Home Blog Page 253

Disdukcapil Kota Cimahi Deklarasikan Program Ber AKHLAK

Cimahi, Jum’at(03/10/2025)
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, menyelenggarakan acara Deklarasi ASN (Aparatur Sipil Negara) berAKHLAK (Berorentasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), di Kantor Disdukcapil Kota Cimahi, Gedung Mall Pelayanan Publik, Jalan Aruman Cimahi, pada Hari Rabu, tanggal 1 Oktober 2025.

Acara tersebut dipimpin oleh Plt Kadisdukcapil Cimahi, Tri Lospala Candra, S.S.T.P.,M.M., dalam kesempatan itu yang membacakan ikrar giat tersebut, oleh Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dukcapil Cimahi, Lilik Dwi Yulianto, S.S.T.P.,M.Ip..pada saat dibacakan ikrar diikuti oleh seluruh ASN Disdukcapil Kota Cimahi.

Plt.Kadisdukcapil Kota Cimahi,Tri Lospala Candra,S.S.T.P.,M.M.,saat ditemui awak menjelaskan,bahwa tujuan pelaksanaan ikrar Core Value ASN BerAKHLAK adalah untuk menguatkan budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi.

“Core Value BerAKHLAK sendiri merupakan nilai-nilai dasar yang terdiri dari Berorientasi Pelayanan, Memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat, Akuntabel, Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, Kompeten Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, Harmonis, Saling peduli dan menghargai perbedaan, Loyal, Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, Adaptif, Terus berinovasi dan antusias dalam menghadapi perubahan, Kolaboratif, Membangun kerja sama yang sinergis dengan menginternalisasi Core Value BerAKHLAK,”jelas Tri

Lebih lanjut Tri mengungkapkan,
“ASN diharapkan dapat memiliki budaya kerja yang profesional dan meningkatkan kepuasan masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan berkualitas,” tandasnya

Pelaksanaan ikrar ini juga bertujuan untuk Meningkatkan indeks pemahaman BerAKHLAK, Menguatkan komitmen semua pegawai dalam implementasi dan eksternali sasi Core Value BerAKHLAK dalam pekerjaan sehari hari, Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik oleh ASN, Memperbaiki citra publik terhadap ASN dan meningkatkan minat publik menjadi ASN yang bangga melayani bangsa.

Achmad Syafei.

“Bupati Pakpak Bharat Harap BUMDes Jadi Tumpuan Ekonomi Desa”

0

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor berharap agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini mulai berkembang di berbagai desa se Kabupaten Pakpak Bharat bisa menjadi tumpuan ekonomi desa, membantu masyarakat desa dalam pemenuhan kebutuhan diberbagai sektor, baik sektor ekonomi itu sendiri, pangan, gizi dan sebagainya. Harapan ini dia sampaikan ketika meninjau Peternakan Bebek Petelur milik BUMDes Meradu Mende di desa Pardomuan, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu.

Saya pribadi berharap, BUMDes kita ini, dan juga seluruh BUMDes yang sedang berbenah saat ini mudah-mudahan bisa menjadi penopang ekonomi di desa masing-masing, bisa menciptakan satu produk unggulan desa, memberi nilai lebh bagi ekonomi, perbaikan gizi, serta bisa juga membantu upaya kita mengatasi stunting. Saat ini Pemerintah sedang melaksanakan program MBG, mudah-mudahan kita bisa bantu suplaynya walau sedikit, jadi disamping untuk kita sendiri pastinya akan bisa memberi nila tambah ekonomi kita. Namun harus dikelola dengan baik, para pengurusnya bekerja dengan baik, jangan hanya mementingkan keuntungan pribadi, ucap dia.

BUMDes Meradu Mende memilih untuk mengembangkan sektor usaha bebek petelur ini, dengan berbagai pertimbangan matang diantaranya ternak bebek dianggap cocok dengan kondisi di desa, pakan melimpah dan mudah dipelihara. Hal ini disampaikan Kepala Desa Pardomuan, Hendri Berutu yang menggagas usaha ini bersama Direktur BUMDes Meradu Mende, Bodrek Munthe dan Camat Sitellu Tali Urang Julu, Ucok Benget Berutu, MM.

