Home Blog Page 1558

Tembus Medan Berat, PMI Andalkan Hagglund, Distribusi sembako dan air bersih

0

LUMAJANG — Sebanyak dua unit kendaraan taktis segala medan Hagglund Palang Merah Indonesia (PMI) dikerahkan ke Dusun Curah Kobokan dan Supitarang sejak Senin (6/12/2021). Dua Dusun terdampak awan panas guguran Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur ini dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Hagglund tersebut dibagi ke dua lokasi yang berbeda untuk mendukung tim SAR Gabungan yang sedang melakukan pencarian korban awan panas guguran Gunung Semeru. Selain Hagglund, PMI juga menyiagakan kendaraan penyelamat dan ambulans untuk membantu evakuasi korban.

“Selain dua Hagglund yang kita kerahkan ke lokasi pencarian korban bencana, kita juga menyiapkan kendaraan rescue dan ambulans yang masing-masing ada 3 petugas baik di kendaraan rescue dan ambalan, ” Kata Andris Rufianto, koordinator posko lapangan, Palang Merah Indonesia saat ditemui di lokasi bencana, Jumat (10/12/21).

Palang Merah Indonesia yang hadir sejak bencana awan panas guguran gunung Semeru Sabtu sore kemarin, terus membantu tim yang melakukan pencarian. Bahkan hari ini saja, sebut Andris, PMI juga membantu pendistribusian bantuan pada pengungsi secara merata.

“Bantuan Non-food dan food dari donatur yang kita distribusikan kepada pengungsi sesuai dengan hasil assesment sehingga bantuan yang diberikan ini tepat sasaran,” tambah Andris

Di waktu yang sama, Palang Merah Indonesia menyuplai kebutuhan masyarakat akan air bersih, sebanyak 4 truk tanki air bersih didistribusikan ke masyarakat yang ada di desa Penanggal dan desa Sumberwuluh, kecamatan Candipuro.

“Kebutuhan air bersih ini kita sesuaikan, hadi tidak ada batasan, jika masyarakat korban bencana membutuhkan, kita langsung distribusikan, ” tegasnya

Untuk memudahkan distribusi air bersih tersebut, PMI telah menyiapkan 100 unit tandon air yang disebar ke beberapa titik termasuk area pengungsian dan posko-posko relawan bencana yang ada di Lumajang.
(Sony)

Kapolda Jatim: Polisi Harus Menerima Kritik dan Masukkan untuk Perbaikan

0

SURABAYA – Dalam upaya memberikan kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi seluruh masyarakat maupun mahasiswa. Polda Jawa Timur, telah melaksanakan lomba Orasi piala Kapolri tahun 2021.

Lomba orasi diikuti oleh 41 pendaftar di seluruh jawa timur dan disaring menjadi 10 peserta hingga merebutkan juara. Sementara untuk juara I mewakili Polda Jatim untuk bergabung di Jakarta.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, kami jajaran Polda Jatim telah melaksanakan lomba orasi piala Kapolri tahun 2021. Polda jatim bangga, karena kami jajaran polda jatim dan peserta mewakili final di Jakarta.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka program presisi bapak kapolri, salah satunya beliau sangat menerima masukan, kritik. Dan sebelumnya juga dilaksanakan lomba mural,” jelas Irjen Nico Afinta, Jumat (10/12/2021) siang.

Lanjut Nico, tujuannya adalah, bahwa polisi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya harus menerima kritik dan masukkan untuk perbaikan kedepan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia, juri dan peserta yang mengikuti lomba ini. Diharapkan kedepan dengan adanya lomba ini polisi makin baik dan polisi bisa melaksanakan apa yang ingatkan masyarakat,” lanjutnya.

“Saya kira penting kegiatan ini dapat berlanjut dan semoga polisi dan masyarakat semakin membaik,” harapnya.

Pada kesempatan itu, kapolda jawa timur memberikan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba orasi piala kapolri.

Sedangkan untuk juara I diraih oleh Tim Aman Kesal (dari Unesa), juara II diraih oleh Tim Difabel Motorcycle Indonesia (dari Lamongan) dan juara III diraih oleh Tim Basah Lu (barisan sadar HAM Lumajang).

