Home Blog Page 1289

Seorang Warga Gedangsewu Inisial “HT” Diamankan Aparat, Karena Diduga Jadi Budak Narkoba

0

KEDIRI – HT alias Dyan (36) warga Dusun Duluran Timur Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri menginap di jeruji besi tahanan Polres Kediri. Dia ditangkap Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Kediri karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

“Penangkapan pelaku berawal anggota menerima laporan dari warga terkait adanya transaksi narkoba di Desa Gedangsewu Kecamatan Pare,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara, Senin (19/9/2022).

Selanjutnya, anggota melakukan penyelidikan di lokasi hingga beberapa hari. Hal ini dikarenakan, pelaku diketahui sering berpindah-pindah tempat. Meski demikian, Ridwan mengungkapkan bahwa berkat kerja anggota sehingga pelaku berhasil diamankan di sekitar rumahnya.

“Anggota langsung melanjutkan tugasnya penggeledahan untuk mencari barang bukti,” bebernya.

Dia menambahkan barang bukti diamankan dari tangan pelaku adalah lima plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan beserta pipetnya 1,16 gram, 1 timbangan digital, 1 pipet kaca, 1 bong, dan 1 korek api gas. Diduga sabu sabu ini akan diedarkan oleh pelaku kepada pelanggannya.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Kediri untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Ageng)

Editor : dhw_robhin

Laka Lantas Dum Truk Vs Sepeda Motor Di Lumajang Yang Mengakibatkan Ayah Dan Putrinya Tewas

0

Lumajang, www.gempurnews.com – .Naas Seorang pelajar putri tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pasirian, di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang saat akan berangkat ke sekolah, Senin (19-09-2022).

Terjadinya peristiwa kecelakaan sekitar pukul 05.00 Wib tepatnya di sebelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tempeh

Korban yang diketahui bernama, Sorotul Muslimah (13) tewas dan orang tuanya Lazim (63) warga asal desa pandanarum, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Menurut informasi yang kami himpun di lokasi kejadian, berawal dari sepeda motor Mio 125 nomor polisi N 3373 YAU Yang di kendarai oleh Lazim berboncengan berboncengan dengan Putrinya Soratul Muslimah dari arah utara menuju arah selatan.

Namun ketika sampai di SPBU desa Besuk, sepeda motor yang dikendarai(Lazim) terlalu kekanan, tiba-tiba dari arah berlawanan yakni arah utara meluncur dump truk Isuzu nomor polisi N 8660 NI yang dikendarai Muhammad Firdaus (25) warga Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang dengan kecepatan tinggi terjadilah kecelakaan.

Akibatnya, korban seorang pelajar terpelanting sejauh 15 meter dari lokasi, sementara orang tuanya terpental sejauh 10 meter dari korban.

“Akibatnya anak dan orang tuanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” Ujar salah satu warga Mamat.

Setelah usai menabrak, kendaraan dump truk diduga hilang kendali hingga menabrak truk Mitsubishi Nopol P 8132-UE bermuatan kayu sedang- parkir.sibahu jalan

“Sopir truk tergencet body kendaraan, keduanya kakinya remuk dan kemungkinan ada tulang rusuk yang patah,” Papar Mamat.

Sementara Kanit Lakalantas Polres Lumajang Ipda Loni Roy membenarkan Adanya peristiwa kecelakaan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia.ditempat.

“Korban meninggal dunia Saratul Muslimah dan orang tuanya Lazim mengalami luka pada kepala cedera otak berat,” tuturnya

Menurut keterangan salah satu saksi yang tidak mau disebutkan namanya ditempat kejadian penyebab kecelakaan dikarnakan pengendara motor tersebut terlalu kekanan dan kurang waspada terhadap kedaraan lain.

“Pengendara sepeda motor Mio 125 itu kurang waspada dan kurang hati-hati sehingga menyebabkan laka lantas,” terangnya.

Sementara informasi yang kami himpun korban kecelakaan Sairatul Muslimah (13) merupakan siswi kelas VII C di MTS Negeri Lumajang.

Kemudian kami mendapatkan keterangan dari wali kelas. Dwi Endah mengatakan, Sairotul merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara, ia sendiri dikenal pendiam dan sangat aktif dalam segala hal pembelajaran di sekolah.