Mudah dipelihara, di sini sebenarnya banyak masyarakat yang memelihara bebek sejenis ini, dan ini yang kami coba manajemen, kami beternak bebek ini semoga bisa mengedukasi masyarakat kami, menjadi contoh sehingga peternakan bebek ini kelak bisa berkembang baik di desa ini, jelas dia.

Sementara itu Ucok benget Berutu berharap, apa yang telah dimulai BUMDes Meradu Mende ini bisa dicontoh desa-desa lain di Sitellu Tali Urang Julu. Untuk tujuan itu dia menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong desa-desa yang ada di Kecamatan ini agar bisa mengembangkan produk-produk unggulan masing-masing di desa, baik melalui BUMDes maupun skema lainnya.

Ayo kita berlomba-lomba memajukan desa, gali dan kembangkan seluruh potensi yang ada. Sekarang ini semua serba mudah sebenarnya. Kita bisa belajar banayk dengan memanfaatkan internet, kita bisa belajar dengan Peanyuluh Pertanian kita, tanya mereka bagaimana beeternak yang baik bagaimana bertani yang baik, ucap Ucok Benget.

Tidak kurang dari 300 ekor bebek petelur dikandang milik BUMDes Meradu Mende kini telah siap berproduksi. Bodrek Munthe, Direktur BUMDes berharap pendampingan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, untuk memberikan edukasi dan memeriksakan kesehatan ternak mereka.

Baik itu untuk vaksinasi, jenis pakan, dan lainnya sangat kami harapkan bantuannya. Ini tentunya akan membantu peningkatan produksi kami nanti, harap Bodrek Munthe.(Tumangger)

Momen Bahagia dan Haru Saat Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat Banyuwangi

Banyuwangi |Gempurnews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar, Jumat (3/10/2025). Momen bahagia dan haru tercipta saat Mensos bertemu dan berdialog dengan para pelajar dan orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Kehadiran Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut untuk melihat langsung proses pembelajaran di SR yang baru tiga hari berjalan sejak diresmikan pada 30 September kemarin. Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Di depan 73 wali murid tersebut, Gus Ipul menyampaikan berbagai fasilitas yang akan didapatkan oleh para siswa selama di Sekolah Rakyat. Mulai dari pembelajaran akademik, penguatan kedisiplinan dan pendidikan karakter, talent mapping untuk mengetahui bakat siswa, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Selama di sekolah rakyat para siswa juga mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dan snacak dua kali sehari. Merek juga mendapatkan perlengkapan sekolah seperti seragam sebanyak delapan pasang, peralatan tulis hingga laptop.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa ada lebih dari 4 juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Mulai dari tidak bisa sekolah, belum sekolah, hingga putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan kesempatan dan lingkungan yang baik untuk mendukung pendidikannya. Mereka bisa konsentrasi penuh belajar tanpa harus memikirkan masalah ekonomi dan beban lainnya,” kata Mensos.

“Sekolah rakyat ini menjawab isu masalah akses pendidikan bagi warga kurang mampu. Harapan Presiden dan kita semua, dengan pendidikan yang baik adalah cara untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Salah satu orang tua siswa Komariyah, mengaku sangat bahagia sekaligus terharu setelah mendengar penjelasan dari Gus Ipul. Dia semakin lega dan lebih bersyukur karena mengetahui jika putrinya yang masuk SR di jenjang SMA bakal mendapatkan pendidikan yang baik.

“Saya single parent, selama ini menghidupi keluarga dengan berjualan sayur mayur. Alhamdulillah, lega anak saya bisa masuk SR. Semoga dengan bekal ilmu yang didapatkan anak saya bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari saya,” ujarnya terharu.