Sementara itu Yudis Bastian, dari Tim Difabel Motor Cycle, yang juga sebagai juara dua dalam lomba orasi piala Kapolri menjelaskan, bahwa dirinya berterima kasih kepada jajaran Kepolisian yang telah memberikan wadah bagi kaum difabel untuk dapat mengekspresikan dan berpendapat apa yang menjadi keluhan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah memfasilitasi kepada kami (kaum difabel) untuk menunjukkan apa yang kita harapkan. Dengan adanya lomba orasi,” katanya.

“Dengan adanya lomba orasi piala kapolri ini, akhirnya kita dapat terbantu dan punya kesempatan apa yang kita inginkan bisa terpenuhi dan kami suarakan,” tambahnya. (tim)

Kapolri: Komitmen Polri Junjung Tinggi HAM dan Nilai Demokrasi

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka lomba orasi unjuk rasa di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2021). Kegiatan ini, juga dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-Dunia yang jatuh pada hari ini.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan bahwa, diselenggarakannya lomba yang memperebutkan Piala Kapolri 2021 itu merupakan wujud dari komitmen Polri dalam menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai dalam sistem demokrasi di Indonesia. Salah satunya adalah memberikan wadah untuk masyarakat dalam menyampaikan ekspresi dan pendapatnya.

“Dalam kesempatan hari HAM ini kami, Polri, berusaha memberikan suasana lain dengan menyelenggarakan lomba unjuk rasa Piala Kapolri tahun 2021. Kegiatan kali ini merupakan komitmen dari Polri dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi dengan memberikan wadah atau ruang dalam menyampaikan aspirasi,” kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diberikan perlindungan secara universal serta diatur dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang (UU).

“Perkenankan saya mengucapkan hari HAM se-dunia yang mengusung tema Reducing Inequalities, Advancing Human Right atau kesetaraan yang memajukan hak asasi manusia. Dengan momentum peringatan hari hak asasi manusia se-dunia ini kita dapat berperan aktif menjunjung tinggi hak asasi manusia khususnya untuk kemajuan Bangsa Indonesia,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Semangat digagasnya ide lomba orasi unjuk rasa, kata Sigit berangkat dari munculnya beberapa fenomena di masyarakat yang berdampak pada menurunnya indeks persepsi hak asasi manusia di Indonesia. Misalnya seperti diamankannya peserta unjuk rasa saat adanya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Blitar, Solo dan Cilacap.

Kemudian, adanya penghapusan mural-mural yang merupakan ekspresi masyarakat. Seperti ‘Jokowi 404: Not Found’ hingga ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit’. Fenomena itu berkembang di masyarakat sehingga memengaruhi soal persepsi hak asasi manusia.

“Hal ini tentunya menurunkan indeks persepsi terkait dengan kebebasan berpendapat atau kebebasan di dalam masyarakat untuk memberikan ekspresi dan pendapat yang dilindungi oleh undang-undang,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, penurunan indeks persepsi terhadap HAM itu salah satu faktor penyebabnya adalah adanya masalah sumbatan komunikasi. Yang dimana, masyarakat pada dasarnya hanya ingin menyampaikan aspirasinya. Namun, disisi lain, pihak berwenang hendak menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Oleh sebab itu, kata Sigit, lomba orasi unjuk rasa ini sekaligus momentum untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat maupun aparat terkait dengan pemenuhan hak asasi manusia dalam menyampaikan kebebasan berpendapat.

“Oleh karena itu di lapangan sering terjadi perbedaan dalam hal menanggapi. Di satu sisi masyarakat ingin menyampaikan ekspresi, namun di sisi lain tentunya kita juga melihat bahwa ekspresi ini kemudian dinilai oleh anggota akan berdampak dan ada risiko yang mengganggu stabilitas kamtibmas. Tentunya hal ini yang kemudian kita akan edukasi, kita berdayakan. Sehingga pada saat masyarakat melaksanakan hak kebebasan ekspresinya, salah satunya adalah unjuk rasa tetap bisa berjalan dengan baik. Namun ada satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana kemudian kegiatan tersebut tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan yang akan mengarah pada hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan,” papar Sigit.