“Sairotul ini anak yang dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Bahkan ia tidak pernah ketinggalan pelajaran meskipun dirinya tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Lanjut Dwi Endah, Sairotul sebelumnya tidak masuk sekolah karena sedang opname selama 4 hari, mulai tanggal 14 sampai 17 September dan pada saat ini mulai masuk sekolah, namun takdir berkata lain.

“Biasanya ia berangkat ke sekolah dari Pesantren di Gambiran, karena baru sembuh akhirnya diantar orang tuanya berangkat sekolah dari rumahnya,”jelasnya.

Menurutnya, kartu yang dibawa oleh Sairotul adalah untul login pembelajaran elearning.
“Hari ini pelajaran seperti biasa, tidak ada ujian kelas VII, ”Ungkapnya,

Reporter : Atman

Melalui CSR Berbentuk Beasiswa, Perusahaan Bisa Tingkatkan SDM

0

BARITO UTARA- Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Utara, diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang ada di wilayah areal ring I.

Anggota Dewan Perqakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri,SE. MM,SH.MH mengatakan, di wilayah Kabupaten Barito Utara  banyak perusahaan yang beroperasi, baik dibidang pertambangan maupun perkebunan kelapa Sawit dan Hak Penguaahaan Hutan(HPH).

Keberadaan perusahaan-perusahaan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satuya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni melalui program beasiswa kuliah bagi putra-putri daerah.

“Kita minta Perusahaan apakah melalui Dinas pendidikan atau melalui Pemerintah Desa, agar dapat memprogramkan beasiswa kuliah untuk masyarakat, terkhusus bagi masyarakat kurang mampu yang berdomisili atau yang terkena dampak langsung dari aktivitas perusahaan (wilayah ring 1 Perusahaan),” katanya.

Disampaikannya, program beasiswa ini misalnya untuk putra -putri yang melanjutkan perkuliahan di dalam daerah.

Diketahui juga di Kabupaten Barito Utara ada terdapat 3 tempat perkuliahan aktif diantaranya STAIS, Polimat dan STIE Muara Teweh.

Menurutnya, putra-putri yang melanjutkan pendidikan kuliah di dalam daerah ini, hampir 70 persen adalah masyarakat kurang mampu. Dan apabila kondisi orang tuanya mampu kebanyakan anaknya kuliah ke luar daerah.

“Untuk program pemberian beasiswa ini juga sudah ada dijalankan oleh beberapa perusahaan misalnya seperti PT. SMM, Perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Desa Lemo,” imbunya.

Harapannya, Perusahaan lainnya yang belum ada program beasiswa untuk masyarakat, dapat meniru apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
“Jadi tidak serta-merta jumlahnya harus 10 sampai 20 orang, tetapi tergantung dengan kemampuan perusahaan,” ucapnya.

Dalam pemberian beasiswa ini perusahaan dapat menggunakan dana CSR nya. Misalkan saja, untuk memberi beasiswa satu orang anak dengan biaya beasiswa Rp. 10 juta per tahun. “Uang sebesar Rp. 10 juta per tahun untuk program beasiswa kuliah 1 orang anak itu nilainya sangat kecil dibandingkan dengan nilai Sumber daya alam (SDA) yang diambil perusahaan. Pendapatan perusahaan dari hasil mengeruk kekayaan Bumi Barito Utara bisa mencapai triliunan per tahun,” tandasnya.  (SS)

Jadi Pembicara dalam Diskusi Kebangsaan, Kapolres Malang Bahas Anti Radikalisme

0

MALANG – Kapores Malang AKBP Ferli Hidayat, S.H., S.I.K., M.H., menjadi pembicara dalam Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Malang Institute di balroom Hotel Mirabel, Kepanjen, Kabupaten Malang, kemarin (18/09/2022).

Turut hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, Rektor Universitas Raden Rahmad Malang KH Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ketua GP Anshor Kabupaten Malang Fatkhurrozi, dan Anggota DPRD Jatim Dapil Malang Raya Aufa Zhafiri.

Diskusi yang mengambil tema “Membangun generasi muda yang cerdas dan kompeten dalam melawan radikalisme melalui semangat Hubbul Wathon Minal Iman” tersebut dihadiri lebih dari 100 aktivis Mahasiswa dari berbagai Universitas di Malang Raya.

Imron Rosyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan paham radikalisme telah menjadi persoalan besar bukan hanya bagi bangsa Indonesia melainkan seluruh dunia.

