Home Blog Page 1581

Kejuaraan Karate Cabang SHINDOKA Perebutkan Piala Danrem 083/BDJ, Di Ikuti Ratusan Atlet Dari Berbagai Cabang

0

 KOTA MALANG – Ratusan atlet karate dari 15 cabang SHINDOKA di Jawa Timur ramaikan Kejuaraan Karate SHINDOKA Kota Malang, event ini bakal digelar di Aula Universitas Wisnuwardhana Kota Malang, pada 20 hingga 21 September 2021.

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Danrem dan Piala Ketua Umum Shindoka Kota Malang tersebut direncanakan akan dibuka langsung oleh Komandan Resort Militer (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Irwan Subekti.

“Dalam kejuaraan ini bertujuan untuk pembinaan olahraga karate khususnya SHINDOKA secara berkelanjutan,” ucap Ketua Cabang SHINDOKA Kota Malang Rudi Hartono, Jumat (19/11).

“Selain itu juga pembinaan atlet karate secara berjenjang baik di tingkat cabang, daerah maupun nasional dengan memperbanyak pengalaman bertanding para atlet,” sambungnya.

Rudi menjelaskan, dalam kejuaraan ini, akan diikuti lebih kurang 396 atlet putra dan putri yang tersebar di Jawa Timur (Jatim) dari 15 cabang.

“Yang daftar ini 15 cabang di Jatim dari 17 cabang, mereka akan berlaga untuk kategori Kata (Jurus) dan Kumite (adu fisik),” jelasnya.

Menurut Rudi, ratusan atlet dengan jenjang usia 7-21 tahun akan bertanding untuk dua kelas yang berbeda, yakni kelas festival dan kelas reguler.

“Untuk kelas festival ada 186 kategori, sementara reguler 257 kategori, diharapkan kejuaraan ini bisa lebih meningkatkan intensitas latihan dan kemampuan tehnik, sehingga mendatangkan prestasi lebih meningkat,” terangnya.

Rudi menambahkan, saat pelaksanaan kejuaraan karate ini, panitia mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, meski saat ini Kota Malang telah masuk PPKM level 2.

“Panitia menerapkan prokes yang ketat. Di dalam gedung (arena pertandingan) yang dibolehkan hanya atlet dan official. Yang lain ada di luar, bahkan yang tidak bertanding diminta untuk tidak mendatangi lokasi pertandingan,” Urainya. (Dhw/robhin)

Masuk Top 30, Inovasi SiPraja Sidoarjo Bakal Direplikasi ke Seluruh Jatim

SIDOARJO – Reformasi birokrasi di Sidoarjo menuai hasil. Inovasi pelayanan publik kabupaten tersebut menjadi salah satu yang terbaik pada Ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Inovasi aplikasi SiPraja (Sistem pelayanan rakyat Sidoarjo) masuk Top 30 Inovasi. Bahkan inivasi tersebut akan direplikasikan ke Kabupaten/kota di Jawa Timur.

Penghargaan Top 30 Kovablik diserahkan langsung oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo kepada Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, Jum’at (19/11/2021) di Convention Hall Grand City Surabaya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, menandatangani komitmen replikasi bersama Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa dan Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahyo Kumolo.

SiPraja merupakan aplikasi yang dikembangkan Bagian Pemerintahan dan Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sidoarjo dalam melayani perizinan dan non perizinan mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Aplikasi berbasis website dan android ini diklaim mampu memangkas birokrasi karena masyarakat bisa langsung mengurus dari rumah tanpa harus datang ke desa maupun kecamatan.

“Aplikasi SiPraja memotong birokrasi pelayanan yang sebelumnya prosesnya terlalu lama, terlalu banyak yang harus dilewati. Sekarang masyarakat bisa langsung mengurus dari rumah. Lebih hebatnya lagi, dengan aplikasi SiPraja masyarakat bisa memantau progres pengajuan surat apakah sudah diverifikasi atau belum, itu bisa langsung dipantau real time,” jelas Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Ahmad Muhdlor Ali.