Begitu juga Nur Wahidah (50), ibu tunanetra yang anaknya masuk jenjang kelas 5 di SR Muncar. Ia secara khusus menyampaikan terimakasihnya kepada Presiden Prabowo yang telah membuat program Sekolah Rakyat sehingga putranya, Rehan Meizi berkesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju, berkembang, dan menjadi orang yang sukses kelak. Harus lebih dari dia,” kata Nur Wahidah sambil terisak di hadapan Gus Ipul. Isakan ibu ini diikuti tangis Rehan pula.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan Pemkab berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan Sekolah Rakyat. Salah satunya Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 6-7 hektar untuk pembangunan sekolah rakyat permanen yang akan dibangun tahun ini.

“Pak Mensos sudah menyampaikan kalau SR permanen di Banyuwangi menjadi prioritas pembangunan tahun depan. Kami sudah menyiapkan lahannya dan sudah kami ajukan ke Kemensos untuk ditindak lanjuti,” kata Ipuk.

“Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial, insyaallah rencananya di Kecamatan Muncar. Itu menggunakan lahan pemerintah daerah. Insya Allah nanti kita hibahkan untuk sekolah rakyat,” pungkas Ipuk. (*)

Banyuwangi Career Expo 2025 Tawarkan 2000 Lebih Lowongan Kerja

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar bursa kerja Banyuwangi Career Expo 2025, yang menawarkan lebih dari 2000 lowongan pekerjaan, termasuk bagi para penyandang disabilitas.

Banyuwangi Career Expo dilaksanakan di Gedung Theater Banyuwangi Park, Jalan Raya Jember, Dadapan, Kecamatan Kabat, 3-4 Oktober 2025.

“Ini bagian upaya kita agar anak-anak muda Banyuwangi bisa terekrut dalam dunia kerja. Para pencari kerja bisa mendaftar pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka langsung Banyuwangi Career Expo, Jumat (3/10/2025).

Sebanyak 64 perusahaan dari berbagai daerah ikut berpartisipasi. Seperti dari Semarang, Surabaya, Pasuruan, dan lainnya. Mereka bergerak di sektor perbankan, pertambangan, perhotelan, manufaktur, retail, perikanan, hingga teknologi informasi.

Seperti, PT. Industri Kereta Api (INKA) Persero membuka lowongan untuk staf teknologi dan pengendali kualitas.

Ada juga PT Lundin Industry Invest yang membutuhkan tenaga electrical dan finance. eL Hotel Banyuwangi membuka lowongan untuk tenaga FB manager, sales executive, dan waiter/waitress.

Dan PT Suri Tani Pemuka yang membuka lowongan untuk tenaga supervisor mechanical, quality control, admin HRD, serta driver.

Ipuk berpesan agar para pencari kerja dapat mengoptimalkan kompetensinya sehingga bisa berkompetisi dalam dunia kerja. “Semoga ini menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang pas,” ungkapnya.

Ipuk berkomitmen akan terus menggelar kegiatan ini, bahkan menambah frekuensinya.

“Bisa setahun dua atau tiga kali. Harapannya, dengan menghadirkan banyak bursa kerja, banyak anak muda kita yang terserap di dunia kerja,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Abdul Latif, Banyuwangi Career Expo 2025 ini dilakukan secara hybrid. Calon pelamar bisa memilih dan melamar pekerjaan lewat aplikasi Goker Wangi dalam Smart Kampung.

“Pencari kerja juga bisa hadir langsung ke lokasi untuk mendapatkan informasi yang lebih detail sekaligus mendaftar ke perusahaan yang diminati,” urainya.