Menurutnya, paham radikalisme mudah tersebar seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat tanpa ada kontrol.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat dalam paparannya menyampaikan bahwa ada 2 upaya yang dilakukan dalam menangani radikalisasi di Indonesia.

Yang pertama kata Kapolres Malang adalah hard approach yang mengedepankan pendekatan intelejen, militer, dan penegakan hukum.

“Dan ini semuanya sudah dilakukan,”kata AKBP Ferli.

Yang kedua lanjut AKBP Ferli adalah soft approach yang terbagi menjadi lima unsur utama yaitu ; sender (pengirim pesan), receiver (penerima pesan), message (pesan), channel (saluran), dan noise (ruang lingkup).

“Pelaku teror tidak erat dengan latar belakang ekonomi maupun Pendidikan,”ungkap AKBP Ferli.

Kapolres Malang ini juga menambahkan upaya yang dilakukan oleh Polri dalam menangani radikalisme antara lain Program Deradikalisasi, Kontra Radikalisasi, Kontra Naratif, dan Program Anti Propaganda melalui internet maupun media sosial.

“Yang terpenting, jangan pernah melebihi kecintaan kita selain kepada Allah SWT,” pungkas AKBP Ferli.

Sementara itu Ketua GP Anshor Kabupaten Malang Gus Fatkhurrozi, begitu ia akrab disapa juga menambahkan bahwa Radikalisasi adalah paham untuk merubah suatu tatanan atau tradisi.

“Generasi muda lebih mudah terkontaminasi hal-hal yang menuju ke radikalisasi, ada banyak anak muda yang setelah menuntut ilmu, pulang ke rumah malah mengajak debat orangtuanya,” tutur Fatkhurrozi.

Ia menegaskan Agama apapun mengajarkan kedamaian. Menurutnya cara seseorang dalam memahami Agama-lah yang mempengaruhi pemikiran seseorang.

Senada dengan Fatkhurrozi,Anggota DPRD Kabupaten Malang Aufa Zhafiri menyebutkan bahwa Radikalisme, Paham, Ideologi ini bukan seperti wabah yang bisa diidentifikasi secara langsung.

“Semua individu bisa terpapar radikalisasi,”kata Aufa.

Menurut Aufa yang rawan terpapar radikalisasi adalah generasi sakit hati. Untuk itu kata Aufa semua pihak harus bisa mengantisipasinya.

“Pertama kita perlu menata diri, menata hati. Kedua tumbuhkan kedewasaan, beda pendapat biasa namun jangan dijadikan alasan untuk saling melukai dan berujung perpecahan, ketiga, jadikan waktu luang kalian tidak terbuang percuma, ”tutur Aufa.

Diskusi Kebangsaan sore itu berlangsung dengan hangat, diselingi tanya jawab oleh peserta dan narasumber.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan peserta kepada penyelenggara yang telah menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan yaitu Kepolisian, Akademisi, Politisi dan Tokoh agama. (Qomar)

Editor : dhw_robhin

Bantu Ungkap Pelaku Bondet Di RSUD Tongas, Tiga Petugas Keamanan Diganjar Penghargaan Polres Probolinggo Kota

0

KOTA PROBOLINGGO – Pasca tertangkapnya pelaku curanmor di RSUD Tongas dengan modus operandi melempar bondet, Polres Probolinggo Kota menggelar upacara pemberian Reward kepada masyarakat yang berjasa membantu tugas Polri.

Senin pagi (19/09/22), bertempat di lapangan apel Mapolres, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani, S.H., S.I.K. memimpin langsung Upacara hari Kesadaran Nasional dan Pemberian Reward serta Punishment Kepada Anggota yang berprestasi jajaran Polres Probolinggo Kota. Selain itu masyarakat mitra kerja Polri yang berjasa membantu tugas Polri turut diganjar penghargaan.

Oky Ahmad Muzaki, Mahrus dan Wahyudi merupakan petugas keamanan di RSUD Tongas. Ketiganya berusaha menggagalkan upaya curanmor sampai terluka akibat dilempar bondet oleh pelaku.

AKBP Wadi menjelaskan bahwa berkat upaya petugas keamanan tersebut, pengungkapan kasus dapat segera terungkap. Bahkan dari situ, terungkap fakta bahwa pelaku telah melakukan aksinya sebanyak 20 kali.

