pelaku yang berhasil diamankan Polsek Kota  Polres Lumajang diantaranya, SA, AR, dan AB ketiganya warga kelurahan Rogotrunan, WI warga kelurahan Tompokersan dan NA warga Ditrotrunan.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D,S.I.K.,M.H menyampaikan,pengungkapan tindak pidana perjudian dengan menggunakan teknologi digital dilakukan oleh Satreskrim Polres Lumajang dan Polsek Kota.
“Ada dua jenis judi yang dilakukan tersangka diantaranya, sidney dan online slot. Untuk judi sidney dilakukan oleh 3 orang,” ungkapnya pada awak media saat gelar konferensi pers, Selasa (20/9/2022).

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, kartu Handphone, bukti tranfer, ATM, uang, dan rekapan penombok. 

“Para tersangka ada yang tiap transaksi sampai 250 ribu, bahkan ada yang mengaku tidak pernah menang tetap kita amankan biar ada efek jerah dan bisa untuk pelajaran bagi pelaku lain,”ujar Kapolres. 

Kelima pelaku dijerat Undang-Undang No 19 Tahun 2015 tentang perubahan Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik

“Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan, dan terancam hukuman 6 tahun penjara, dengan denda Rp 15 Milyar,”pungkas AKBP Dewa.

Reporter : Atman

Dalam Sidang Paripurna DPRD.Fraksi ARKS Pertanyakan Defisit APBDP

0

BARITO UTARA- Fraksi Amanat Rakyat Karya Sejahtera (ARKS) mempertanyakan adanya defisit pada anggaran APBD perubahan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, sebesar Rp142.127.850.458.

Hal ini disampaikan juru bicaranya Hasrat Sag, pada rapat paripurna, pemandangan umum tentang perubahan APBD perubahan Pemerintah Daerah Barito Utara tahun 2022, Selasa (20/9/2022).

Fraksi ARKS melalui juru bicaranya Hasrat Sag meminta penjelasan dari sektor apa saja yang mengakibatkan sehingga terjadi defisit.

Tidak itu saja, fraksi gabungan tiga partai PAN,Hanura dan PKS ini juga mempertanyakan, kepada pemerintah daerah, terkait dengan SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sebesar Rp384.876.677.305,39.

“Kenapa terjadi begitu besar, dan dari anggaran SOPD serta program apa yang menyebabkan silpa,” kata Hasrat, dalam pandangan umum fraksi mereka.

Sedangkan pada Pidato Bupati Barito Utara, terkait dengan belanja tidak terduga, mereka mempertanyakan adanya pengurangan belanja tidak terduga dari Rp.5,5 miliar menjadi Rp.2,929 miliar. Masih sama pertanyaannya, apa yang menyebabkan pengurangannya dan kemana pengalihan anggaran.

Terkait banyaknya pertanyaan ini, akan dijawab oleh pemerintah Barito Utara, pada rapat paripurna, Rabu 21 September 2022, besok.(SS)

Surat Terbuka Untuk Presiden Republik Indonesia, Sungai Wrati Tidak Ada Respon Pihak Terkait

0

PASURUAN – Warga Beji membuat surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia masalah pembersihan sungai Wrati yang tidak ada respon dan action dari pihak terkait. Selasa (20/9/2022).

Surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia yang dibuat ini, berbentuk spanduk berukuran 3×5 meter, dan dipasang dipinggir jalan raya Surabaya-Banyuwangi, tepatnya pertigaan Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hal ini merupakan kekesalan dan kecewanya bagi warga di empat Desa, lantaran sering mendapat janji manis, terkait pembersihan sungai Wrati yang membelah tiga Desa di Kecamatan Beji, dan satu Wilayah Bangil.

Menurut koordinator aksi, Henry Sulfianto mengatakan, ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas kondisi sungai Wrati yang telah akut kerusakannya.

“Perlu diketahui, bahwa kondisi sungai wrati telah berubah warna (hitam), berbau menyengat dan badan sungai ditumbuhi oleh tanaman liar (enceng gondok),” ujarnya.

“Dengan demikian sangat mengganggu rasa keadilan bagi warga di empat Desa yakni, Cangkringmalang, Kedungringin, Kedungboto dan Tambakan, Bangil,” lanjutnya.

Henry Sulfianto menerangkan, warga yang berprofesi sebagai nelayan tidak dapat bekerja mencari ikan, dan kerang ke laut. Lantaran perahu mereka tidak dapat melewati sungai yang telah dipenuhi enceng gondok.

“Demikian pun dengan bau busuk yang menyengat, apalagi saat musim penghujan secara otomatis empat Desa itu akan terendam air banjir dari luapan sungai wrati,” paparnya.

Henry Sulfianto menjelaskan, belum lagi dengan rusaknya ekosistem sungai berimbas pada sumur resapan warga yang tidak dapat lagi dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya memasak.

“Warga di empat Desa guna memenuhi kebutuhan air bersih, harus membeli air bersih untuk memasak dan kebutuhan lainnya. Harga per jerigen Rp. 2500, rata-rata satu keluarga membutuhkan 5 sampai 6 jerigen,” bebernya.

Henry Sulfianto menegaskan, bahwa pihaknya sudah melaporkan ke instasi terkait akan permasalahan tersebut. Namun, tidak ada respon dan actionnya.

“Kami perwakilan warga telah beberapa kali melakukan rapat dengan instansi terkait, perwakilan Perusahaan dan jajaran Muspika Beji yang di Mediatori oleh Camat Beji. Namun, tidak ada ujungnya alias tidak menemukan upaya untuk membersihkan sungai tersebut,” tegasnya.

“Dalam rapat malah membahas struktur Tim Terpadu DAS Wrati Sinergi. Padahal maksud dan tujuan dalam rapat yakni, sesegera mungkin pihak terkait turun tangan bersama-sama untuk membersihkan sungai, agar tidak ada gejolak di tataran masyarakat bawah. Seperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.” Pungkasnya.

Koordinator aksi, Henry Sulfianto juga menambahkan, kami intinya ingin segera mungkin melakukan pembersihan sungai, sebelum musim penghujan tiba. Jika tidak dilakukan pembersihan, maka dapat dipastikan Desa kami utama akan terendam banjir.

Dalam spanduk yang berisikan surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia terpampang tersebut, sempat menjadi sorotan bagi warga juga pengemudi kendaraan bermotor yang melintas. Dan mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat sekitarnya.(Qomar)

Editor : dhw_robhin