Masyarakat dapat mengakses 24 jenis layanan yang sudah tersedia di aplikasi SiPraja selama 24 jam. Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini pelayanan pemerintah dapat diakses dengan mudah dan cepat. Karena prinsip reformasi birokrasi adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada publik. Memotong birokrasi yang dinilai menghambat pelayanan.

“Ini memotong beberapa alur birokrasi yakni yang ada di desa dan kecamatan. Dengan adanya kompetisi inovasi pelayanan publik seperti ini harapannya daerah akan lebih banyak membuat inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (Kominfo/Yl).

Garda DPP Manggala Garuda Putih, Adakan Aksi Dukung Program Penanganan Covid 19

0

KABUPATEN BANDUNG BARAT – Jumat (19/11/2021)
bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, diadakan aksi mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid- 19, oleh Garda DPP Manggala Garuda Putih yang dipimpin langsung Oleh Abdul Azis, S.E. selaku komandan.

Dalam kesempatan tersebut Garda DPP Manggala Garuda Putih, menyoroti pelaksanaan Vaksinasi yang dipandang perlu harus segera tuntas sesuai program yang diisyaratkan oleh pemerintah pusat.

Aksi damai mendukung program pemerintah dalam hal penangan Covid 19 tersebut, diterima oleh salah seorang utusan dari Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Taufikurohman , dari Fraksi PDIP.

Dalam sambutannya, Taufikurohman menyampaikan,
terimakasih dan mengapresiasi kegiatan tersebut, yang mendukung program Pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid 19, diharapkan kegitan ini dipertahankan untuk bermitra dengan DPRD Kabupaten Bandung Barat, disampaikan juga DPRD akan terus mengawasi program percepatan Vaksin Covid 19 agar dapat mencapai target dan keamanan, kehalalan serta kwalitas Vaksin Covid19 yang dilaksanakan di Wilayahnya.

Di tempat yang sama Wa.Dan.Garda DPP Manggala Garuda Putih, Dadang Kumis, meminta kepada Para Wakil Rakyat Kabupaten Bandung Barat, agar pelaksanaan Vaksin di wilayah, segera diselesaikan sesuai target, karena yang terjadi di lapangan percepatan Vaksin belumlah merata.

Dia sangat menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya Pemerintah pusat selalu memberikan pemahaman, selalu memberikan informasi dan pemberitahuan bahwa Seluruh warganegara harus mendapatkan Vaksin secara keseluruhan serta pemberian Vaksin juga sudah diberikan standar yang baik, namun kenyataan dilapangan percepatan vaksinasi belum merata, ini sangat disayangkan.

Komandan Garda DPP Manggala Garuda Putih, Abdul Aziz,S.E, menyampaikan jika Organisasi Manggala Garuda Putih adalah Elemen Masyarakat Jawa barat, khususnya Bandung Barat, selalu bersinergi dengan TNI/Polri dan mendukung program pemerintah terutama menyangkut Vaksinasi.

Dalam kesempatan tersebut Garda DPP Manggala Garuda Putih menyampaikan pernyataan sikap dan selalu mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Khususnya Masalah vaksinasi, yang sampai saat ini belum mencapai target, dan mendukung serta melibatkan diri untuk berupaya bagaimana caranya agar percepatan vaksinasi ini dapat mencapai target yang diharapkan.

Achmad E.S.

Wanita Muda Asal Mojokerto Meregang Nyawa, Di Duga Dibunuh Kekasihnya Sendiri

MALANG – Pihak Kepolisian akhirnya mengungkapkan penyebab kematian seorang perempuan muda, warga Mojokerto berusia sekitar 24 tahun di kamar rumahnya, di Desa Losari Kecamatan Singosari, pada Senin (25/10) lalu.

Perempuan berinisial FR (24) itu meninggal dunia dengan luka sayatan di tangan kirinya tersebut, ternyata meninggal karena dianiaya oleh kekasihnya sendiri, yakni MAM (26) yang mengalami luka sabetan pisau di perutnya, dan sempat mengalami kritis.