Selain menawarkan lowongan kerja, Banyuwangi Career Expo 2025 juga diisi dengan beragam kegiatan lainnya. Seperti demo pelatihan keterampilan, pameran produk industri kecil menengah (IKM), edu fair, serta talk show. (*)

Bupati Ipuk Siapkan Lahan untuk Bangunan Permanen Sekolah Rakyat, Mensos: Banyuwangi Jadi Prioritas

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, bangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu prioritas yang akan dibangun tahun ini. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 6-7 hektare di wilayah Kecamatan Muncar.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, gedung SR akan memiliki beberapa fasilitas. Antara lain asrama siswa, asrama guru, aula, area bermain, sarana olahraga, hingga tempat ekstrakurikuler.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun dan tahun depan selesai. Jadi anak-anak akan pindah dari tempat sekarang ke gedung baru nantinya,” kata Gus Ipul, saat berdialog dengan siswa dan guru di yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Jumat (3/10/2025).

Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, (2-3 Oktober 2025). Selain meninjau progres pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi, Mensos juga meninjau dua sekolah rakyat yang ada di Banyuwangi.

Sehari sebelumnya, Gus Ipul juga meninjau SR Terintegrasi 2 Banyuwangi di Kecamatan Licin, pada Kamis (2/10/2025). SR Licin beroperasi sejak Juli 2025 dan bertempat di Balai Diklat Banyuwangi. SR ini memilik jumlah siswa sebanyak 250 orang pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar mulai proses pembelajaran pada September lalu dengan jumlah siswa 73 anak.

Gus Ipul menyebut, tempat SR saat ini bersifat sementara. Jika gedung SR telah terbangun dan siap ditempat, sekolah siswa akan berpindah ke gedung yang baru.

Selain nantinya tinggal di tempat baru, masing-masing siswa juga akan mendapat total delapan seragam dan laptop untuk pembelajaran.

“Sekolah Rakyat Ini memberi kesempatan untuk memberi anak dari keluarga kurang mampu untuk belajar, agar punya masa depan yang lebih baik,” sambung Gus Ipul.

Ia menjelaskan, SR rintisan saat ini berjumlah 165 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Rinciannya 63 SR mulai kegiatan belajar mengajar pada Juli, 37 SR pada Agustus, dan 64 SR pada Sepember dan awal Oktober.

Dari jumlah tersebut, Gus Ipul memprakirakan sekitar 100 bangunan permanen SR bisa dibangun tahun ini dan siap beroperasi tahun depan. Kemensos telah menyiapkan dua desain bangunan permanen SR.

Desain yang akan digunakan bergantung dengan luasan lahan yang disediakan pemerintah daerah. Pembangunan SR diprakirakan memakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 200 miliar untuk satu titik lokasi.

“Banyuwangi termasuk yang menjadi prioritas untuk dibangun tahun ini. Yang penting lahannya clean and clear,” ucapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pihaknya mendaftarkan lahan milik pemkab untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung SR.

“Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial, insyaallah rencananya di Kecamatan Muncar. Itu menggunakan lahan pemerintah daerah. Insya Allah nanti kita hibahkan untuk sekolah rakyat,” kata Ipuk.

Ipuk bersyukur apabila gedung SR di Banyuwangi bisa dibangun tahun ini, seperti yang diharapkan Mensos Gus Ipul. Dengan demikian, para siswa SR di dua tempat yang sudah ada bisa berada di satu lokasi yang lebih akan menunjang kegiatan mereka sehari-hari. (*)

Di Banyuwangi, Mensos Kumpulkan Camat hingga Kades Ajak Sukseskan Digitalisasi Bansos

Banyuwangi | Gempurnews.com – Di sela kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, 2-3 Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bertemu dengan para camat, lurah, dan kepala desa di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis malam (2/10/2025). Dalam kesempatan itu, Mensos mengajak mereka untuk berpartisipasi mensukseskan program digitalisasi bansos yang saat ini sedang diujicobakan di Banyuwangi.

“Ayo semua dukung program ini. Camat, kades, dan lurah, ayo ajak warganya yang kurang mampu untuk segera mendaftar. Dampingi dan bantu mereka agar nantinya bisa menikmati bantuan dari pemerintah,” kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Pertemuan tersebut diikuti para camat, lurah dan kades se-Banyuwangi. Turut hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Anggota Komisi 8 DPR RI Ina Ammania, serta segenap jajaran Pemkab Banyuwangi.