Sigit juga menyinggung pesan dari Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Apel Kasatwil beberapa waktu lalu terkait dengan penurunan indeks persepsi hak asasi manusia. Ketika itu, Jokowi memberikan pesan kepada Polri untuk melaksanakan pendekatan persuasif, dialogis, menghormati kebebasan berpendapat dan menyerap aspirasinya.

“Tentunya arahan dari Bapak Presiden kita tindaklanjuti dengan melakukan langkah-langkah yang akan memberikan edukasi pembelajaran bagi kita semua. Sehingga sumbatan-sumbatan komunikasi yang ada itu, kemudian bisa terbuka antara petugas di lapangan dan seluruh masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan berekspresinya dapat terjalin komunikasi,” tutur Sigit.

Disisi lain, Sigit mengungkap alasan lomba unjuk rasa ini diselenggarakan di Tugu Proklamasi. Hal itu merupakan bentuk penghormatan dari Founding Father Indonesia seperti Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Apalagi, mereka juga dikenal sebagai orator yang selalu mengobarkan semangat perjuangan Bangsa Indonesia.

“Dan tentunya hal ini juga yang kami harapkan dapat mengilhami rekan-rekan semua untuk bisa mengobarkan dan membangkitkan Semangat perjuangan HAM di Indonesia di kegiatan peringatan Hari HAM sedunia ini,” kata Sigit.

Tak lupa, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Komnas HAM, Kompolnas, elemen buruh, aktivis HAM, mahasiswa dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan lomba orasi unjuk rasa ini. Kegiatan ini, juga dinilai oleh dewan juri yang memiliki kapabilitas dan kompetensi.

Lomba orasi unjuk rasa ini, kata Sigit, sangat disambut baik oleh masyarakat. Hal itu terbukti dari antusias peserta yang awalnya berjumlah 2.041. Kemudian dalam tahap proses seleksi menjadi 243 tim dan dipilih kembali dengan enam tim terbaik.

“Tentunya dalam kesempatan ini kita memberikan sub tema yang bebas, jadi seluruh rekan-rekan boleh memberikan kritikan saran masukan baik kepada Pemerintah, Kementerian, dan lembaga yang mungkin rekan-rekan rasa perlu dikritik, khususnya polisi. Jadi kami memang ingin, bahwa kegiatan ini tentunya akan menjadi evaluasi bagi kita semua, evaluasi bagi kami untuk bisa mendengar apa yang dirasakan oleh masyarakat dan tentunya itu menjadi bagian evaluasi yang akan terus kita perbaiki,” tutup Sigit. (tim)

Lantik 44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN, Kapolri: Kita Perkuat Komitmen Pemerintah Dalam Rangka Antikorupsi

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik 44 orang eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di institusi Polri. Hal itu dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Antikorupsi se-Dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan kepada 44 orang itu untuk ikut berperan aktif memperkuat komitmen Pemerintah Indonesia dalam rangka menciptakan budaya antikorupsi dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Selamat bergabung. Kita perkuat komitmen dan kebijakan Pemerintah dalam rangka menciptakan iklim, budaya, ekosistem antikorupsi. Sehingga iklim investasi, APBN yang digunakan dan seluruh rangkaian kebijakan dalam rangka mendukung dan mengembalikan pertumbuhan perekonomian Indonesia betul-betul bisa terlaksana dengan baik,” kata Sigit dalam amanatnya di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/12/2021).

Mantan Kapolda Banten ini menyebut, kehadiran 44 orang tersebut juga memperkuat organisasi Polri yang terus berkomitmen dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Semangat itu, kata Sigit juga sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pemberantasan korupsi bukan hanya sekadar penegakan hukum. Melainkan, harus menyentuh pada hal yang bersifat fundamental untuk menyelesaikan akar permasalahan.

“Dan ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden pada saat pelaksanaan Hakordia tadi pagi, dimana beliau sampaikan pemberantasan korupsi tidak hanya masalah penegakan hukum. Namun harus lebih menyentuh pada hal yang bersifat fundamental menyelesaikan akar-akar permasalahan. Karena itu sangat penting diperkuat divisi pencegahan dalam pemberantasan korupsi,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki 44 orang itu, Sigit optimis bahwa, kedepannya akan semakin memperkuat institusi Polri dalam rangka pemberantasan praktik korupsi di Indonesia.