“Awalnya FR diduga meninggal karena menyayat tangan sendiri karena dugaan cekcok dengan kekasihnya dan menyebabkan MAM juga tertusuk pisau di perutnya,” ucap Kapolsek Singosari, Kompol Achmad Robial, dalam pers Release di Polsek Singosari, Jumat (19/11).

Robi menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, FR meninggal dunia dianiaya MAM dengan cara dipukul di bagian tubuh dan kepala serta mencekik leher korban,” jelasnya.

Namun, lanjut Robi, semua dugaan sebelumnya jika FR bunuh diri merupakan alibi dari MAM untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

“Jadi sayatan dan terlukanya pelaku itu adalah alibi saja. Sebenarnya, dia mencekik korban hingga meninggal dulu,” jelasnya.

Menurut Robi, penyayatan tangan korban tersebut saat korban sudah dalam posisi meninggal dengan menggunakan pisau cutter, kemudian MAM menusuk perutnya sendiri dengan pisau di lantai dua rumahnya. Hal itu diketahui dari 47 reka adegan yang dilakukan jajaran Polsek Singosari.

“Jadi untuk membuat kesan korban meninggal karena bunuh diri, tangan korban disayat di kamar lantai satu. Setelah pelaku naik ke lantai dua dan menusuk perutnya sendiri dengan pisau yang diambilnya,” terangnya.

Robi menceritakan, untuk memastikan bahwa kejadian tersebut, MAM lalu menghubungi kerabatnya serta kerabat korban.
“Mendapat kabar itu, kerabatnya lalu datang ke TKP dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pelaku pun sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan,” ulasnya.

Sedangkan, untuk alasan terkait sendiri, Robi menjelaskan karena usaha anggrek yang dibina pasangan itu berdua 1,5 tahun, dan di rumah pasangan tersebut terdapat hias anggrek yang dijual secara berani dan memikat. MAM dan FR sendiri adalah sepasang kekasih yang belum menikah.

“Mereka hanya tinggal serumah saat berbisnis saja. Mereka cekcok akibat usaha anggrek saja sementara itu dulu. Pembunuhan ini spontan tanpa direncakan. Karena cekcok langsung membunuh,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, MAM diancam hukuman 15 tahun penjara karena disangkakan Pasal 338 Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP terkait tindak pidana dugaan pembunuhan dan/atau perbuatan yang mengakibatkan kematiannya seseorang. (Dhw/robhin)

SUSI PASTI Menjadi Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Kategori Umum Jawa Timur

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menerima penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Kategori Umum Jawa Timur oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah di Grand City Surabaya, Jum’at (19/11/2021).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang atas inovasi Gebrakan SUSI PASTI yang menjadi solusi atasi permasalahan AKI, AKB dan stunting di Lumajang.

“Penghargaan ini memicu para Perangkat Daerah (PD), para camat, para kepala desa untuk semangat berinovasi sebagai percepatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Gebrakan SUSI PASTI (SUami SIaga, Pencegahan dan penAnggulangan Stunting terIntegrasi) lahir dilatarbelakangi oleh masih adanya kasus stunting serta masih adanya kasus kematian ibu dan bayi. Gebrakan SUSI PASTI dikembangkan Puskesmas Gucialit menjadi penyempurna dari gebrakan SUSI sebelumnya.

Bunda Indah menjelaskan bahwa stunting, AKI dan AKB menjadi fokus dalam kepemimpinannya bersama Bupati Thoriqul Haq. Bahkan secara khusus untuk menangani hal tersebut, ia memasukkan hal ini ke dalam 20 program prioritas.

“Stunting, AKI dan AKB menjadi PR kita bersama jadi terus kita selesaikan dan kita upayakan untuk diminimalisir,” pungkasnya.