Digitalisasi bansos merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, agar penyalurannya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Banyuwangi dipilih sebagai pilot project dan telah melakukan uji coba sejak dua pekan lalu. Saat ini jumlah warga Banyuwangi yang telah mendaftar program bansos digital tersebut sebanyak 259 ribu orang.

Pendaftaran dilakukan melalui dua mekanisme, yakni via aplikasi Perlinsos maupun melalui agen Perlinsos yang terdiri dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan tenaga sosial kesejahteraan kecamatan (TKSK).

Selain mereka, Pemkab juga mengerahkan kader Dasawisma, Lurah, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi agen Perlinsos.

“Saya senang Banyuwangi melibatkan ASN-nya untuk membantu pendataan digitalisasi bansos. Kolaborasi seperti ini sangat diperlukan agar program ini bisa sukses,” ujar Gus Ipul.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga menyinggung tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini terus dimutakhirkan secara berkala dan wajib menjadi acuan seluruh program lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Tidak boleh ada intervensi bansos yang menggunakan data lain, kecuali DTSEN. Kalau mau membuat program harus menggunakan DTSEN,” kata dia.

Ia pun mengajak semua elemen di Banyuwangi untuk bersama-sama memastikan pemutakhiran DTSEN lebih sempurna. Sehingga masyarakat miskin bisa merasakan bantuan lebih banyak dari pemerintah.

“Saya ingin bagi-bagi tugas untuk melakukan ground check (pemutakhiran). Kami minta para lurah melakukan ground check. Siapa saja warganya yang masuk dalam desil 1 – 10. Sehingga nanti di kelurahan bisa ketemu by name by address-nya,” kata dia.

Mensos juga membahas pentingnya kolaborasi Sekolah Rakyat dengan pemerintah daerah. Setelah Sekolah Rakyat rintisan dimulai, selanjutnya akan dibangun gedung permanen.

“Di Banyuwangi kita bangun tahun depan. Ibu Bupati sudah menyiapkan lahannya, kita juga sudah siapkan anggarannya. Karena ini di lahan pemkab, nantinya sekolah ini hanya menampung anak-anak kurang mampu dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. “Kami berkomitmen akan menyukseskan setiap program prioritas pemerintah pusat,” kata Ipuk.  (*)

Serahkan Helm dan Jaket Ke Ojek, Mensos Apresiasi Program Banyuwangi Berbagi

Banyuwangi | Gempurnews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, Kamis – Jumat (2-3 Oktober 2025). Selain meninjau pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial, Mensos juga menyerahkan bantuan Banyuwangi Berbagi kepada sejumlah ojek Banyuwangi.

Gerakan Banyuwangi Berbagi merupakan upaya penanganan kemiskinan Banyuwangi yang melibatkan ribuan ASN hingga pegawai BUMN/swasta sejak tahun 2021. Di gerakan ini setiap orang memberikan bantuan setiap bulannya kepada warga miskin by name by adress yang datanya tersedia di aplikasi “Smart Kampung”.

Tidak hanya sembako dan makanan, namun untuk momen tertentu misalnya tahun ajaran baru Banyuwangi Berbagi juga memberikan peralatan sekolah kepada anak-anak dari warga miskin. Sembako juga rutin diberikan kepada keluarga yang ada anak stuntingnya.

Pada bulan, gerakan ini diarahkan untuk memberikan bantuan kepada ojek berupa helm dan jaket.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menyerahkan langsung helm dan jaket kepada ojek Banyuwangi bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan di Kopi Lego, Kampung Kopi Desa Gombengsari, Banyuwangi, Kamis (10/2/2025). Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ini gerakan yang sangat baik dan perlu didukung,” kata Gus Ipul.

Bupati Ipuk mengatakan, Banyuwangi Berbagi akan terus digerakkan pemkab Banywuangi melengkapi program bantuan sosial lain dari pemerintah.