“Tentunya dengan kehadiran seluruh rekan-rekan dengan rekam jejak rekan-rekan yang saya tidak ragukan lagi, saya yakin rekan-rekan akan memperkuat organisasi Polri dalam rangka melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucap Sigit.

Sigit menekankan, saat ini, Indonesia sedang menghadapi posisi sulit lantaran harus mengawal program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Oleh karenanya, Ia menegaskan kepada 44 orang itu untuk bersama-sama mengawal penggunaan APBN agar tepat sasaran dan mengurangi risiko terjadinya kebocoran.

Lebih dalam, Sigit juga meminta kepada mereka untuk sama-sama menciptakan iklim investasi dengan tujuan memberikan kepastian bagi para investor dari dalam maupun luar negeri.

“Di Indonesia kita tahu indeks persepsi korupsi Indonesia menurun dari peringkat 85 menjadi 102. Ini menjadi tantangan kita semua, khususnya Polri untuk perbaiki indeks persepsi korupsi ini. Kami yakin dengan bergabungnya rekan-rekan, bahwa indeks persepsi korupsi akan bisa kita perbaiki,” tutur Sigit.

Karenanya, Sigit menyampaikan dibutuhkan peran dari 44 orang tersebut untuk melakukan perubahan mindset, memberikan pendampingan, melakukan upaya pencegahan, penangkalan dan bila diperlukan ikut membantu melakukan kerjasama hubungan internasional dalam rangka melaksanakan tracing recovery asset.

“Saat ini kita sedang lakukan perubahan terhadap Dittipidkor Bareskrim Polri yang akan kita jadikan Kortas (Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi). Sehingga didalamnya berdiri divisi-divisi lengkap mulai dari pencegahan, kerjasama sampai dengan penindakan,” ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit memaparkan bahwa, perekrutan 44 eks pegawai KPK ini telah dilakukan secara cermat dan berhati-hati dengan memerhatikan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang ada. Sehingga ke depan, tidak akan menimbulkan permasalahan hukum.

Polri, dipastikan Sigit, telah menyelesaikan proses pengangkatan khusus menjadi pegawai ASN di lingkungan Polri sesuai dengan prosedur dan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan.

Bahkan terkait perekrutan ini, Sigit memastikan, Polri telah melakukan koordinasi, sinergi dan harmonisasi dengan berbagai instansi terkait yaitu Kemensetneg RI, Kemenpan-RB RI, Kemenkum HAM RI, MK, MA, BKN, dan para ahli di bidang administrasi dan tata negara.

“Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan yang luar biasa dalam proses pengangkatan ini sebagai wujud semangat antikorupsi,” tutup Sigit. (tim)

Komisi lll DPR RI Berikan Bansos di Tempat Pengungsian

0

LUMAJANG – Kapolda Jawa Timur Bersama Wakapolda Jawa Timur melaksanakan pengecekan Posko Tanggap Darurat Bencana, korban terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di lokasi pengungsian dan dapur lapangan Polri, dalam rangka kunjungan kerja Komisi III DPR RI beserta rombongan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, melakukan pengecekan lokasi pengungsian di SMP Negeri 2 Pronojiwo. Pada Rabu (8/12/2021), yang terdapat pengungsi korban bencana alam APG Gunung Semeru di SMP Negeri 2 Pronojiwo.

Di lokasi ini terdapat sebanyak 127 orang pengungsi, yang terdiri dari 62 orang laki-laki, 65 orang perempuan, dengan rincian dewasa 76 orang, Anak – anak 25 orang, Balita 12 orang dan lansia 16 orang. Mereka rata-rata berasal dari Desa Sumbersari Kabupaten Lumajang.

Sementara, untuk pengungsi yang berada di kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, ada sebanyak 1.202 orang, yang tersebar di 6 lokasi pengungsian, diantaranya SDN 2 Sumberurip, SDN 4 Supiturang, SMPN 2 Pronojiwo, Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai desa Ampel Gading, dan Balai Kecamatan Jabung.