Bunda Indah mengungkapkan bahwa penggargaan bukan satu-satunya tujuan dari inovasi tersebut. Tetapi lebih dalam yakni agar kasus stunting, AKI dan AKB di Lumajang dapat ditangani. (ydc)

Satu Manajemen Keuangan, UDD PMI Jember Lebih Berkembang

0

JEMBER – Penerapan sistem satu manajemen keuangan tidak membuat unit donor darah (UDD) PMI Kabupaten Jember goyah. UDD PMI kabupaten Jember tetap mampu menjalankan operasional seperti biasanya. Bahkan, pelayanan lebih baik karena sistem berjalan lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya.

Bahkan, sejak diterapkan system satu manajemen keuangan, PMI Kabupaten Jember malah bisa membangun gedung UDD di Jl Srikoyo 115 Patrang dan gedung Klinik Pratama PMI di Jl Brawijaya Jubung. Bahkan, hutang ke Bank Jatim juga sudah berhasil dilunasi oleh PMI Kabupaten Jember.

Bahkan, hal itu memberikan dampak luar biasa kepada markas PMI Kabupaten Jember. Banyak kegiatan kemanusiaan lebih optimal dilaksanakan oleh relawan yang berada di bawah naungan unit markas PMI Kabupaten Jember. “Berdasarkan evaluasi kami, khususnya pengurus PMI Kabupaten Jember, sejak satu manajemen keuangan UDD PMI Kabupaten Jember tetap berjalan seperti biasanya,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, UDD PMI Kabupaten Jember tetap bisa mengelola anggaran seperti sebelumnya. Hanya saja, sejak satu manajemen keuangan, UDD dan Unit Pelaksana teknis PMI Kabupaten Jember mengajukan kebutuhannya ke pengurus PMI Kabupaten Jember. “Sebelum penyatuan manejemen keuangan, pengurus PMI Kabupaten Jember tidak tahu detail anggaran yang selama ini dikelola UDD PMI. Kalau sekarang anggaran di UDD PMI juga dikontrol oleh pengurus PMI,” imbuhnya.

Sedangkan dalam pengelolaannya, sambungnya, UDD PMI tetap swakelola seperti sebelumnya. “Semua kebutuhan UDD dan UPT PMI dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya tetap dipenuhi, pengurus selalu memenuhi kebutuhan UDD PMI,” ungkapnya. Hanya kebutuhan yang memang sesuai tupoksinya saja.(son)

Kapolri Ingatkan Penyidik Agar Layani Masyarakat dengan Hati Nurani

0

JAKARTA – Polri memberikan petunjuk dan arahan dalam rangka melaksanakan mitigasi serta pencegahan pelanggaran anggota Polri pada fungsi reserse yang dilaksanakan di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Kamis (18/11/21). Kegiatan ini sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan publik dalam penegakan hukum yang berkeadilan sesuai dengan program Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yaitu menuju Polri PRESISI (Prediktif, Resposibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Pengarahan tersebut disampaikan oleh beberapa Pejabat Utama Mabes Polri antara lain Kabareskrim Polri yang diwakili Wakabareksrim Polri Irjen Pol Syahardiantono, S.I.K., M.Si., Irwasum Polri yang diwakili WaIrwasum Polri Irjen Pol Drs. Agung Wicaksono, M.Si., Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.H. dan Karo Wassidik Brigjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.S.i.

Di dalam kegiatan tersebut Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menyampaikan, “agar dalam melaksanakan tugas harus selalu berempati, jangan sampai khilaf dan tertutup hatinya, dan harus saling mengingatkan untuk menghindari terjadinya celah penyimpangan yang dilakukan oleh penyidik fungsi reskrim,” ucapnya.