“Kali ini Banyuwangi Berbagi memberikan bantuan helm dan jaket kepada penarik ojek baik ojek online maupun ojek pangkalan untuk mendukung pekerjaan mereka,” kata Bupati Ipuk.

Ipuk mengatakan dengan diberikan helm dan jaket baru diharapkan bisa meningkatkan keselamatan dan juga kualitas layanan para pengemudi ojek. “Dengan helm dan jaket yang memenuhi standar tentunya pelanggan ojek akan merasa lebih aman dan nyaman, sehingga semakin senang untuk naik ojek” kata Bupati Ipuk.

Sementara itu salah satu pengemudi ojek yang menerima bantuan adalah Herna Fidiyanti. Herna sudah dua tahun jadi driver ojek online. Ia merasa senang menapatkan bantuan helm dan jaket tersebut.

“Kebetulan helm yang untuk pelanggan sudah lama, dengan helm baru ini semoga pelanggan saya semakin nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya Banyuwangi juga mencanangkan gerakan naik ojek online dan angkutan umum di setiap hari Jumat. Gerakan ini ditujukan bagi para ASN Banyuwangi yang akan berangkat maupun pulang kerja di setiap hari Jumat sebagai upaya meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek dan angkutan umum. (*)

Pembukaan PORSENIJAR PGRI Jawa Tengah 2025 : Wadah Silahturahmi Kembangkan Kreativitas Guru

Gempurnews | Semarang – Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Jawa Tengah menggelar Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) Tahun 2025, di lapangan Balairung Universitas PGRI Jalan Lontar Semarang Jawa Tengah pada hari Jumat ( 3/10/25).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr.H.Muhdi.,S.H.,M.Hum.,yang dihadiri dari Ketua dan Pengurus PGRI Se – Jawa Tengah, para atlet dari 6 Karsidenan,Yuri,Wasit serta para Dosen UPGRIS dan tamu Undangan lainnya.

Ketua Panitia PORSENIJAR PGRI 2025, Mualip, S.Pd.,M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini,dan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun PGRI, kegiatan ini menjadi momentum dan wadah Silaturahmi para guru untuk menyalurkan minat bakat dan kreativitas dalam bidang Olahraga Seni dan Pembelajaran.”ucapnya.

PORSENIJAR PGRI Jateng 2025 ini mengusung tema ” Mewujudkan Guru Sehat,Kreatif,Sportif, Profesional dan Berbudaya Menuju Indonesia Maju”, Mualip menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas dasar program kerja PGRI Jawa Tengah dan Komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas serta kebersamaan antar anggota. “Jelasnya.

Melalui berbagai cabang lomba,Kami berharap tidak hanya lahir prestasi tetapi juga tumbuh jejaring kolaborasi antar guru serta inspirasi baru dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. “Kata Mualip.

Senada di ucapkan oleh Ketua PGRI Kabupaten Pemalang,sekaligus Sekretaris Kordinator Wilayah PGRI Karsidenan Pekalongan, (Slamet), Porsenijar 2025 tidak hanya menjadi arena Kompetisi tetapi sebagai sarana pembinaan Karakter,budaya serta inovasi dalam dunia Pendidikan. “Ucap Slamet.

PORSENIJAR 2025 yang diikuti 317 Peserta dan juri dari enam Karsidenan, Ketua PGRI Pemalang ( Slamet ), menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Keluarga besar PGRI atas terselenggaranya kegiatan ini dan dengan semangat Ia akan selalu mendampingi para atlet dari Kabupaten Pemalang yang mewakili Karsidenan Pekalongan untuk 3 cabang lomba yaitu : Bulu tangkis tunggal Putra,Catur dan Tari Tunggal.

Ia berharap kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kreativitas serta jadikan kegiatan ini sebagai ajang belajar dan berbagi pengalaman, sebab kemenangan bukanlah tujuan utama melainkan bagaimana kita mampu menumbuhkan kebersamaan.
“Ujar Slamet Ketua PGRI Pemalang.