Selanjutnya kunjungan Komisi lll yang di dampingi Kapolda dan Wakapolda Jatim ini melakukan pengecekan Posko Utama Bansos, di Kantor Kecamatan Pronojiwo, dan pemberian bantuan sosial sembako, secara simbolis diberikan oleh Komisi III DPR RI Bambang D.H, dan Wakapolda Jatim kepada perwakilan korban bencana alam Gunung Semeru berupa Beras 5 Ton, Gula Pasir 876 Kg, Susu Formula 18 Karton, Susu Indomilk 16 Karton, Kopi 54 Karton, Mamy Poko Pants 50 Karton, Minyak Goreng 66 Karton, Mie Instan 35 Karton, dan Baju bekas dewasa 500 pasang. (tim)

PMR MTs Nadhatul Tholabah Yasinat Wisata Edukasi ke UDD PMI Jember

0

JEMBER – Palang Merah Remaja (PMR) Madya MTs Nadhatul Tholabah Yasinat melaksanakan Wisata Edukasi dengan berkunjung ke UDD PMI Jember Jumat (10/12). Sejumlah anggota PMR melihat langsung proses donor darah sampai pengolahan di UDD PMI Kabupaten Jember. Anggota PMR MTs Nadhatul Tholabah Yasinat Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember itu antusias saat di UDD PMI.

Rombongan PMR Madya MTs Nadhatul Tholabah Yasinat berjumlah sepuluh anak dipimpin langsung ketuanya Nalal Huda Maulana dengan didampingi oleh tiga gurunya. Mereka langsung diterima oleh UDD PMI Kabupaten Jember. Sebelum melihat langsung donor dan pengolahan darah mereka mendapatkan pemaparan dulu dari UDD PMI Kabupaten Jember.

Para anggota PMI diberi penjelasan detail tentang proses kegiatan donor darah dan pengolahan darah. Termasuk tentang proses donor plasma konvalesen yang khusus hanya ambil plasmanya yang beberapa waktu lalu aktif untuk membantu pasien COVID-19.

Para anggota PMR Madya dari MTs Nadhatul Tholabah Yasinat nantinya diharapkan meneruskan menjadi PMR Wira agar tetap menjadi bagian dari relawan kemanusiaan PMI. Salah satunya untuk aktif menjadi pendonor darah. “Kami harapkan anggota PMR Madya dari MTs Nadhatul Tholabah Yasinat menjadi penerus relawan pendonor PMI,” kata Akmal Fauzan dari UDD PMI Kabupaten Jember.

Gurita Dwi Kuning A.S, Koordinator P2D2S UDD PMI Kabupaten Jember menjelaskan, menjadi pendonor aktif banyak manfaatnya bagi kesehatan. “Setiap akan donor akan dicek tensi, HB-nya. Kalau tidak lolos maka akan mendapatkan masukan petugas kesehatan PMI agar tetap sehat, minimal tensi dan HB darahnya normal,” terangnya.

Selain itu, bagi pendonor yang lolos maka darahnya akan disharing mengandung penyakit atau tidak. “darah dari pendonor minimal dites mengandung virus HIV, Hepatitis, Sipilis atau tidak. Kalau ditemukan ada kandungan virus tersebut maka darah akan dimusnahkan tidak ditransfusikan ke pasien di rumah sakit,”terangnya.

M. Nasrullah S, guru yang menjadi pendamping PMR Madya dari MTs Nadhatul Tholabah Yasinat mengucapkan banyak terima kasih atas pengetahuan yang diperoleh anak asuhnya yang wisata edukasi ke UDD PMI Jember. “Terima kasih kepada UDD PMI yang menerima PMR Madya dari MTs Nadhatul Tholabah Yasinat,” kata M. Nasrullah S.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH menyatakan bahwa PMI adalah milik masyarakat. “Kami sangat terbuka kepada masyarakat, tidak hanya PMR, KSR atau relawan PMI lain, masyarakat umum boleh datang ke UDD untuk tanya soal donor darah dan lainnya,” kata H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH mengapresiasi PMR Madya MTs Nadhatul Tholabah Yasinat yang ingin belajar tentang donor darah dan pengolahannya ke UDD PMI. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang donor darah dan pengolahannya. (Son)

Fantastis, SMKN 3 Buduran Tetapkan Nominal Infaq, Untuk Pembangunan Masjid

SIDOARJO – Sebelumnya di Jawa Timur Sendiri, Kofifah, Gubernur, telah menggagas program yang dikenal dengan “Tis Tas”. Sebuah program yang menghadirkan pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan 51,74 persen APBD 2021 yang dialokasikan untuk sektor pendidikan. Targetnya, Sekolah Menengah Atas baik swasta maupun negeri di Jawa Timur disajikan Gratis bagi masyarakat.