“Niatkan diri kita dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat dengan hati nurani, jangan tergoda nafsu yang sesaat, apapun yang kita kerjakan akan berimbas pada diri kita sendiri, keluarga dan institusi kita,” sambungnya.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., juga menekankan kepada seluruh fungsi penyidik reserse agar betul-betul menegakan hukum yang berkeadilan “tidak ada lagi bahasa tajam kebawah namun tumpul keatas, terkait penanganan perkara. Jadilah penyidik yang problem solver dan konsultan yang solutif tidak makelar, ungkap kasus-kasus yang meresahkan, hindari upaya yang kontra produktif” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data rekapitulasi pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilakukan oleh Rowassidik Bareskrim Polri dari tahun 2020 sampai 2001 mengalami peningkatan yang signifikan dari 1.376 pengaduan masyarakat menjadi 3.023 pengaduan masyarakat.

Terkait pengaduan masyarakat Wairwasum Polri Irjen Pol Drs. Agung Wicaksono, M.Si., mengatakan, “Adanya aplikasi Dumas Presisi sebagai kontrol anggota Polri. Pedomani aturan yang berlaku dan tingkatkan profesionalisme serta restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wairwasum Polri Irjen Pol Drs. Agung Wicaksono, M.Si., juga mengatakan untuk tingkatkan profesional dan memiliki moral yang baik, “Pedomani aturan yang berlaku dan tingkatkan profesionalisme serta terapkan restorative justice harus dapat dirasakan masyarakat dan jangan memanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Tingkatkan profesionalisme, lakukan asas penegakan hukum dan bermoral,” ucapnya.

Pada kegiatan tersebut juga Kadivpropam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa masyarakat dapat mengawasi segala tindakan negatif anggota Polri, hal ini sebagai bagian keterbukaan Polri dalam menerima segala bentuk kritik maupun saran dari masyarakat secara transparan, “Masyarakat dapat menjadi wartawan dan dapat mengunggah pelanggaran anggota Polri, fenomena pelanggaran anggota Polri yang menurun, namun data pengaduan masyarakat meningkat. Faktor yang mempengaruhi penyimpangan anggota adalah faktor individu seperti ideologi, spiritual dan komunitas, faktor organisasi meliputi budaya kerja, sosialisasi, fasilitas dan infrastruktur serta indikator kinerja” ucap Kadivpropam Polri.

“Upaya pencegahan dan mitigasi pelanggaran anggota yakni Preemtif artinya penguatan solidaritas internal, Preventif artinya perhatian pimpinan, Respresif artinya penegakan disiplin maupun kode etik, dan Kerjasama yang meliputi komunikasi, koordinasi serta kolaborasi,” sambungnya.

“Dumas yang masuk langsung ditangani oleh Birowassidik dan langsung memberikan perkembangan kepada pendumas.” ujar Karowassidik Bareskrim Polri.

“Khusus Dumas diatur dengan mekanisme gelar perkara khusus yang mana wajib melibatkan fungsi pengawasan internal Polri (Itwasum dan Propam Polri) dan ahli untuk hasil lebih objektif serta membuka ruang komunikasi secara transparan antara pelapor dan terlapor,” sambungnya.

Diakhir kegiatan Wakabareskrim Polri Irjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menyampaikan, “mari luruskan niat dan perbuatan kita dalam melaksanakan tugas, saling mengingatkan dan tanamkan rasa malu untuk berbuat salah serta jadikan pekerjaan ini menjadi ladang ibadah” tutupnya. (tim)

Peduli Kesehatan Kapolres Pacitan Distribusikan Kursi Roda hingga Vaksinasi Puluhan Lansia

0

PACITAN – Peduli kesehatan, Kapolres Pacitan, Polda Jawa Timur, AKBP Wiwit Ari Wibisono berikan kursi roda kepada penyandang disabilitas hingga vaksinasi puluhan lansia di pelosok Desa Kalikuning Kecamatan Tulakan.

“Ini kita genjot vaksinasi untuk lansia door to door untuk mencapai level 1 PPKM di Kabupaten Pacitan kurang sekitar 10 persen atau 7 ribu sekian lansia, karena saat ini baru capai 50 persen lansia tervaksinasi,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Maka menurut pria nomor satu lingkup Polres Pacitan itu mengatakan jika nanti lansia yang menerima vaksin sudah capai 60 persen lebih. Dia optimis akhir bulan November 2021 akan tembus level 1 PPKM.