“ Sebagai mitra kamtibmas kepolisian, ketiga orang ini menurut saya sudah sangat layak untuk diberikan penghargaan. Mereka sudah berani, mereka sudah mempertaruhkan keselamatannya untuk membantu dan mendukung tugas kepolisian dalam rangka mencegah terjadinya tindak kejahatan “, jelasnya.

Wahyudi, petugas keamanan merasa senang setelah menerima penghargaan walaupun dengan menggunakan kursi roda akibat luka lemparan bondet.

“ Terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada kami apalagi sampai diupacarakan seperti ini”, terangnya. (Humas)

Editor : dhw_robhin

Penarikan Raperda dan Pidato Pengantar Bupati, pada Sidang Paripurna DPRD.

0

BARITO UTARA- Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah menyerahkan Pidato Pengantar Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun anggaran 2022 dan penarikan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Kabupaten Barito Utara,  pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Barito Utara, diruang  Sidang Paripurna Gesung DPRD. Muara Teweh, Senin (19/92022). 

Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan, ST  didampingi oleh Ketua DPRD Ir.Mery Rukaini, M.IP, serta Wakil Ketua II, Sastra Jaya dan anggota DPRD dari Masing-maaing Komisi satu, dua dan Komisi tiga.

Rapat Paripurna yang dilangsungkan di ruang sidang Gedung DPRD, dihadiri oleh Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah beserta wakilnya, Sugianto Panala Pùtra, SH  dan juga dihadiri oleh Sekrataris Daerah, anggota DPRD, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah dan perwakilan FKPD.

Dalam Pidato Pengantar yang diserahkan Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah kepada Ketua DPRD, Hj. Mery Rukaini, M.IP disampaikan, bahwa terkait Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Barito Utara, tahun anggaran 2022, disusun dengan aplikasi terintegrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang mensyaratkan langkah-langkah, yang berkelanjutan dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. 

Berdasarkan hal tersebut, diajukan nota keuangan perubahan dan rancangan Perda Perubahan APBD Kabupaten Barito Utara, tahun anggaran 2022 yang disusun berdasarkan keadaan riil dan kebutuhan yang sangat prioritas dengan memperhatikan adanya kebijakan pemerintah yang bersifat strategis dan prioritas, kegiatan yang sangat mendesak penanganannya, usulan-usulan dari semua pihak yang perlu untuk diperhatikan, penyesuaian terhadap tingkat inflasi dan eskalasi harga yang ditetapkan berdasarkan kebijakan pemerintah, dan kegiatan yang direncanakan memperhitungkan sisa waktu pelaksanaan.

Sementara terkait penarikan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, dimana setelah hasil evaluasi terhadap Raperda tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut menjadi peraturan daerah. 

“Hal ini dikarenakan telah ditetapkan dan diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Ddaerah pada tanggal 5 Januari 2022,” jelas H. Nadalsyah.  (SS)

WALI KOTA CIMAHI SERAHKAN BANTUAN PADA WARGA

0

CIMAHI – Senin (19/09/2022)
Wali Kota Cimahi, Let. Kol. (Purn) Ngatiyana menyerahkan secara simbolis motor dan gerobak sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, bibit tanaman kelor dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Ahmad Yani, serta santunan kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada kegiatan apel pagi di Lapangan Apel Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Senin (19/09).
Ngatiyana menyerahkan secara simbolis motor sampah kepada RW 28 Cibeureum yang diwakili oleh Iwan Sofwan dan gerobak sampah kepada RW 01 Cibabat yang diwakili oleh Atje Sarwa. Pemberian 18 unit motor sampah dan 15 unit gerobak sampah ini merupakan bagian dari rangkaian acara Peringatan World Cleanup Day Tingkat Kota Cimahi Tahun 2022.
“World Cleanup Day dapat menjadi momentum sinergi pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan dan warga masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah,” tutur Ngatiyana.
Ia menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan Peringatan World Cleanup Day adalah untuk membangkitkan rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan. Menurut Ngatiyana, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai ke tingkat kelurahan, agar dapat mengajak masyarakat untuk bisa melaksanakan aksi bersih-bersih dan pilah sampah mulai tanggal 10 September hingga 25 September 2022.