Upaya pemerintah melalui Perpres 87 tahun 2016 yang melarang penarikan atau pungli di Sekolah sepertinya tidak digubris. Dijelaskan pasal 12 ayat (1). Masyarakat dapat berperan serta pemberantasan pungutan liar, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media elektronik atau non elektronik.

Demikian pula Permendikbud 75 tahun 2017 pasal 12 huruf (a) Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang, menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di Sekolah. huruf (b). Melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya. huruf (c). mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik melarang penjualan buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di Sekolah. Dari Permendikbud 75 tahun 2017 pasal 12 diatas tidak memperbolehkan pungutan apapun baik nilainya kecil atau besar yang dilakukan sepihak oleh keputusan sekolah.

Akan tetapi tidak dihiraukan SMK Negeri 3 Buduran, Sidoarjo, dan menyebarkan Surat bernomor 421.5/177/101.6.25.18/2021 pada tanggal 18 Juni 2021 kepala sekolah Drs. Eko Budi Agus Priatna. M.Pd menandatangani surat tersebut dengan mengumumkan adanya Infaq atau sumbangan pembangunan masjid, uniknya nominal infaq tidak disebutkan berapanya akan tetapi persiswa harus melunasi infaq ini, cukup fantastis.. dengan nilai nominal 2 juta rupiah yang harus dibayar wali murid pada saat pengambilan raport yang sebelumnya bisa diangsur.

Infaq yang dipergunakan untuk pembengunan masjid di SMK Negeri 3 Sidoarjo ini sudah berjalan setiap adanya tahun ajaran baru atau pendaftaran murid baru di tahun 2018.

Wali murid S, (nama samaran) mengelukan adanya sumbangan atau infaq yang harus dibayar dengan nominal yang sudah ditetapkan 2 Juta dan bisa diangsur akan tetapi pada saat pengambilan raport harus melunasi pembayaran infaq tersebut.

“Bahasanya infaq atau sumbangan mas.. tapi ditetapkan 2 juta sangat berat mas, kalau gak bayar takutnya anakku nanti terdiskriminasi”. Kata S wali murid dihadapan GempurNews

“Masa masa Pandemi ini sangat sulit mas, saya mencari penghasilan sangat susah mas”

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Buduran Drs. Eko Budi Agus Priatna. M.Pd saat ditemui wartawan GempurNews menyampaikan kalau infaq ini bukan hanya walimurid saja guru dan ada juga dari yayasan yang menyumbang masjid tersebut.

“Yang Infaq bukan walimurid saja guru itu juga menyisihkan rejekinya untuk Infaq”

Masih kata Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Buduran Drs. Eko Budi Agus Priatna. M.Pd, ia mengatakan kalau infaq ini tidak ditentukan nominalnya dan kalau untuk di formulir ini untuk keterangan guru walikelas saja kalau walimurid sudah membayarkan infaqnya.

“Salahnya guru ini cara penyampaiannya berbeda dengan saya mas, kalau penyampaiannya sama gak mungkin ada seperi ini”. Kata Kepala Sekolah SMK Negeri Drs. Eko Budi Priatna. M.Pd

Saya juga dapat teguran keras dari Dinas Pendidikan Pronpinsi terkait Surat edaran infaq ini.” Pungkasnya

Meski pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari jumlah APBN untuk pendidikan, namun pungutan liar masih tetap marak di sekolah. Disebut Pungli (Pungutan liar) karena tidak memiliki dasar hukum.