“Kita optimislah akhir bulan ini kita level satu, dan saya hari ini selain vaksin lansia juga melakulan vaksinasi kepada Tohari dia lumpuh dan saya juga berikan serkel, kursi roda agar dalam menjalankan aktivitas berjalan lancar,” imbuhnya.

Menurutnya, Tohari pria cacat lumpuh sejak 2016 lalu akibat tertimpa pohon sangat memotivasi bagi dirinya, meski kondisinya lumpuh tapi tetap berusaha bekerja membuat kandang burung.

“Kita tidak ada salahnya berbagi sesama. Saya ikhlas memberikan kursi roda dan serkel ini ya setidaknya kita bisa merasakan derita dia selama ini, dan dia juga sukarela menerima vaksinasi,” imbuhnya.

Karena menurutnya, vaksinasi door to dor sangatlah penting dilakukan tidak mungkin seperti Tohari dan para lansia bisa berjalan ketempat Puskesmas atau jauh dari rumahnya.

“Ya seperti Tohari ini kalau kita tidak jemput bola tidak mungkin bisa berjalan,” jelasnya.

Dia juga berikan pesan kepada masyarakat agar mensukuri disetiap kehidupan, jangan hanya melihat keatas karena dibawah masih ada masyarakat yang masih banyak kekurangan.

“Kita harus bersyukur, jangan hanya melihat keatas, boleh lah kita melihat keatas sebatas untuk memotivasi. Namun seyogianya bisa melihat kebawah karena banyak masyarakat jauh lebih menderita dari kita,” kata, Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono.(*)

Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Belanjha.com, Ketua Bhayangkari: Dapat Mendongkrak Ekonomi di Sektor UMKM

0

SURABAYA – Setelah di Launching oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, pada (19/10/2021) lalu, Aplikasi Belanjha.com, hari ini Jumat (19/11/2021) pagi, menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Belanjha.com Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bhayangkari Daerah Jawa Timur, di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim.

“Hal ini sebagai upaya memperluas pasar bagi UMKM dengan menggunakan Digitalisasi di massa Pandemi Covid-19. UMKM sendiri diketahui sebagai penopang ekonomi di jawa timur, diharapkan adanya aplikasi Belanjha.com dapat mendongkrak ekonomi di sektor UMKM,” kata Ully Nico Afinta, Ketua Bhayangkari Polda Jatim, Jumat (19/11/2021) pagi.

Lanjut Ully, dilakukan pelatihan dan sosialisasi aplikasi Belanjha.com, dimana aplikasi ini berisikan produk – produk UMKM binaan Bhayangkari dan YKB (Yayasan Kemala Bhayangkari) Daerah Jawa Timur. Yang dikelola oleh CV Belanja Nusantara yang bekerjasama dengan seksi ekonomi Bhayangkari daerah Jatim dan Bhayangkari cabang se-Jatim.

“Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi ini untuk pelaku UMKM bhayangkari dan YKB se daerah jatim. Yang serentak dilaksanakan hari ini dan besok, bukan hanya di surabaya. Nantinya juga akan dilaksanakan di Jember, Malang dan Jember ” harapnya.

Aplikasi tersebut juga bisa dibuka di Website dan aplikasi android. Kedepan para pelaku UMKM dapat lebih luas lagi, bukan hanya anggota bhayangkari maupun YKB dan keluarga besar polda jatim. Namun juga para pelaku UMKM secara luas.

“Dengan digitilisasi marketing harapannya target penjualan dapat lebih luas dijangkau bukan hanya di jatim namun juga secara nasional dan tidak memungkiri bisa secara internasional,” tambahnya.

“Ini cari kami untuk melakukan pembinaan UMKM Bhayangkari dan YKB Jatim sekaligus dukungan kami untuk pemulihan ekonomi nasional dan membantu kesejahtraan keluarga besar anggota Polri,” sebutnya.