Ngatiyana berharap aksi bersih-bersih dan pilah sampah tidak hanya dilakukan setahun sekali, tapi dapat menjadi kebiasaan baik yang terus dipertahankan dalam keseharian masyarakat Kota Cimahi.
Dalam kesempatan yang sama, Ngatiyana juga menyampaikan terima kasih pada Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Ahmad Yani yang telah memberikan 250 bibit kelor kepada Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
Bibit kelor akan dibagikan pada 15 Kelompok Wanita Tani se-Kota Cimahi untuk dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Cimahi, sekaligus memperkenalkan bahan pangan lokal yang mudah dibudidayakan dan bernilai gizi serta nilai ekonomi yang tinggi.
Ngatiyana menyebutkan stunting dapat dicegah dengan berbagai cara salah satunya dengan mengkonsumsi daun kelor. Daun kelor mempunyai kandungan mineral dan vitamin, bahkan kalium yang ada pada daun kelor tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan buah pisang.
“Selain mengandung nutrisi tinggi, daun kelor juga murah dan cenderung mudah didapat, karena merupakan tanaman asli dari Indonesia. Tidak perlu biaya mahal untuk mendapatkan kecukupan gizi. Sebab, daun kelor yang banyak tumbuh di lingkungan kita,” tukasnya.
Selain penyerahan bibit tanaman kelor, motor sampah dan gerobak sampah, dalam apel pagi kali ini diserahkan santunan kematian senilai Rp42.000.000 kepada 10 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan. Kesepuluh warga tersebut adalah Neneng Hasanah, Erna Susilawati, Sunengsih, Neng Nurisyah, Maulidah Suci Lastari, Adang Rustandi, Eneng Fatmawati, Nelis Nurnawati, Siti Rosidah, Suryati Patmawati.

Achmad $
Sumber:(Bidang IKPS/Dy)
Editor : dhw_robhin

Dr. Hj. NETTY PRASETIYANI, M.Si SOSIALISASIKAN PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KHUSUS

0

BANDUNG – Bertempat di aula Desa Cingcin, Senin (19/9/2022) digelar sosialisasi program bersama mitra kerja tahun 2022 mengenai program percepatan penurunan stunting di wilayah khusus. Hadir dalam kegiatan ini Dr. Drs. Wahidin, M.Kes. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si. Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, H.Muhammad Hairun, UPTD BKKBN Soreang Tuti Kusmiati, S.Sos, Kepala Desa Cingcin H Aceng Syuhud. A.Md dan Kepala Desa Sekarwangi Dadang Ridwanuloh, S.Sos.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan kekurangan energi kronik selama 1000 hari pertama kehidupan sehingga akibatnya perkembangan otaknya hanya sampai anak dibangku SD. Menurut Hj. Netty Prasetiyani stunting ini menjadi ancaman bagi masa depan bangsa, karena anak stunting ini kedepan akan menggantikan para pemimpin bangsa. Jika SDM kita tidak unggul, tidak berkualitas, tidak sehat, sakit-sakitan karena stunting maka kita akan menjadi bangsa yang tertinggal dan terbelakang.

Hj. Netty Prasetiyani mengungkapkan bahwa stunting ini bisa dicegah, pencegahan ini dari sebelum pasangan menikah. Usia nikah diharapkan untuk perempuan 21 tahun dan untuk laki-laki 25 tahun agar cukup waktu untuk menyiapkan kesehatan dirinya, untuk membangun kemandirian ekonominya. Di keluarga juga harus saling mendukung dimana suami bisa mencukupi asupan gizi untuk istrinya yang hamil dan anak yang masih dalam tumbuh kembang.

Masalah stunting ini jika dalam masa 1000 hari kelahiran / 2 dibawah tahun masih bisa ditangani, ujar Netty. Perlu perubahan perilaku masyarakat untuk mengatasi hal ini, misalnya dalam menyiapkan asupan yang bergizi, rumah yang bersih sehat dan lain-lain. Angka stunting di Jawa Barat cukup tinggi yaitu 26,5% lebih tinggi dari angka stunting nasional sebesar 24%. Harus ada kebijakan yang akseleratif untuk bisa mencapai target penurunan.

Pewarta : Achmad S
Editor : dhw_robhin

Perkuat Eksistensi, PMR Jember Selatan Gelar Sosialisasi SIAMO PMR

0

JEMBER – Palang Merah Remaja (PMR) yang berada di SMP, SMA/SMK wilayah Selatan terus menunjukkan eksistensinya. Salah satunya menggelar upacara terpadu peringatan Hari jadi PMI pada 17 September 2022 di SMAN Ambulu. Sebanyak 250 anggota gabungan Palang Merah Remaja (PMR) wilayah Jember selatan ikuti upacara HUT PMI ke-77 yang dipusatkan di SMA Negeri Ambulu, Minggu (18/9/22).

