Home Blog Page 1120

Polsek Pasrujambe Sambang Dialogis Ke Ketua Cabang Perguruan Silat PSHT

0

Lumajang-Anggota Polsek Pasrujambe melaksanakan patroli dialogis dengan ketua Ketua Cabang Perguruan Pencak Silat PSHT cabang Lumajang di Desa Jambearum, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jumat (10/2/2023).

Dalam kegiatan itu, petugas memberikan himbauan untuk jaga nama baik organisasi dan jaga kerukunan, saling menghormati dan menghargai antar perguruan agar tidak terjadi konflik dan selalu tercipta situasi yang kondusif di wilayah Pasrujambe.

“Kita sepakat semua perguruan pencak silat punya tanggung jawab bersama untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya potensi konflik ditingkat akar rumput” tegas Kapolsek Pasrujambe AKP Bambang yulianto.

Keiatan dilakukan agar Polri lebih dekat dengan Masyarakat serta dapat menyerap aspirasi dan informasi dari masyarakat.

“Oleh karena itu kami dari Polsek Pasrujambe tidak bosan-bosan menyambangi perguruan – perguruan yang ada di Kecamatan Pamotan untuk menyampaikan pesan – pesan Kamtibmas,’ tandasnya.

Polres Malang Berbagi Helm Gratis untuk Pengendara Motor di Operasi Keselamatan Semeru 2023

0

MALANG – Kepolisian Resor Malang Polda Jatim, membagikan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI) kepada pengendara lalu lintas di Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasatlantas Polres Malang AKP Agnis J. Manurung mengatakan, pemberian helm gratis ini dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2023 di wilayah Kabupaten Malang.

Sejumlah 100 buah helm SNI diberikan oleh personel Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Malang secara gratis kepada pengendara motor di ruas Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Pos Lantas Kepanjen.

“Pembagian 100 helm SNI gratis tersebut diberikan kepada pengguna jalan yang tertib berlalu lintas sebagai bentuk motivasi dan penghargaan kepada masyarakat yang telah patuh terhadap peraturan berlalu lalu lintas,” ucap AKP Agnis, saat ditemui usai kegiatan, Jumat, (10/2).

Kasatlantas menambahkan, selain memberikan helm, pihaknya beserta puluhan personel satlantas juga membagikan brosur dan stiker himbauan tertib berlalu lintas di jalan raya. Hal ini dilakukan sebagai upaya preemtif agar masyarakat selalu ingat untuk mengenakan helm dan menjaga etika berlalu lintas saat berkendara.

Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

“Harapannya melalui kegiatan ini mampu menekan tingkat laka lantas khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Giat ini dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Idul Fitri 1444 H tahun 2023,” pungkasnya.

Senada dengan Agnis, Kasihumas Polres Malang IPTU Ahmad Taufik menjelaskan, Operasi Keselamatan Semeru 2023 dilakukan untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, khususnya warga Kabupaten Malang.

“Pelaksanaan operasi dimulai tanggal 7 hingga 20 Februari 2023, dengan mengedepankan tindakan preventif, edukatif dan persuasif,” ucapnya.

Sasaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2023 ini adalah segala jenis pelanggaran yang kasatmata. Seperti tidak menggunakan kelengkapan berkendara, melawan arah, serta potensi gangguan lain yang dapat menyebabkan pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Taufik mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas yang sudah ditetapkan, sehingga diharapkan akan tercipta keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, keselamatan adalah yang pertama dan utama,” pungkasnya. (Humas)

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Penganiayaan di Jember

0

JEMBER – Polres Jember menetapkan LK (21) warga Dusun Krajan Kencong, AC (19) warga Dusun Igir-Igir Cakru, DS (22) warga Desa Wonorejo Kencong, dan WS (17) warga Dusun Banjar sumo Desa Kencong, sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban Subhan dan Wagiman, yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia.

Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH., menyatakan, bahwa ke empat tersangka diamankan sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

“Dari hasil otopsi, korban meninggal bukan karena dianiaya, tapi tidak bisa bernafas karena tenggelam, dan penyebab korban tenggelam, karena menjadi korban penganiayaan ke 4 tersangka,” ujar Kapolres Jember AKBP. Hery Pusnomo SIK. SH., Rabu (8/2/2023).

Menurut Kapolres, peristiwa ini bermula saat ke 4 tersangka mengajak korban untuk pesta miras, namun ditolak oleh korban, kemudian pelaku meminta handphone korban, tapi tidak bisa membuka karena ada sandinya.

Beberapa tersangka merasa tersinggung dengan korban yang memberikan handphone ada sandinya, tapi tidak diberi tahu kode sandinya, sehingga WS salah satu dari tersangka menendang korban, hingga korban terdorong di pagar jembatan.

Tidak hanya disitu, saat Subhan terjatuh di pinggir pagar Jembatan, LK ikut menendang korban, hingga korban terjatuh ke dalam sungai yang ada di Jembatan Pocong.

Melihat Subhan terjatuh, Wagiman yang juga teman korban, berusaha menolong korban dengan menceburkan diri ke sungai, namun karena kondisi sungai yang dalam dan arus yang deras, keduanya hilang terseret air.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, para pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Ancaman maksimal untuk para pelaku adalah 12 tahun penjara,” pungkas Kapolres Jember.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Kencong, pada Kamis sore dikejutkan dengan penemuan 2 buah baju di pinggir sungai, belakangan diketahui, jika baju tersebut milik Subhan dan Wagiman yang terseret arus sungai setelah cekcok usai pesta miras.

Jasad kedua korban sendiri baru ditemukan 2 hari setelah kejadian, atau tepatnya pada Sabtu (4/2/2023) pagi 3 kilometer dari lokasi jembatan tempat korban terjatuh, itu[un setelah tim Basarna bersama polisi melakukan pencarian korban dengan menggunakan alat pendeteksi tubuh di dalam air ( jen+ hms)

Festival Sholawat Khusus TNI-POLRI, Tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan Sukses Meraih Juara 1 Kategori Marawis

0

PASURUAN – Tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan yang berjumlah 18 orang dipimpin oleh Brigpol Firdaus mengikuti lomba Festival Sholawat V khusus TNI-Polri Se-Provinsi Jawa Timur yang bertempat di Yayasan Darul Hikmah An-Nawawu, Jl. Kebonsari No. 5, Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jum’at kemarin (10/02/2023)

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Haflah Akhirussanah 1444 H dan silaturahim Ulama’ – Umaroh ke-20 yang bertemakan “Kita Perkokoh Persatuan Kesatuan Dan Wujudkan Sinergitas Pengabdian Kepada NKRI Tercinta”. Kegiatan ini diikuti oleh 32 Tim Hadrah dari Institusi POLRI, TNI AD, TNI AU, dan TNI AL se-Provinsi Jawa Timur.

Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan rasa syukur, bangga, dan ungkapan terima kasih atas penampilan serta prestasi terbaik dari Tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan.

“Semoga kedepannya dalam acara apapun yang kita ikuti, kita bisa tampil dengan maksimal dan optimis serta bisa memperoleh hasil yang terbaik memuaskan demi membanggakan nama besar Polres Pasuruan,” ujar Kapolres.

“Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih pada Tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan atas usaha dan prestasinya bisa sukses meraih juara 1 kategori Marawis dalam Festival Shalawat ini, ” pungkasnya.