Setidaknya ada beberapa cara pemerintah untuk menjamin pendidikan gratis. Penyaluran dana BOS (Reguler, Afirmasi, Bosda), Bantuan DAK, BPOPP, hibah dan lain-lain. (Yuli)

Irjen Nico Afinta: Petakan dan Analisa Peringatan Awal Tim SAR Gabungan dan Masyarakat

0

LUMAJANG – Berangkat dari Base Ops Lanudal Juanda Sidoarjo, Kapolda Jawa Timur. Irjen Pol Nico Afinta, didampingi pejabat utama (PJU) polda jatim, Kamis (9/12/2021) siang, melakukan pantauan udara menggunakan Helikopter kondisi terkini Gunung Semeru. Pantauan ini sebagai analisa jalur turunan lahar.

“Selain itu juga sebagai pemetaan batas zona aman di sekitar lereng Gunung Semeru. Rekomendasi penanda wilayah batas aman dan rawan, yang bertujuan membantu petugas dan masyarakat yang tergabung dalam Sar Gabungan evakuasi,” jelas Irjen Nico Afinta, Kamis (9/12/2021).

Dalam pantauan udara, kapolda jatim menganalisa kawasan terdampak Awan Panas Guguran (APG) Erupsi Gunung Semeru. Kapolda memetakan jalur aliran lahar yang berdekatan dengan permukiman warga.

“Akan kita buat penanda, dimana penanda tersebut akan mempertegas zona atau jalur yang berpotensi memiliki tingkat kerawanan bencana erupsi,” lanjut dia.

Masih kata kapolda, penanda ini menjadi acuan peringatan dini kepada para petugas relawan hingga masyarakat yang tergabung dalam Sar Gabungan. Sebagai Satgas penanggulangan erupsi gunung semeru.

“Hasil Analisa ini akan dikoordinasikan dengan stake holder terkait seperti Badan Vulkanologi, Basarnas dan BPBD serta Pemda dan instansi terkait,” pungkas Kapolda Jatim. (tim)

Perhutani Sebut Bisa Beri Lahannya Bagi Relokasi Korban Erupsi Semeru

0

LUMAJANG–Perum Perhutani menyatakan setuju memberikan pertimbangan teknis untuk lahannya dijadikan tempat relokasi bagi warga yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru.

“Pada prinsipnya secara administrasi dan teknis tidak ada masalah, sambil menunggu usulan serta pendataan dimana lokasi-lokasi yang paling aman,” ujar Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, Kamis, 9 Desember 2021.

Menurutnya, sepanjang sesuai prosedur dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) tidak ada masalah bagi Perhutani untuk memberikan lahannya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur Karuniawan Purwanto Sanjaya mengatakan untuk hal tersebut bisa mengacu pada aturan Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan No.7 tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, serta Penggunaan Kawasan Hutan.
Menurutnya, peraturan itu memungkinkan digunakan mekanisme pelepasan kawasan hutan untuk penempatan korban bencana alam atau pinjam pakai kawasan hutan tanpa kompensasi.

Hal ini seperti yang pernah dilakukan Perhutani pada relokasi penduduk yang wilayahnya tergenang oleh bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk dan Waduk Kedung Brubus di Kabupaten Madiun dan Bondowoso, lanjut Karuniawan.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan masih akan melihat zona yang aman untuk relokasi warga di sekitar Gunung Semeru.
“Ini tentu akan kami diskusikan dulu dengan badan geologi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan apakah lokasi yang dipilih merupakan zona aman,” katanya.

Sementara itu, kata Indah, upaya relokasi penduduk akibat letusan Gunung Semeru membutuhkan lahan seluas 40 hektare. Lokasinya disebut berada di Desa Penaggal Kecamatan Candipuro. Dalam kunjungannya ke Lumajang, Pehutani juga memberikan berbagai sembako bagi para korban bencana, dan dalam pelaksanaannya karyawan perhutani menemui warga terdampak dan menyerahkan langsung bantuan tersebut. Seperti diketahui bahwa kunjungan Dirut Perhutani bertemu langsung dengan wakil bupati Lumajang di posko yang berlokasi di sekolah Taman Kanak Kanak Tunas Rimba 02 yang berada di desa Penanggal kecamatan Candipuro. (Kompers/Red).