Peserta upacara gabungan anggota PMR berasal dari 12 sekolah wilayah selatan diantaranya SMA Negeri Ambulu, SMA Pancasila Ambulu, SMK 1 Pancasila Ambulu, SMK 4 Kesehatan Pancasila Ambulu, SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, SMK 01 Diponegoro Wuluhan, SMK Addimyati Jenggawah, SMA Bima Ambulu, SMP Negeri 1 Tempurejo, SMP Negeri 2 Jenggawah, SMP Negeri 2 Ambulu, MTs Nahdlatuth Thalabah Wuluhan.

“Peserta upacara HUT PMI Ke-77 diikuti 250 anggota PMR tingkat madya dan wira yang berasal dari 12 sekolah di wilayah Kecamatan Ambulu, Tempurejo, Wuluhan dan Jenggawah,”kata Dermawan Dwi Cahyono, fasilitator PMR PMI Jember.

Selain itu PMR Wilayah Jember selatan juga menggelar acara sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Operasi (SIMAO) PMR. Acara sosialsiasi SIMAO disampaikan Elvana Kusdijanto Kabid Pelayanan dan SDM PMI Kabupaten Jember.

Dia menjelaskan, tujuan kegiatan upacara dan sosialisasi terpadu PMR Jember selatan untuk menggiatkan, menguatkan dan meluaskan terbentuknya PMR di setiap lembaga khususnya di Jember selatan. “Agar PMR di wilayah Jember selatan baik di SMP, SMA atau SMK bahkan di madrasah lebih kuat lagi dan lebih aktif untuk pengabdian kemanusiaan pada masyarakat umum,” kata Dermawan Dwi Cahyono, fasilitator PMR PMI Kabupaten Jember.

Dia berharap, masing-maisng PMR di sekolah-sekolah di Jember selatan mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya). Upacara peringatan HUT PMI Ke 77 dan sosialisasi SIAMO PMR ini diharapkan anggota PMR untuk memiliki identitas anggota PMR. “Agar bisa menguatkan dan meluaskan terbentuknya PMR di setiap lembaga khususnya di Jember selatan.

Ketua PMI Kabupaten Jember Dr. H. Mohammad Thamrin SE MM mengapresiasi PMR wilayah Selatan yang sangat aktif berkarya. “Alhamdulillah, saya salut dengan PMR di SMP, SMA, SMK dan madrasah di wilayah Jember selatan yantg aktif. Kami harap keberadaan PMR benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, dia berharap PMR di wilayah lain, seperti Barat, Timur dan Utara juga mengikuti jejak PMR wilayah Selatan. “PMR wilayah lain saya harap juga bisa aktif seperti wilayah Selatan,” ujarnya. (Son)

Editor : dhw_robhin

PENUTUPAN KEJUARAAN TARUNG DRAJAT BUPATI CUP X 2022

0

BANDUNG – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Wawan Ahmad Ridwan selaku Ketua Pengcab Kodrat Kabupaten Bandung menutup Kejuaraan Tarung Derajat dengan tema Bupati Bandung Cup X Tahun 2022 yang digelar oleh Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kabupaten Bandung di Voli Indoor Si Jalak Harupat, Kutawaringin Kabupaten Bandung, Minggu (18/9/2022).

Acara kejuaraan Tarung Derajat Bupati Cup X 2022 merupakan acara rutin yang sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi covid-19. Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 16-18 September 2022 ini memperebutkan 231 medali.

Sebanyak 234 orang atlet bela diri Tarung Drajat yang berasal dari 42 satlat yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung mengikuti Kejuaraan Bupati Cup X. Salah satu atlet asal desa Tenjolaya, Sita Devi Hapsari meraih medali medali emas dalam kejuaraan Tarung Derajat Bupati Cup X 2022 kelas 50 kg.

Tujuan dari kejuaraan ini adalah sebagai ajang penjaringan dan pembibitan atlet untuk pertandingan selanjutnya, khususnya di event Pekan Olahrara Provinsi Jawa Barat (Porprov) pada November 2022. Wawan Ahmad Ridwan berharap atlet maupun pengurus, serta sistem pembinaan olahraga Tarung Derajat bisa mempersiapkan diri guna meraih puncak prestasi pada pelaksanaan Porprov ke-14 tahun 2022.

(Andri)
Editor : dhw_robhin