Sementara itu menurut Brigpol Firdaus, Pimpinan tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan juga menyampaikan rasa bangga dan Syukur yang sangat luar biasa atas penampilan Tim Al-Wally Polres Pasuruan dalam melantunkan Sholawat dan sukses mendapatkan Juara 1 dalam acara Festival Sholawat ini, dan ini brarti bahwa Tim Hadrah Al-Wally Polres Pasuruan bisa bersaing dan mampu menyingkirkan 31 Team Hadrah peserta lainnya, Selamat dan Sukses.(Qomar)

Editor : dhw_robhin

Proyek Siluman Di Desa Ngampelrejo

0

JEMBER – Berdasarkan Pantauan Langsung Wartawan Media ini dilapangan diduga ada salah satu Kegiatan Proyek Pembagunan Drainase SILUMAN,Dan tidak ditemukannya PAPAN NAMA, Proyek Drainase tersebut.

Pasalnya, tidak ada PAPAN NAMA proyek ALHASIL, tidak jelas kapan proyek dimulai dan selesai….??? Tidak tahu siapa kontraktor pelaksana proyeknya….??? Pekerjaan proyek dari anggaran mana….???
“Apakah ini proyek pelaksanaan BK DESA PROVINSI JAWA TIMUR” yang ANGGARAN tahun 2022 (P-APBD)….???

Karena Tidak ditemukan PAPAN NAMA Proyek Siluman tersebut awak media menemui salah satu warga setempat untuk mempertanyakan apakah mengetahui proyek Siluman Tersebut milik siapa ? dan kontraktornya siapa ?

LANJUT, Salah satu warga yang berada di dekat proyek tersebut menyampaikan, dirinya tidak tahu siapa yang punya proyek tersebut. “Saya tidak tahu siapa yang punya proyek drainase tersebut, sudah kurang lebih 7 hari sudah SELESAI mereka bekerja,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Padahal, transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.

Adapun maksud dan tujuan dari pemasangan PAPAN NAMA tersebut untuk bisa transparansi suatu kegiatan yang ada, agar tidak menyimpang dan mencegah dari tindakan KORUPSI serta tindakan nepotisme dan hal-hal yang lainnya.

Sesuai ketentuan Hukum terkait transparansi Anggaran dan menghindari terjadi indikasi penyimpangan maka di atur dalam peraturan sebagai berikut;
– Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) Nomor 14 Tahun 2008.

– PERPRES Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012.

– Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase (Permen PU 12/2014).

Setiap proyek wajib ada PAPAN NAMA proyek. Ini diatur dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012. Bahwa setiap pekerjaan bangunan fisik, yang dibiayai negara wajib memasang PAPAN NAMA proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana, serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya.

Sesuai ketentuan PAPAN NAMA proyek, sudah jelas berarti tim pelaksana Sudah MENABRAK ATURAN bahkan patut dicurigai proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.

Sampai berita ini di PUBLIKASIKAN Pihak media sudah menghubungi kepala Desa via telpon selulernya tidak ada respon. ( jen+muhdi ) Bersambung

Editor : dhw_robhin

Banjir Merendam Sebagian Besar Wilayah Pasuruan Bagian Timur

0

Pasuruan – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa jam mengakibatkan ribuan rumah tergenang air.

Permukiman warga yang mengalami banjir berada di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Grati, Rejoso, Lumbang, Winongan, dan Nguling, Kabupaten Pasuruan, mengalami kebanjiran.

Ketinggian air yang merendam di kawasan tersebut mulai 20 cm hingga 1 meter.

Dari pantauan di lapangan, beberapa desa yang mengalami banjir diantaranya yakni Desa Arjosari, Desa Kedawungwetan, Desa Kedawungkulon, Desa Karangasem, Desa Sumberanyar, Desa Kalipang, dan Desa Ranukelindungan.

Yanto (35) warga Kecamatan Grati, tepatnya di Desa Kedawung Kulon, Dusun Adirogo menyebutkan, banjir mulai menerjang kawasan tempat tinggalnya terjadi pada Jumat (10/2/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Luapan air menggenangi perkampungan dan rumah-rumah warga,”

Masih katanya, banjir yang menggenangi wilayahnya itu berasal dari luapan sungai di Grati maupun Winongan.