(yn26)

Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pasca Pengerusakan Makam di Winongan

0

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. langsung turun ke lapangan merespons cepat peristiwa pengerusakan makam di Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, yang terjadi 1 Oktober 2025 lalu.

Pada Jumat 3 Oktober 2025, Kapolres bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Polsek Pasrepan dengan melibatkan 17 kepala desa se-Kecamatan Pasrepan.

Kehadiran jajaran kepolisian diapresiasi para kades, yang menilai respon cepat ini penting untuk meredam isu berkembang di masyarakat.

“Adanya berita-berita yang berseliweran di luar sana sering kali lebih banyak mudharatnya dibandingkan fakta yang sebenarnya terjadi. Karena itu saya minta kita semua saling menjaga. Kalau terjadi sesuatu, yang dirugikan adalah kita semua,” tegas Kapolres dalam arahannya.

Ia menekankan, tanggung jawab keamanan bukan hanya milik aparat, tetapi juga seluruh pemimpin wilayah. “Saya bersama jajaran sudah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan konflik. Saya mohon doa dan dukungan dari rekan-rekan kepala desa agar situasi tidak berkembang ke arah yang lebih besar. Perbedaan pandangan itu wajar, tapi persaudaraan harus tetap kita jaga,” imbuhnya.

Wakapolres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, S.H., M.H. juga menekankan pentingnya kecepatan informasi. “Apabila ada informasi dari warga, mohon segera direspons dan disampaikan kepada kami. HP saya selalu aktif, silakan digunakan. Karena jika tidak segera ditangani, informasi yang beredar di media sosial bisa menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa kepala desa juga menyampaikan langsung aspirasi. Kades Maki, Jogorepuh, menanyakan soal kegiatan bersholawat di desanya. Kapolres menegaskan kegiatan tetap bisa dilaksanakan dengan syarat menjaga kondusivitas, mematuhi waktu, dan memberi imbauan kepada warga agar tertib.

Sementara itu, Kades Pasrepan, Jody, meminta agar wilayah hukum Pasrepan mendapat perhatian lebih. Kapolres menegaskan pihaknya akan menambah personel untuk memperkuat keamanan di kawasan tersebut.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.15 WIB itu berjalan lancar, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari para kepala desa.(Qomar)

Sopian Syekh Abdul Sani Haeruman, S.Pd.,Dari PKS Laksanakan Reses

Cimahi,Minggu(31/09/2025)
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sopian Syekh Abdul Sani Haeruman, S.Pd., melaksanakan Reses Masa Persidangan II Tahun 2025 di wilayah Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Minggu (31/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Sopian menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional bagi anggota legislatif untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) dan menyerap aspirasi warga.

“Reses ini bagian dari tugas saya sebagai anggota dewan, turun ke masyarakat untuk menggali aspirasi, harapan, maupun masukan dari konstituen. Apa yang disampaikan nanti akan saya bawa ke rapat-rapat dewan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Aspirasi yang muncul didominasi isu-isu terkait Komisi IV, seperti pendidikan dan kesehatan.

Beberapa warga menyampaikan keluhan terkait Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan untuk sekolah TK, serta persoalan kesehatan masyarakat. Selain itu, muncul juga permasalahan di luar lingkup komisi, seperti urusan perizinan tanah dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“Semua masukan ini penting. Walaupun ada yang di luar komisi, tetap saya catat untuk dijadikan bahan advokasi dan diperjuangkan,” kata Sopian.

Kemudian Sopin juga melanjutkan juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Warga Cimahi jangan mudah terprovokasi isu yang belum jelas sumbernya. Kita harus menahan diri, jangan sampai terbawa emosi oleh informasi yang bisa memecah belah. Mari jaga Cimahi tetap aman, agamis, dan Hevi sesuai visi misi kota kita,” tegasnya.

Sopian berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses kali ini dapat diakomodasi pemerintah daerah melalui mekanisme resmi. “InsyaAllah, apa yang sudah dicatat akan kami perjuangkan agar bisa terealisasi,” pungkasnya.

Achmad S.