Sampai saat ini jumlah anggota yang ada di aplikasi sudah ada 156 lapak, harapannya secara bertahap semua bisa masuk ke aplikasi Belanjha.com.

“Sedangkan di aplikasi Belanjha.com produk yang dijual berbagai macam dan yang paling banyak adalah makanan. Namun ada juga yang menjual pakaian, fashion, produk rumah tangga dan lain sebagainya,” tutup dia. (tim)

Farewell Parade Hiasi Acara Pergantian Kapolres Pasuruan Kota

0

KOTA PASURUAN – Pucuk pimpinan di Kepolisian Resor Pasuruan Kota resmi berganti dari AKBP Arman S.I.K M.SI kepada AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K M.SI bertempat di Mako Polres Pasuruan Kota dilaksanakannya upacara welcome and farewell parade dalam rangkaian acara pisah sambut Kapolres Pasuruan Kota, Jumat (19/11/2021).

Diawali dengan penyambutan Kapolres Pasuruan Kota yang baru, AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K M.SI oleh Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Hery Dian Wahono M.psi dilanjutkan dengan Jajaran Hormat dan Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, kemudian disambut dengan prosesi pedang pora.

Setelah acara penyambutan digelar upacara Welcome and Farewell Parade Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K M.SI yang menggantikan AKBP Arman S.IK., M.SI dengan dihadiri seluruh pejabat utama, para Kapolsek, Perwira, Brigadir dan PNS Polres Pasuruan Kota.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari, S.H S.I.K., M.Si dalam sambutan menyampaikan Alhamdulilah Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, hari ini kita semua masih bisa hadir mengikuti Upacara Welcome dan Farawel Parade Kapolres Pasuruan Kota.

“Kegiatan Welcome dan Farawel Parade merupakan tradisi penghormatan kepada pejabat Kapolres baru dan lama, dan rangkaian proses serah terima jabatan Kapolres Pasuruan Kota. Saya atas nama Pribadi dan Kesatuan Polres Pasuruan Kota mengucapkan terima kasih kepada AKBP Arman SIK. M.Si., yang telah bekerja keras menjaga dan memelihara Kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Pasuruan Kota”, ungkapnya.

AKBP Raden menuturkan, Saya selaku pejabat baru Kapolres Pasuruan Kota merasa bangga atas keberhasilan pelaksanaan tugas Bapak AKBP Arman SIK. M.Si., dan memberikan apresiasi atas berbagai keberhasilan, dan akan saya jadikan sebagai referensi awal dalam memimpin Polres Pasuruan Kota.

“Saya mohon doa dan dukungan nya kedepan mudah-mudahan dalam mengemban tugas kedepan sebagai Kapolres Pasuruan Kota bisa berjalan dengan lancar sehingga situasi kamtibmas di Kota Pasuruan bisa berjalan kondusif”, harapnya.

Sementara, Sambutan Pejabat Lama AKBP Arman S.I.K., M.Si., menyampaikan ucapan terimakasih kepada rekan-rekan yang bisa hadir untuk mengikuti upacara Welcome dan Farawel Parade Kapolres Pasuruan Kota.

“Mohon doa dan dukungannya mudah-mudahan dalam pelaksanaan tugas saya kedepan dapat berjalan dengan lancar. Atas nama pribadi saya dan keluarga menyampaikan banyak terimakasih dan permohonan maaf saya bersama keluarga apabila kerjasama dan kebijakan yang saya ambil kurang berkenan saya minta maaf” pungkasnya.

Setelah acara pisah sambut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K M.SI didampingi Pejabat Utama, para Kapolsek, Perwira, Brigadir dan PNS Polres Pasuruan Kota mengantarkan AKBP Arman S.I.K M.SI diiringi prosesi pedang pora meninggalkan Mapolres Pasuruan Kota dan selanjutnya akan berpindah tugas menjadi Kapolres Sampang. (tim)