“Saya berharap kondisi ini bisa segera teratasi, karena mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya. (qomar/hur)

Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jabar Gelar Koordinasi Dengan Penggiat Bahasa Daerah Dan Sastrawan

0

BANDUNG – Jum’at (10/02/2023)
Dalam merevitalisasi bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan koordinasi dengan penggiat bahasa daerah dan sastrawan Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel El Royal, Kota Bandung, Jum’at (10/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Pendidikan Prov. Jabar, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jabar, RRI, Pemprov Jabar, komunitas penggiat bahasa, sastrawan, dan Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan dalam menjaga dan besilaturahmi para Komunitas Penggiat Bahasa Daerah dan Sastrawan di Provinsi Jawa Barat, guna merivatilisasi kembali bahasa daerah dalam penulisan dan perkembangan bahasa baru yang ada pada kondisi saat ini.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Herawati, S.S., M.A., selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menyampaikan, “Jadi kegiatan ini merupakan rangakaian dalam pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah, sebagai koordinasi awal dengan para pemangku kepentingan. Karena betapa pentingnya penggunaan bahasa daerah di ruang publik dan di beberapa aspek kehidupan.”

“Kita bisa melihat bahwa modernisasi dan globalisasi itu tentu akan mempengaruhi karakter dalam budaya ini, juga menjadi salah satu tantangan untuk kita dalam mempertahankan bahasa daerah. Karena sesuai dengan konsep Trigatra Bangun Bahasa yaitu utamakan bahasa indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing sebagai amanat dari undang-undang no. 24 tahun 2009 mengenai bendera, bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan,” jelasnya.

Lebih lanjut Herawati menjelaskan, dalam hal ini kepada para penggiat bahasa, sastrawan, juga para pemangku kepentingan yang ada di lembaga pemerintah dan juga masyarakat yang menjadi pemerhati atau menutur jati bahasa sunda, untuk dapat melaksanakan program revitalisasi bahasa daerah tahun 2023. Karena ini adalah program yang ketiga kalinya untuk Jawa Barat.

“Jadi untuk program di Jawa Barat tentang revitalisasi bahasa daerah yang pertama sudah dilaksanakan pada tahun 2021, lalu di tahun 2022, dan berlanjut di tahun ini yang berkaitan dengan semua program yang ada di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, juga sekaligus meneguhkan dan mengantarkan saya supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tuturnya.

Herawati berharap, pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di tahun 2023 ini bisa terlaksana dengan baik.

“Kami berharap bahwa partisipasi dari masyarakat dan para penggiat bahasa, sastra, dan budaya sunda bisa berpartisipasi lebih banyak lagi. Tentunya sikap positif anak-anak dan generasi muda juga para tunas-tunas bahasa sunda bisa tumbuh dengan baik dan mereka bisa mencintai bahasa sastra sunda,” tandasnya.

(Achmad $)
Editor : dhw_robhin

Gelar Jumat Curhat, Kapolres Lumajang Dengarkan Keluh Kesah Masyarakat

0

Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson S., S.H., S.I.K., M.H menyampaikan Jumat Curhat guna mendengarkan keluh kesah masyarakat semoga kedepannya mendapatkan solusi yang terbaik sehingga Polres Lumajang dapat berbenah untuk kedepannya.

Hal itu disampaikan AKBP Boy Jeckson saat menggelar Jumat Curhat di Kantor Balai Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jumat (10/2/2023).

Mantan Kapolres Nganjuk berharap dengan kegiatan Jumat Curhat ini masyarakat dapat menyampaikan keinginan masyarakat terhadap polri.

“Sehingga kami bisa menampung setiap aspirasi masyarakat yang ada di Kecamatan Yosowilangun kemudian kita bisa untuk memetakan dan mencari solusi untuk diselesaikan,” ujarnya.

Program Jumat Curhat akan laksanakan setiap pekan untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat.