Kapolresta Mojokerto Beri Penghargaan Delapan Atlet Pencak Silat “Piala Kapolda Jatim”

0

MOJOKERTO – Sebagai ucapan terimakasih Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H memberikan Penghargaan kepada delapan atlit Pencak Silat berprestasi yang mengikuti Turnamen Pencak Silat Remaja Piala Kapolda Jatim.

Demi mencari pesilat-pesilat muda yang berprestasi, Polresta Mojokerto mengirimkan atlit Pencak Silat yang berprestasi dari hasil seleksi dalam Turnamen Pencak Silat Remaja Piala Kapolda Jatim di gedung Mahameru Mapolda Jatim.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Kadisporapar Kota Mojokerto, Ketua IPSI Kota Mojokerto, Panitia Seleksi Serta Seluruh Atlet yang telah berpartisipasi dalam mengikuti seleksi dan juga pertandingan Turnamen Piala Kapolda Jatim Tahun 2021,” Ucap AKBP Rofiq

Peserta Putra yang berangkat Turnament Kapolda Jatim Cup atas nama Ega Arda Nandana ( Kelas D ), Firman Maulana Adnin ( Kelas E), Ihsan Abdila ( Kelas F), Aden Tri Cahyo ( Kelas G), dan peserta Putri Salsabilah Mutiara Ilmi ( Kelas C ), Via Elsa Marsela ( Kelas D ), Arditya Paramitha Hendiana ( Kelas G ), Ayu Nurilah Isnaini ( Kelas F )

Mewakili Polresta Mojokerto mengikuti Turnamen Pencak Silat Remaja Piala Kapolda Jatim bersama 291 atlit dari 39 Polres Jajaran, yang digelar selama 4 hari, dari tanggal 26 sampai dengan 29 November 2021. Dari masing – masing Polres jajaran menghadirkan 8 kelas yang sudah melalui pertandingan seleksi tingkat kab/kota di tiap-tiap polres, yang terdiri dari 4 putra dan 4 putri

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah Polri untuk selalu sinergi dan bersama-sama dalam menjaga kerukunan dan silaturahmi antar perguruan silat baik yang berada di Kota Maupun Kab. Mojokerto,” terang Kapolresta Mojokerto di Lapangan Maha Patih Gajah Mada. Kamis (09/12/21)

Masih Kata AKBP Rofiq, “Saya berharap agar perselisihan antar perguruan silat bisa diminimalisir sehingga dapat mencegah timbulnya korban jiwa maupun harta benda dan saya juga berharap kepada Ketua Ipsi, Dan Perwakilan Perguruan Silat untuk menyampaikan kepada anggota maupun yuniornya bisa bersama-sama untuk saling menjaga kerukunan dan persaudaraan serta merawat pencak silat sebagai budaya bangsa,” Pintanya

Dari delapan atlet Pencak Silat yang dikirim sebagai perwakilan dalam Turnamen Pencak Silat Remaja Piala Kapolda Jatim, Kota Mojokerto meraih juara 3 kategori D – putra piala Kapolda Jatim tahun 2021

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Kadisporapar, Ketua Koni, Ketua IPSI Kota Mojokerto, atas prestasi yang diraih oleh seluruh atlet pencak silat tingkat Polresta Mojokerto yang telah mengikuti seleksi piala Kapolda Jatim, khususnya kepada saudara Ega Arda Nandana yang sudah meraih juara 3 Kelas D – putra piala Kapolda Jatim tahun 2021,” Sebut Kapolresta Mojokerto

“Saya berharap dengan prestasi yang baru diraih saat ini, dapat menjadi semangat atlet – atlet pencak silat di wilayah hukum Polresta Mojokerto dan mampu meningkatkan prestasi serta siap bertanding di turnamen / event yang akan datang, baik ditingkat daerah, provinsi, nasional bahkan manca negara, yang nantinya dapat menghasilkan atlet pencak silat yang cerdas dan profesional serta bisa menjaga warisan budaya bangsa serta sebagai alat pemersatu bangsa dan menjadi dambaan bagi seluruh lapisan masyarakat,” Pungkas AKBP Rofiq Ripto Himawan. (tim)