“Hasil aspirasi masyarakat kita carikan win win solusinya sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman,” tuturnya.

Salah satu warga menanyakan masalah penculikan anak apakah ini betul-betul terjadi atau hanya hoax semata, karena kasus ini sudah meresahkan warga

“Penyebar hoax sudah diamankan oleh kepolisian, untuk di Lumajang sendiri tidak ada kejadian kasus tentang penculikan anak, tpi kita harus selalu waspada,” ucapnya.

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Pasir Tabrak Traffic Light di Pertigaan

0

PASURUAN – Arus lalu lintas dari arah Surabaya-Probolinggo, tepatnya di pertigaan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan mengalami macet akibat sbuah truk tronton terguling pada Jumat (10/2/23) pagi.

Dari pantauqn di lokasi kejadian, nampak Petugas Kepolisian dari Satlantas Polres Pasuruan Kota sedang sibuk mengatur lalu lintas agar macet tidak parah.

Kanitlaka Polres Pasuruan Kota, Iptu Prasetyo, mengatakan, peristiwa itu sekitar pukul 04.00 WIB.

Awalnya, kata Prasetyo, truk tronton pengangkut pasir dari Lumajang ini melaju dari arah timur ke barat dan menabrak traffic light.

“Diduga sopir mengantuk. Akibatnya, truk tersebut menabrak sebuah traffic light yang berada di tengah pertigaan,” ucapnya.

Sesaat setelah kejadian, petugas Kepolisian dan TNI serta dibantu warga sekitar membantu evakuasi truk tersebut.

“Awalnya petugas dibantu warga segera mengeluarkan pasir dari bak truk agar segera bisa dilakukan evakuasi oleh mobil derek,” pungkasnya. (tofa)

Editor : dhw_robhin

Dari Pengurus Yayasan hingga Emak-Emak Anggota Arisan Ikut Donor Darah

0

JEMBER – Kegiatan donor darah di kabupaten Jember sudah mulai memasyarakat. Buktinya, mulai banyak elemen atau organisasi masyarakat berinisiatif menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember. Salah satunya Yayasan Sahabat Baik Jember (SBJ) yang berlamat di Jalan Sentot Prawirodirjo Kaliwates.

Pengurus dan anggota yayasan SBJ dan karyawan klinik kecantikan Kartika Skin Care (KSC) Jember ambil bagian dalam kegiatan donor darah sukarela. Kegiatan donor darah tersebut sebagai bentuk aksi kemanusiaan sekaligus launching Yayasan Sahabat Baik Jember. Kebetulan, Pembina SBJ adalah owner dari KSC.

Ada tiga tujuan dari kegiatan hari ini. Pertama tujuan kemanusiaan, kedua kita membuat yayasan Sahabat Baik Jember bergerak dibidang kesehatan, pendidikan, kemanusiaan. “Arahnya kemanusiaan, kegiatan dengan ibu-ibu arisan yang bersama KSC, kumpulan ibu-ibu untuk kemanusiaan, tidak hanya arisan, salah satunya donor darah, pemeriksaan kesehatan dan lain-lain,” imbuh Trias Andriyanto, Pembina Yayasan Sahabat Baik sekaligus Owner KSC.

Sayangnya, calon pendonor yang golongan darahnya AB tidak bisa melajutkan donor darah. Pasalnya, stok darah AB banyak di UDD PMI Kabupaten Jember. “Golongan AB penuh di UDD PMI. Dari kami ada 5 yang golongan darahnya AB, sehingga harus ditunda dulu untuk donor darah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan donor darah sebagai salah satu bentuk aksi kemanusiaan dari Yayasan Sahabat Baik Jember. “Kita sudah beberapa kali adakan donor darah dengan kerjasama dengan Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember, termasuk kegiatan donor darah hari ini,” ungkap Yuniarti, ketua Yayasan Sahabat Baik Jember usia ikut donor darah. (Son)